Persiapan-keuangan-sebelum-menikah

5 Tahapan Persiapan Keuangan Sebelum Pernikahan Fingram Indonesia

Gaya Hidup

Urbanwomen –

Good day Sister!

Pernikahan sejatinya menyatukan dua hati dan dua pikiran. Tapi…tidak semudah itu ternyata, apalagi menyangkut uang. Nah, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan terkait dengan keuangan? Ini dia 5 tahapannya:

  • Terbuka Secara Keuangan

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh WeCan, diketahui jika 65 persen pasangan di Indonesia tidak terbuka dalam masalah keuangan. Akibatnya, 47 persen konflik rumah tangga didominasi oleh masalah finansial dalam keluarga. Bagaimana cara terbuka keuangan dengan pasangan?
Yang pertama, awali pembicaraan dengan lembut. Sampaikan bahwa membicarakan keuangan secara terbuka sebelum menikah sangatlah penting agar nantinya tidak ada lagi rasa ragu dan tabu. Kalau perlu, sampaikan data hasil survei di atas. Lakukan saat mood pasanganmu sedang bagus. Bisa jadi butuh waktu berkali-kali, jangan menyerah!

  • Bicarakan Tujuan Hidup

Tentunya kamu ingin pernikahan yang langgeng dan bahagia. Sampaikan hal ini pada pasangan supaya ada satu pemahaman yang sama. Terkait keuangan, tanya mengenai makna uang bagi dia. Apa yang akan dia lakukan kalau gajinya besar atau memperoleh uang banyak. Begitupun sebaliknya, kalau lagi kena musibah atau banyak utang. Kamu bisa menilai cara dia memperlakukan uang dari jawabannya. Apapun jawabannya, jangan segera menghakimi, cukup didengarkan dulu.

Konfirmasikan hal ini dengan mengingat apa yang sudah dia lakukan selama ini dengan uangnya. Apakah sama seperti yang dia ungkapkan? Atau malah sebaliknya? Bagaimana mengenai karir, prioritas keuangan, tempat tinggal? Dari awal sudah harus disepakati siapa yang akan menjadi pencari nafkah. Apakah dua-duanya boleh bekerja? Apakah ada rekening bersama? Apakah nantinya orang tua menjadi tanggungan bersama? Hal-hal seperti ini pasti terasa risih untuk dibicarakan. Itu karena belum terbiasa saja. Yang penting saling jujur dan terbuka. Toh setelah menikah serba buka-bukaan bukan?

Pertanyaan tambahan yang sangat mungkin berpengaruh adalah: mau beli rumah kapan? beli mobil? Anak mau berapa? Sekolahnya? Liburan ke mana? Nanti jenguk orang tua berapa lama sekali? Pulang kampung tiap tahun atau bagaimana? Mau sekolah lagi? nah ini penting banget buat dibahas bersama. Karena sudut pandang yang satu dengan yang lain bisa berbeda. Apa yang penting bagi kamu belum tentu penting bagi pasanganmu. Tahap ini adalah menyamakan frekuensi dengan pengertian.

Banyak ya? Tenang, tidak perlu ditanyakan sekaligus dalam satu waktu. Dicicil saja.

  • Ketahui Keluarga Inti Dan Keluarga Besar

Kamu juga perlu tahu apakah orangtua pasangan akan segera pensiun atau masih lama. Perkirakan apakah orangtuamu atau orangtua pasangan kelak butuh bantuan finansial atau bisa mandiri? Apakah di dalam keluarga masing-masing, baik itu inti maupun keluarga besar, ada yang ketergantungan finansial? Hal ini perlu diketahui untuk kemudian dipahami keadaannya, sehingga bisa dicarikan solusi bersama.

  • Biaya Pernikahan

Tentukan anggaran pernikahan kalian. Dari anggaran tersebut, baru tentukan siapa yang akan menanggungnya. Apakah salah satu pihak, atau 50-50. Hal ini harus dikonfirmasikan juga kepada orangtua masing-masing, karena biasanya mereka ada kepentingan tersendiri (ingin hajatan besar atau ada ritual adat khusus). Bisa jadi kamu mau sederhana, tapi orangtua maunya mewah.

  • Pre-nuptial Agreement

Pre-nuptial Agreement (prenup) atau Perjanjian Pra Nikah adalah kesepakatan yang dibuat sebelum pernikahan dengan tujuan untuk melindungi hak dan kewajiban pasangan suami istri setelah menikah. Hal ini bersifat opsional karena di Indonesia masih tabu dalam membicarakannya karena selalu dihubungkan dengan perceraian. Namun sebenarnya, di sisi lain hal ini dapat melindungi agar harta yang dimiliki tidak langsung habis apabila terjadi sesuatu di luar harapan. Misalnya, suami berhutang banyak untuk bisnis. Kalau tidak ada prenup, maka seluruh harta keluarga bisa habis atau disita kalau terjadi gagal bayar. Sedangkan dengan adanya prenup, harta istri tidak bisa disita secara paksa.

Baca Juga: Topik Serius Ini Yang Kami Bahas Bersama Sebelum Sepakat Untuk Menikah

Menyatukan dua kepala tidak semudah menyatukan dua hati. Kalau dari awal tidak bisa mengerti, bagaimana mungkin mampu menghayati? Sudah terlalu banyak kasus gagalnya pernikahan karena masalah ekonomi dan komunikasi.Semua bisa diminimalisir asalkan ada pengertian dari kedua belah pihak.

Jadi, sudah siap menikah Sister? Semoga bahagia selamanya ya!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu