5 Alasan Mengejutkan Mengapa Merasa Depresi Setelah Putus

5 Alasan Mengejutkan Mengapa Merasa Depresi Setelah Putus

Blog

Urbanwomen. Sebelum berdamai dengan masa lalu, kamu pasti pernah mengalami rasa tertekan ketika putus cinta. Kamu pun bertanya-tanya mengapa hal itu terjadi. Merasa depresi setelah putus cinta adalah hal yang wajar. Meskipun tidak mengherankan jika kamu merasa hancur karena hatimu yang terasa patah, ada alasan lain yang terkadang mengejutkan mengapa kamu merasa depresi setelah putus. Alasan-alasan ini pun bisa dengan mudah kamu kelola jika kamu memiliki kesadaran tentangnya. Berikut 5 alasan mengejutkan mengapa kamu merasa depresi setelah putus.

1. Rasa takut

Saat kamu mengalami rasa sakit akibat putus cinta, kamu mengalami rasa takut dalam berbagai bentuk. Kamu takut kamu akan selamanya sendiri, bahwa tidak ada yang mencintaimu lagi. Kamu takut tidak dapat dicintai. Kamu takut tidak akan pernah bahagia. Kamu takut impianmu untuk menikah dan berkeluarga tidak akan pernah terwujud. Ketakutan ini tentu bisa dimengerti. Ketakutan ini tidak mendasar. Kalau kamu takut jatuh cinta setelah putus, hal wajar tapi jika kamu takut tidak bisa jatuh cinta lagi, kamu salah. Ada banyak orang di luar sana, salah satunya sedang menunggumu. Kamu akan bahagia lagi. Mungkin saat ini terasa sulit tapi percaya bahwa kamu akan bahagia lagi. Salah satu alasan mengapa rasa tersebut begitu sakit yaa karena ketakutan yang kamu ciptakan. Lihatlah apakah yang kamu takuti itu benar-benar terjadi atau hanya perasaanmu saja?

2. Rasa bosan

Rasa bosan akan muncul ketika kamu putus cinta. Saat kamu putus dengan seseorang, kamu kehilangan teman bermain, seseorang yang mau menonton Bersama, pergi makan malam bersama, bermain Bersama, dan saat ini kamu tidak memiliki orang itu. Bagi banyak orang, ketika mereka merasa depresi setelah putus, mereka akan berhenti melakukan sesuatu. Kamu merasa tidak ingin melakukan sesuatu karena kamu depresi. Kamu juga tidak terbiasa melakukan sesuatu itu tanpa mantanmu, jadi kamu malas untuk melakukannya. Rasa bosan inilah yang membuat banyak orang memikirkan mantannya. Cobalah untuk melakukan apapun yang dapat membuatmu sibuk. Pergilah ke rumah teman, atau nonton film di Netflix. Buatlah dirimu sibuk agar tidak selalu teringat oleh mantan.

3. Membuang-buang waktu

Banyak orang mengalami depresi setelah putus karena mereka meratapi waktu yang mereka habiskan untuk mantannya. Setiap orang memiliki harapan dan impian, dan ketika mereka kehilangan seseorang, mereka merasa seperti harus melepaskan harapan dan impian mereka selamanya. Banyak orang tetap dalam hubungan yang tidak melayani mereka karena mereka telah “menginvestasikan begitu banyak waktu”. Mereka tidak ingin harus kembali ke masa awal perkenalan lagi. Jadi mereka tidak move on. Dan kemudian, ketika hubungan itu akhirnya gagal, mereka semakin banyak menyia-nyiakan waktunya. Jika kamu terobsesi dengan mantanmu sampai membuang waktumu yang berharga, sebaiknya segera lepaskan. Kamu mungkin akan mempelajari banyak hal tentang dirimu dan ini akan membantumu di hubungan yang akan datang.

4. Meragukan diri sendiri

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa pada saat kamu merasa depresi setelah putus, itu karena kamu merasa sangat buruk tentang dirimu sendiri. Jika kamu ditinggalkan oleh seseorang, kamu mempertanyakan mengapa kamu tidak cukup baik. Jika kamu pergi, kamu bertanya-tanya apa yang salah dengan dirimu sehingga kamu tidak dapat menemukan hubungan yang stabil. Sebagai catatan, tidak ada yang salah dengan dirimu. Kamu memang tidak cocok saja dengan mantanmu, bukan berarti kamu memiliki kekurangan. Perhatikan dirimu sendiri dan lihatlah apa yang sudah kamu pelajari selama hubungan tersebut berlangsung. Hal terpenting adalah bangkit kembali, percaya pada diri sendiri dan kemampuanmu untuk menjalin hubungan, dan mencari kebahagiaan selamanya. Kamu benar-benar pantas untuk berbahagia!

5. Masalah lain dalam hidupmu

Salah satu hal yang benar-benar tidak diperhatikan orang ketika mereka merasa depresi setelah putus adalah banyak hal menyedihkan yang terjadi di dunia ini. Dan hal-hal tersebut membuatmu semakin parah. Tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ada masalah lain dalam hidupmu sebelum patah hati?” jika jawabannya ya, pahami bahwa bagian dari depresi yang kamu rasakan sekarang adalah masalah lain dalam hidupmu, bukan karena putus cinta. Pikirkan tentang apa saja yang sedang kamu perjuangkan akhir-akhir ini selain putus cinta. Lebih baik kamu memperbaiki hidupmu daripada sibuk-sibuk memikirkan kisah cintamu yang sudah berakhir.

Sebelum berhasil berdamai dengan masa lalu, kamu pun perlu tahu alasan apa saja yang membuatmu dapat depresi setelah putus cinta. Hal ini sangat baik untuk pelajaran di hubungan yang akan datang.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu