5 Alasan Pernikahanmu Tidak Seburuk Kelihatannya Saat Ini

5 Alasan Pernikahanmu Tidak Seburuk Kelihatannya Saat Ini

Blog

Urbanwomen – Memutuskan menikah karena tuntutan keluarga mungkin hal yang menyulitkan bagimu. Kamu belum menaruh hati dengan pasanganmu, tapi kamu sudah harus menikah. Mungkin kamu merasa pernikahanmu terasa buruk, tapi sebenarnya tidak seburuk itu kelihatannya. Kamu mungkin sering bertengkar dengan pasanganmu dan beranggapan pasanganmu lah yang terburuk. Namun, sebaiknya ditelaah lebih lanjut apakah kamu kesal sesaat saja dengan pasanganmu atau memang sudah tidak bisa dibendung lagi?  Coba perhatikan 5 alasan di bawah ini bahwa pernikahanmu tidak seburuk kelihatannya.

1.Kamu berharap itu lebih baik

Segalanya mungkin sulit sekarang. Kamu merasa di masa yang sangat sulit, termasuk tahun yang sangat sulit! Tetapi kamu belum menyerah berharap dan menginginkan segalanya menjadi lebih baik. Alih-alih berpikir tentang seseorang yang baru, kamu tetap mengenang tentang kesenangan dan kedekatan yang pernah kamu dan pasanganmu bagi. Kamu bertanya-tanya apakah kamu akan mendapatkannya kembali. Kamu belum menyerah dan pernikahanmu masih bisa diselamatkan. Jika kamu pernah mendengar kutipan “tidak ada yang berubah jika tidak ada yang berubah”, sebaiknya renungkan dan ikuti pelatihan tentang pernikahan. Biarkan anak-anakmu dijaga oleh anggota keluarga lain dan ajak pasanganmu ke pelatihan pernikahaan intensif saat akhir pekan. Jika kamu satu-satunya yang memperjuangkan pernikahanmu, carilah dukungan luar yang serius. Beban sepihak dari pernikahan dua orang terlalu berat untukmu tanggung sendiri.

2.Kamu membicarakan banyak hal

Mungkin lebih intens dari biasanya atau mungkin lebih jarang dari biasanya. Tetapi kamu masih melihat pentingnya menyampaikan kekhawatiranmu kepada pasanganmu, jadi pernikahanmu tidak seburuk kelihatannya. Kamu setidaknya menyebutkan bagaimana dia menyakitimu dan merusak kepercayaan dengan menghabiskan waktu larut malam dengan rekan kerja. Setidaknya kamu memintanya untuk melihat sudut pandangmu sehingga kamu berdua bisa memahami satu sama lain saat dia lupa memberitahumu bahwa dia akan terlambat untuk pulang atau pergi berkemah dengan teman-temannya di akhir pekan berikutnya. Bertengkar sepanjang waktu memang melelahkan. Jika ini benar-benar telah menjadi kebiasaan di rumahmu, sekarang saatnya untuk memahaminya. Apalagi jika kamu menemukan dirimu menghindari percakapan sama sekali karena ancaman konflik yang begitu tinggi. Keheningan jangka Panjang juga menakutkan. Bicaralah dengan konselor pernikahan yang dapat membantumu membuka komunikasi lagi di rumahmu.

3.Kamu menyediakan waktu untuk satu sama lain

Memang itu tidak cukup dan seringkali kamu benar-benar tidak ingin bersama. Tapi kamu mementingkan kesehatan mental anak-anakmu, jadinya kamu menghabiskan waktu bersama mereka. Tidak apa-apa, selama kamu masih menyediakan waktu untuk satu sama lain atau bersama anak, kamu masih bisa menganggap pernikahanmu tidak seburuk itu. Salah satu alasan kamu dan pasangan tidak mau menyesuaikan diri adalah jadwal kerjamu yang sibuk dan tuntutan pengasuhan yang tinggi. Jika salah satu atau kamu berdua tidak siap untuk meluangkan waktu untuk tetap berinvestasi dalam pernikahanmu, kamu perlu mencari bantuan konselor pernikahan.

4.Kamu masih berhubungan seks

Tentu mungkin tidak seperti saat bulan madu, tapi setidaknya jika masih berhubungan seks, hubunganmu masih bisa diselamatkan. Terlibat dalam keintiman seksual yang teratur membuatmu terikat secara fisik dan emosional. Mengapa tidak menjadwalkan waktu berdua lebih banyak untuk meningkatkan koneksi? Pernikahan diciptakan agar ada ikatan yang jelas agar hubungan intim bisa secara legal. Jika salah satu dari kalian mencari kepuasan seksual di luar hubungan, itu sangat merusak perjanjian pernikahanmu. Atau jika salah satu dari kalian secara tidak teratur ingin terlibat dalam keintiman seksual satu sama lain, inilah saatnya untuk mengungkapkan alasannya. Kemudian carilah bantuan professional.

5.Kamu muncul di tempat yang sama bersama-sama

Mungkin tidak terlihat romantis, tangannya pun tidak memelukmu. Namun, jika kamu masih menyempatkan waktu untuk tetap pergi bersama dan muncul di tempat yang sama bersama pasangan, pernikahanmu masih bisa diselamatkan. Atau jika kamu sudah tidak bisa berpura-pura romantis di depan anak-anakmu, kamu sudah menjalani kehidupan yang benar-benar terpisah yang jarang tumpang tindih. Tidak ada lagi kemiripan bersama perhatian serius pada pernikahanmu dan kerja keras di rumah melalui doa dan konseling dapat membuatmu kembali ke jalur yang benar untuk pernikahanmu.

Baca Juga: 7 Cara untuk Mewujudkan Pernikahan Impianmu

Terkadang hal-hal kecil dalam pernikahan tidak ada habisnya, membuat pasangan sering bertengkar. Namun pernikahan adalah hal yang intens, pengorbanan, dan penghormatan kepada Tuhan. Kamu mungkin membutuhkan dukungan dari luar di berbagai musim untuk memastikan kamu dan pasanganmu menepati janji sehidup semati meskipun kamu menikah karena tuntutan keluarga. Jadi, jangan terlalu beranggapan bahwa pernikahanmu tidak bisa diselamatkan ya!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu