Adik ipar tak bisa mandiri

Adik Ipar Tak Bisa Mandiri, Hubunganku dengannya Sempat Tak Akur

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku sudah menikah kurang lebih delapan tahun. Pernikahan adalah juga urusan menyatukan dua keluarga. Dengan kakak iparku, aku baik-baik saja. Berbeda dengan adik iparku.

Aku dan suami sempat tinggal beberapa bulan bersama adik iparku. Awalnya dia terlihat seperti kurang menyukaiku, setiap kuajak bicara seperti tidak memperhatikan. Ketika itu kuanggap  mungkin saja dia memang seperti itu. Sampai suatu ketika adik iparku membanding-bandingkanku dengan mantan pacar suamiku, dan bahkan sering berkata kasar.

Adik iparku sangat manja, tidak mau membantu beres-beres rumah dan sering pulang larut malam. Dia juga minta uang padaku dan suamiku. Ibu mertuaku memanjakannya, sehingga aku menjadi segan menegurnya. Kami sering berdebat. Kebiasaannya yang sangat buruk membuatku tidak nyaman, seperti sering liburan dan pergi ke mall menggunakan uang pemberian suamiku. Aku menjadi sering bertengkar dengan suamiku karena uang kami terus-terusan habis untuk membiayai gaya hidup adik iparku. Sebetulnya tidak masalah jika suamiku memberinya uang, tapi tetap harus ada batasannya per bulan. Adik iparku sudah lulus kuliah dan seharusnya lebih mandiri mencari penghasilan sendiri.

Sampai ketika aku dan suami mengalami kesulitan ekonomi. Kami harus membayar beberapa tanggungan, namun uangnya masih kurang. Suamiku mulai menyadari, terlalu banyak dia memberi uang jajan untuk adiknya. Setelah dinasehati kakaknya agar segera mencari pekerjaan dan tidak bergantung terus, adiknya kesal dan menyalahkan aku. 

Tapi biar bagaimanapun dia tetap adik iparku. Aku berusaha mengajaknya ngobrol, menjadi teman baik untuknya. Aku juga membantunya mencari pekerjaan. Perlahan hubungan kami pun membaik. Dia berhasil mendapat pekerjaan dan kami bertambah akrab. Dia mulai terbuka tentang lingkup pertemannya, bahkan soal pacarnya. Hanya perilakunya yang malas beres-beres rumah saja yang masih sulit dihilangkan. Biasanya aku mengajaknya beres-beres bareng, agar dia sendiri lebih nyaman jika rumah bersih. Semakin hari dia semakin menjadi lebih dewasa, terbuka, dan rajin. 

Baca Juga: Tak Sanggup Jika Tinggal Satu Atap dengan Mertua, Aku dan Suami Memilih Merantau

Setelah tinggal bersamanya selama beberapa bulan, aku dan suami pindah tempat tinggal sendiri. Kami rasa adik iparku sudah bisa lebih mandiri, kami bisa menjadi lebih fokus membina rumah tangga, belajar mandiri, dan bertanggungjawab atas tugas masing-masing. Hubunganku dengan adik ipar tetap baik. Dia sering menghubungi untuk sekedar bercerita tentang masalah pekerjaan atau hubungannya dengan pacarnya.

Menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh anggota keluarga pasangan tentu menjadi keinginan besar setiap orang yang menikah. Kita harus ingat, ipar adalah orang asing yang tiba-tiba memiliki hubungan saudara dengan kita. Butuh waktu dan usaha ekstra agar hubungan keluarga ini dapat menjadi harmonis. 

Sumber: Riri, 35 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu