5 Kegalauan yang Harus Dihindari Agar Tatanan Keuangan Tetap Aman

5 Kegalauan yang Harus Dihindari Agar Tatanan Keuangan Tetap Aman

Blog

Urbanwomen – Untuk mengelola keuangan pribadi tentu saja membutuhkan niat kuat dan komitmen agar tujuan keuangan bisa cepat tercapai. Namun, dalam kenyataannya, ada saja hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang berpotensi merusak tatanan keuangan pribadi yang sudah kita jaga dengan baik. Hal tersebut bisa berupa kejadian mendadak yang terjadi atau kejadian dalam kehidupan sosial di sekitar kita. Nah, untuk waspadai beberapa kegalauan yang berpotensi merusak keuangan pribadi kita agar keuangan tetap sehat dan aman.

1.Tagihan makan bersama

Ketika makan bersama teman-teman dan tagihan menjadi satu, sering kali kita bingung membayar berapa yang pada akhirnya berujung membayar seluruh tagihan. Kegalauan ini muncul ketika merasa tidak enak jika harus menagih ke teman-teman kita. Namun, yang perlu diingat adalah dibutuhkan sikap tegas jika ingin sukses mencapai tujuan keuangan kita selain niat dan komitmen. Jika kamu sedang dalam posisi menjaga keuangan pribadi agar tetap aman, sebaiknya beranikan diri untuk menagih ke teman kita. 

Selanjutnya untuk acara makan bersama di luar, kamu bisa menyiapkan uang dalam jumlah kurang lebih sesuai dengan besarnya tagihan kita. Hal tersebut dapat menghindarkan kita dari membayar seluruh tagihan terlebih dahulu dan menagih ke teman-teman seusai acara.

2.Teman lama berhutang

Teman lama yang tidak pernah berkomunikasi tiba-tiba menghubungi melalui telepon, medsos, atau messenger app meminjam uang untuk kebutuhan mendesak. Ada dua kemungkinan, bisa saja mereka butuh atau jangan-jangan modus penipuan. Tapi apabila kasusnya adalah teman lama benar-benar butuh, itu adalah awal mula kegalauan kita. Kita tidak cukup kenal dan tidak tahu bagaimana keadaanya sekarang sehingga tidak memiliki jaminan yang kuat apakah hutangnya akan dikembalikan atau apakah dikembalikan tepat waktu. Dalam hal tersebut, jika kita memang dalam keadaan ingin menjaga tatanan keuangan pribadi kita. Sebaiknya kita tetap tegas dalam mengambil keputusan. Pilihannya adalah

  • Jika kita kasihan, pinjamkan saja tapi pastikan kapan dikembalikan dan jangan lupa menagihnya kelak
  • Pinjamkan dalam jumlah yang seandainya uang tersebut tidak kembali, kita bisa ikhlas. Misalnya teman meminjam 500 ribu, pinjamkan saja 200 ribu tapi dengan keadaan ya sudahlah kalau 200 ribu tidak kembali ya tidak apa.
  • Memberikan pinjaman dengan syarat barter. Misalnya teman meminjam 500 ribu, barter dengan apa yang bisa teman berikan ke kita. Teman bisa barter dengan kue yang dibuat sendiri atau dengan memberikan jasa editing video dan lain-lain. Jadi kenanya kita memberi uang bukan dalam akad hutang tapi jual beli.
  • Tolak dengan penyampaian yang halus, doakan semoga lekas mendapatkan pinjaman dan kesulitannya segera terselesaikan

Meskipun sudah ada gambaran di atas, namun dalam hal ini perlu memastikan bahwa semuanya demi kebaikan diri sendiri dulu.

3.Teman lupa diri

Ketika pada suatu kesempatan tak sengaja bertemu dengan teman yang meminjam uang dan tidak mengembalikan pinjaman sekalipun sudah ditagih, dan terlihat ia mampu bergaya, atau bahkan mengunggah foto sedang pesta atau menghamburkan uang. Ketika hal begini terjadi, kita bisa langsung menagihnya. Setelah ditagih, jika ia masih berkelit, maka ikhlaskan saja pinjamannya dan ikhlaskan pula ia pergi sebagai seorang teman. Untuk mencapai tujuan finansial dan tujuan hidup yang baik, ada saatnya kita harus melupakan orang-orang yang tidak baik untuk kehidupan kita termasuk teman yang lupa diri dan tidak tahu terima kasih.

4.Dibayar dengan harga teman

Ketika kita memiliki keahlian seperti membuat kerajinan dan menyediakan jasa tertentu, sering kali kita mendapatkan pesanan dari teman sendiri. Kegalauan muncul ketika teman meminta harga yang berbeda dengan harga yang sudah kita tetapkan dengan dalih “kan harga teman” Untuk menanggapi hal tersebut, bisa kita lihat kualitas teman yang memintanya. Jika teman tersebut memiliki kelebihan yang bisa bermanfaat untuk promosi produk, kita bisa terapkan pemberian harga spesial yang dibalas dengan promo ke medsos mereka. Namun, bila teman tersebut tidak memiliki nilai lebih dan memang pelit saja, ya sebaiknya kita bersikap tegas untuk menolak memberikan potongan harga. Hal tersebut demi kebaikan tatanan keuangan pribadi dan keuangan usaha kita.

Lagi pula jika benar mengaku teman, seharusnya etika yang baik adalah mendukung bisnis teman. Kita bisa mendukung dengan memberikan bayaran lebih atau bantu mempromosikan tanpa diminta jika produknya memuaskan. Mari biasakan mulai saling menghargai dan mendukung sesama teman.

5.Hadiah wajib

Ketika kita tinggal di lingkungan yang secara tidak langsung memunculkan kewajiban untuk memberikan kado atas teman yang menikah, melahirkan, teman pindah rumah dll. Kita harus mempersiapkan keuangan dengan lebih baik. Dengan menyiapkan dana khusus untuk pengeluaran ini, kita tidak perlu bingung ketika acara tersebut tiba. Namun, jika dalam keadaan tertentu, pengeluarannya sudah di luar anggaran, kita bisa memberikan kado sederhana dengan harga yang murah. Tidak perlu terlalu berpatokan pada kado yang diberikan teman yang lain, namun fokus pada kemampuan kita. Pilih kado dengan harga terjangkau seperti buket bunga, sebuah buku, cangkir lucu, kaus atau sekotak kue.

Baca Juga: Menabung dan Berinvestasi untuk Masa Depan

Nah, itulah beberapa hal kegalauan yang harus diwaspadai karena dapat merusak tatanan keuangan pribadi kita. Oleh karena itu saatnya harus bersikap tegas dalam pengelolaan keuangan agar keuangan kita tetap aman. Selain hal di atas masih banyak lagi faktor yang menyebabkan keuangan kita terganggu, namun tak ada salahnya kan jika kita menolak karena itu semua hak diri kita masing-masing.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu