7 Tanda Bahwa Kamu Menderita Kelelahan Emosional

7 Tanda Bahwa Kamu Menderita Kelelahan Emosional

Blog

Urbanwomen – Mengatur dan mengelola emosi dengan baik akan menghindar dari kelelahan emosional. Jika kamu akhir-akhir ini mengalami perasaan yang berulang-ulang dan tidak tahu mengapa, itu mungkin adalah kelelahan emosional. Banyak orang yang merasakan hal ini di awal tahun karena pergantian tahun, apalagi di saat masa pandemi seperti sekarang ini. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang berjuang. Berikut 7 tanda bahwa kamu sedang mengalami kelelahan emosional.

  1. Kamu sangat peka terhadap setiap hal kecil

Meskipun kamu mungkin tidak bereaksi berlebihan terhadap berbagai hal, kamu mungkin merasa sedikit lebih kesal dari biasanya. Kata-kata sedikit lebih menyakitkan, kamu sedikit berpikir berlebihan daripada biasanya, dan butuh waktu lebih lama untuk melupakan apa yang telah terjadi di masa lalu. Selain menjadi sensitif, kamu mungkin menjadi lebih emosional sepanjang hari atas hal-hal yang terjadi.

  1. Emosi yang kamu alami sehari-hari menghabiskan energimu

Ini mungkin salah satu tanda kelelahan emosional yang paling terlihat karena hampir setiap orang mengalaminya setidaknya sekali dalam hidup mereka. Seiring waktumu menyadari bahwa sesuatu yang sangat kecil memengaruhimu sedemikian besar sehingga biasanya tidak demikian. Bukan ketidaknyamanan kecil yang menjadi masalah, itu hanya titik kritis dari kehidupanmu, dan dengan setiap masalah, itu hanya menggoyahkanmu di masa mendatang, setidaknya begitulah rasanya.

  1. Kamu mengekspresikan emosi terlalu banyak merasa tidak pernah cukup

Tanggapanmu sangat ekstrim dan kamu memiliki emosi yang tidak konsisten. Apakah kamu merasa dirimu menutup diri dan menjadi seseorang yang tidak peduli, tanpa emosi, atau terisak-isak secara histeris. Kamu harus mulai memproses emosimu secara tepat akurat. Namun, saat ini sangat sulit untuk memprosesnya sampai kamu siap untuk mengerjakannya.

  1. Kamu bisa merasakan dirimu menjadi gelisah atau takut ‘terpicu’

Ini seperti kamu tahu sesuatu akan terjadi jika kamu didorong ke titik puncak dan kamu takut apa yang akan terjadi ketika itu terjadi. Seolah-olah kamu menyadari kurangnya kendali emosional yang kamu miliki, tetapi tetap tahu bahwa kamu siap untuk berantakan. Kamu tidak dapat mengontrol ‘pemicu’, jadi, kamu justru mundur dari segala hal dengan harapan dapat mencegahnya.

  1. Kamu merasa dikalahkan

Semuanya mungkin terasa seperti jenis kesepatakan “buat atau hancurkan”. Meskipun perspektifmu mungkin tampak terlalu tertekan untuk waktu atau terlalu fokus pada garis waktu yang mungkin tidak ada, kamu juga merasakan kesedihan yang luar biasa saat kamu tidak mencapai tujuan itu. Perasaan putus asa itu mungkin meluap-luap, tapi ingatlah masa depanmu tidak lebih suram dari yang kamu bayangkan.

  1. Kamu berjuang untuk menemukan kebutuhan untuk maju

Mirip dengan poin sebelumnya dan merasa putus asa, kamu mungkin juga merasa tertantang untuk membayangkan bagaimana melanjutkan hidup. Secara mental, kamu mungkin mencoba menjawab pertanyaan besar yang tidak kamu miliki jawabannya. Seolah-olah saat satu orang mengajukan pertanyaan tentang masa depanmu atau opsi yang telah diberikan kepadamu, kamu meledak dalam teriakan di kepalamu karena terlalu banyak untuk dipikirkan dan membuatmu merasa cemas.

  1. Kamu siap untuk perubahan, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapainya

Rasanya frustasi karena merasa sangat sedih, tetapi pada saat yang sama, kamu merasa siap untuk sesuatu yang transformatif terjadi. Jauh di lubuk hatimu tahu banyak hal tidak baik dan siap untuk perubahan. Kamu hanya tidak tahu bagaimana mencapainya atau apa yang harus dilakukan untuk memulai proses, dan mengetahui bahwa hal itu bisa sama melemahkan untuk melangkah maju. Meskipun sulit untuk dihadapi, ada car auntuk perlahan mulai mengerjakan hal-hal yang sudah lewat. Luangkan waktu sendiri untuk benar-benar memperbaiki diri. Proses emosimu dalam waktu nyata, akui perasaanmu, dan renungkan bagaimana menanggapi skenario dengan benar saat terjadi.

Baca Juga: 6 Alasan Kamu Mudah Menangis dan Terlalu Emosional

Itulah 7 tanda bahwa kamu mengalami kelelahan emosional. Namun, hal ini semua bisa dicegah ketika kamu bisa mengatur dan mengelola emosi dengan baik. Jadi jangan mudah menyerah ya!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu