Alami sexual abuse

Apa Itu Sexual Abuse?

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Sexual abuse, atau kekerasan seksual adalah aktivitas seksual yang tidak diinginkan, dengan pelaku menggunakan kekerasan, membuat ancaman atau mengambil keuntungan dari korban tanpa adanya persetujuan dari korban. Sexual abuse tidak hanya terjadi pada seorang wanita, tapi juga bisa terjadi pada pria atau anak-anak. Dan pelakunya bisa seorang pria, wanita atau bahkan anak dibawah umur.

Meskipun sexual abuse bisa terjadi pada siapa saja, namun sebagian besar korban kekerasan seksual adalah perempuan – sebuah fakta yang mengatakan bahwa bahkan hingga hari ini, di abad ke-21, perempuan masih dianggap lebih rendah dari laki-laki. Kekerasan seksual adalah cara lain untuk menindas perempuan dalam masyarakat patriarki.

Sebagian besar korban dan pelaku biasanya saling mengenal. Sexual abuse bukan berasal dari dorongan seks yang tidak terkendali, tetapi merupakan kejahatan yang dilakukan dengan sengaja dengan tujuan untuk mengendalikan dan mempermalukan korban. Reaksi langsung terhadap kekerasan seksual termasuk syok, ketakutan, atau ketidakpercayaan. Dampak jangka Panjang yaitu kecemasan, ketakutan atau gangguan stres pasca-trauma. 

Berikut beberapa jenis-jenis sexual abuse menurut komnas perempuan

  • Sexual assault atau serangan seksual – istilah yang mencakup semua pelanggaran seksual. Setiap tindakan atau pernyataan yang bersifat seksual dan dilakukan tanpa persetujuan dari kedua belah pihak.
  • Pemerkosaan – Serangan dalam bentuk pemaksaan hubungan seksual dengan memakai penis ke arah vagina, anus atau mulut korban. Bisa juga menggunakan jari tangan atau benda-benda lainnya. Serangan dilakukan dengan kekerasan, ancaman kekerasan, penahanan, tekanan psikologis, penyalahgunaan kekuasaan, atau dengan mengambil kesempatan dari lingkungan yang penuh paksaan.Ancaman dan Percobaan pemerkosaan – Intimidasi seksual yaitu tindakan yang menyerang seksualitas untuk menimbulkan rasa takut atau penderitaan psikis pada perempuan korban. Intimidasi seksual bisa disampaikan secara langsung maupun tidak langsung melalui surat, sms, email, dan lain-lain.
  • Eksploitasi Seksual – Tindakan penyalahgunaan kekuasan yang timpang,atau penyalahgunaan kepercayaan, untuk tujuan kepuasan seksual, maupun untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk uang, sosial, politik dan lainnya. Praktik eksploitasi seksual yang kerap ditemui adalah menggunakan kemiskinan perempuan sehingga ia masuk dalam prostitusi atau pornografi.
  • Pemaksaan perkawinan termasuk cerai gantung – Pemaksaan perkawinan dimasukkan sebagai jenis kekerasan seksual karena pemaksaan hubungan seksual menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkawinan yang tidak diinginkan oleh perempuan tersebut. Ada beberapa praktik di mana perempuan terikat perkawinan di luar kehendaknya sendiri.
  • Pemaksaan Kehamilan dan Aborsi –  Situasi ketika perempuan dipaksa, dengan kekerasan maupun ancaman kekerasan, untuk melanjutkan kehamilan yang tidak dikehendaki. Dan Pengguguran kandungan yang dilakukan karena adanya tekanan, ancaman, maupun paksaan dari pihak lain.

Kekerasan seksual termasuk pemerkosaan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia seperti tertuang dalam konstitusi kita, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Secara khusus perkosaan merampas hak perempuan sebagai warga negara atas jaminan perlindungan dan rasa aman yang telah dijamin di dalam konstitusi pada Pasal 28G(1).

 Karena lahir dari ketimpangan relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan, pembiaran terhadap terus berlanjutnya perkosaan terhadap perempuan merampas hak perempuan sebagai warga negara untuk bebas dari perlakuan diskriminatif dan untuk mendapatkan perlindungan dari perlakuan diskriminatif itu (Pasal 28I(2)). 

Baca Juga: 6 Faktor dalam Berkomunikasi Seksual yang Penting Dilakukan Pasangan

Akibat dari perkosaan itu, perempuan korban dapat kehilangan hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin (Pasal 28H(1)), hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia (Pasal 28G(2)), dan bahkan mungkin kehilangan haknya untuk hidup (Pasal 28A). Banyak pula perempuan korban yang kehilangan haknya atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (Pasal 27(1) dan Pasal 28D(1)) karena tidak dapat mengakses proses hukum yang berkeadilan.

Sexual abuse termasuk pelecehan seksual adalah salah satu masalah paling serius yang menjadi momok menakutkan bagi orang dewasa dan orang tua. Dengan memahami sexual abuse, bisa membantu kita untuk menghindari kejadian tersebut, dan dapat segera melakukan tindakan bila mengalami atau mendengar orang terdekat kita mengalami kejadian tersebut. 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu