bertemu pria-

Aplikasi Dating Mempertemukan Aku Dengan Pria Yang Sesuai Pada Prinsip Hidupku

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku tenaga kesehatan. Setelah putus dari hubungan  selama 7 tahun karena diselingkuhi, aku mencoba menggunakan aplikasi dating atau kencan. Awalnya hanya mencari teman bercerita saja, karena saat itu aku masih punya trust issue. 

Mellaui aplikasi aku bertemu beberapa laki-laki yang asyik sekali diajak bincang-bincang. Pernah juga bertemu senior kuliah, tapi tidak berlanjut karena perbedaan prinsip mengenai hubungan. Mereka yang kutemui di aplikasi dating selalu kuajak membahas berbagai hal untuk melihat sudut pandang mereka, apakah cocok dengan prinsipku atau tidak. Aku tidak pernah bertemu dengan mereka yang mengajakku aneh, hanya sebatas di-ghosting saja. Aku sangat membatasi pertemuan langsung jika merasa belum yakin dan belum lama kenal.

Dengan laki-laki yang sekarang menjadi pasanganku, ternyata kami satu profesi. Kami nyambung. Karena sudah merasa nyaman ngobrol di aplikasi, aku memberanikan diri pindah ke Instagram, lalu beralih ke Telegram karena fitur menyembunyikan nomor handphone, sehingga lebih aman. Lama-lama aku tertarik pada sudut pandangnya yang begitu luas. Aku menyukai deep talk, dia bisa dijadikan teman membahas hal-hal serius selama berjam-jam. Kami pun pindah ke WhatsApp, dan semakin sering berkomunikasi.

Setelah 2 bulan, dia mengajakku bertemu langsung tapi kutolak karena menurutku masih terlalu dini. Dia semakin terbuka, banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya. Masa lalunya ternyata hampir sama denganku, sempat menjalani hubungan selama 7 tahun. Dia ditinggalkan pacarnya saat uang tabungan untuk melamar sudah terkumpul. Uang itu lantas digunakan untuk usaha kecil-kecilan di rumahnya. 

Dia sudah lebih dulu move on  memberiku tips sembuh dari patah hati. Pada bulan ke-4 aku menerima ajakannya untuk bertemu. Dia ingin menjemputku di rumah nenekku, tempat tinggalku saat ini. Saat itu dia bilang ingin serius denganku, ingin membuktikan dia tidak seperti mantanku. Sesudah pertemuan kedua dia bertemu kedua orangtuaku, menyampaikan bahwa dia ingin serius denganku dan sedang mengumpulkan tabungan untuk melamarku. Dia tunjukan semua rekening dan tabungannya, memberitahuku tentang progres tabungannya. Dia minta aku bertemu kedua orangtuanya. Aku disambut baik. Kami mendapat lampu hijau.

Aku yang semula punya trust issue, takut pada komitmen apalagi menikah lagi karena trauma diselingkuhi, mulai move on dan memberanikan diri membuka hati kembali. Saat ini kami sedang mempersiapkan diri. Rencananya awal tahun ini kami akan mengadakan acara lamaran.

Jadi, tidak semua laki dari aplikasi dating itu buruk. Tapi kita perlu mengenal lebih dekat. Berikan pertanyaan yang relate dengan prinsip kita. Jangan hanya pembicaraan basa-basi yang tidak memberi informasi apapun tentang sudut pandangnya sebagai laki-laki. Cari tahu sosial medianya sampai ke akar-akarnya untuk memastikan apakah dia benar single atau tidak. Jangan langsung percaya begitu saja, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Dari Diajak Bobo Sampai Dibohongi, Akhirnya Aku Menemukan Jodoh di Aplikasi Kencan

Sebaiknya tolak juga kalau diajak bertemu tanpa teman atau keluarga. Jangan sungkan menolak kalau dia mengajak bertemu di tempat yang privat seperti kost atau apalagi hotel. Pilih tempat yang ramai seperti mall untuk menghindari kejahatan seksual.

Semua tergantung bagaimana kita menyaring dan memilih, ya … 

Sumber: Tania, 24 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu