penipuan

Aku Hampir Menjadi Korban Penipuan Ketika Menggunakan Aplikasi Dating

Kisah Utama

Urbanwomen – Personal boundaries atau batasan pribadi penting sebagai bekal main aplikasi kencan. Batasan pribadi menjadi kunci untuk memastikan bahwa masing-masing individu yang berhubungan saling menghargai, saling dukung, dan saling peduli.

Seminggu sebelum bertemu, aku dan seorang laki-laki yang kukenal lewat apliaksi kencan sempat saling terbuka tentang tujuan masing-masing main aplikasi kencan. Ternyata tujuan kami berbeda. Aku mencari pasangan serius, dia mencari hanya mencari kesenangan sesaat. Dia mencari perempuan yang bisa memenuhi kebutuhan biologisnya. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan itu, dan aku membatalkan pertemuan kami. Laki-laki berikutnya belum lama kenal sudah minta VCS (Video Call Seks). Jelas aku menolak, padahal orangnya menyenagkan. Tapi dia tidak memaksa, karena sempat kujelaskan aku ingin mencari pasangan yang serius, atau hanya mencari teman baru saja.  

Aku juga pernah bertemu penipu di aplikasi kencan. Perkenalan kami terbilang singkat. Aku sedang tidak bersemangat, jadi kupikir bicara dengan seseorang akan sedikit membantu menceriakan hariku lagi. Kami bertukar nomor telepon. Nomornya kulacak melalui aplikasi Get Contact untuk mengetahui identitasnya. Kutemukan beberapa tagar identitas terkait nomor itui, seperti #penipu, #penghunineraka, #oknumpenipuanbeacukai, #lutfiBeaCukai, dan #penipusambungiphone. Dia memang mengaku sebagai petugas bea cukai yang sedang pusing karena harus lembur menangani gratifikasi dari produsen telepon selular. Meski sudah merasa ada yang janggal, aku tidak berkomentar apapun saat itu. Lalu kutanya dia perihal ketentuan-ketentuan tentang barang gratifikasi. Tapi bukannya menjelaskan, dia langsung menjawab dengan kalimat kasar “Itu pertanyaan bodoh”, “Bodoh banget sih jadi orang”, “Jangan sok tahu jadi orang.” Sertamerta kubilang sepertinya dia penipu. Dia semakin marah dan aku langsung memblokirnya. 

Baca Juga: 5 Tanda Aplikasi Kencan Bukan Buatmu

Ketika menggunakan aplikasi kencan, jangan pernah mengirimkan foto pribadi dan uang dalam situasi apapun, cek nomor ponselnya untuk jaga-jaga, dan jangan tergiur foto profil. Berdasarkan pengalamanku, ada beberapa ciri penipu di aplikasi kencan, seperti, menghapus match setelah mendapat nomor telepon, terburu-buru ingin melakukan percakapan via telepon, mengeluhkan sesuatu yang bersinggungan dengan uang, menyarankan adanya transaksi pengiriman uang atau pulsa, dan tidak segan bersikap kasar untuk menekan psikologis target.

Apapun alasannya jika sudah menyinggung soal uang, jangan percaya begitu saja dan tidak masalah jika kamu langsung memblokirnya ya.

Sumber: Indah, 27 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu