Caraku agar Tetap Bahagia Menjadi Ibu Sekaligus Wanita Karir

Bahagia Jadi Ibu dan Perempuan Karier

Perempuan & Karir

Urbanwomen – Namaku Rachel, 41 tahun, CEO di salah satu perusahaan di Indonesia, sekaligus ibu rumah tangga. Aku mulai bekerja sejak masih kuliah, pernah jadi SPG dan kerja part time lainnya. Aku suka sekali mengoleksi majalah, sampai penasaran tentang proses pembuatannya, dan pernah lama bekerja di satu majalah yang cukup besar. Saat itu aku sudah menikah, umurku 24 tahun ketika itu. Sempat merasa bingung, apakah tetap bekerja atau tidak karena karierku saat itu sedang meningkat. Setiap tahun naik jabatan. Untungnya, aku punya pasangan yang selalu mendukung hal positif yang kulakukan. Aku pun tetap bekerja sampai saat ini. 

Menjadi ibu sekaligus bekerja memang tidak mudah. Bagiku hidup seimbang itu bukan 50 : 50, pasti ada saja yang 50 : 70. Aku tentukan yang seharusnya mesti dikerjakan terlebih dulu. Itu sudah kuterapkan selama ini. Seiring berjalannya waktu semua akan mengikuti.

Menjalankan peran ganda ini selalu punya tantangan. Belum lagi jika ada deadline pekerjaan dan kena teguran atasan. Aku selalu mencoba melihat sisi positif setiap hal yang kukerjakan. Kena tegur atasan merupakan tantangan agar aku meng-upgrade diri, agar jadi lebih baik. Atasan-atasanku  justru berubah menjadi kagum atas perubahan yang telah kulakukan.

Tak lupa juga, self love melalui me time. Dulu aku me time sambil lihat alam, pergi, baca buku, dan minum wine. Seiring berjalannya waktu kondisi juga berubah. Seperti ketika pandemi ini. Sekarang aku suka sekali belajar sejarah. Aku pernah tour keliling Jakarta untuk kenal lebih jauh kota tempat tinggalku. Itu sangat membantuku mengembalikan energi positif sekaligus menambah wawasan. Itu juga salah satu cara mengasah kreativitas dalam bekerja.  

Dari aspek spiritual, aku suka sekali membaca buku rohani dan rajin beribadah di gereja. Dibandingkan ikut komunitas gereja, aku lebih suka baca buku karena aku menjadi lebih fokus mengenal Tuhan lebih dalam. Tak lupa juga menerapkan setiap ajaran dalam kehidupan sehari-hari, untuk tetap berbuat baik pada siapapun. 

Aku sangat beruntung punya pasangan dengan satu visi dan misi. Aku dan suami membangun proyek besar yang semula milik suamiku, sebuah platform untuk membantu pelaku UMKM sehingga dapat memasarkan produk atau jasa di dunia digital dengan cara berbeda. Kami sangat berharap dapat membantu pelaku UMKM untuk bangkit dan memaksimalkan potensi. 

Baca Juga: Mendidik Anak sambil Bekerja dengan Cara yang Sederhana

Di tengah-tengah kesibukan, kami selalu berusaha agar selalu bermanfaat untuk orang lain. Ini juga termasuk cara mengembalikan energi positif. Terasa sangat menyenangkan ketika kita bisa membantu orang lain. Jadi, bukan soal kehidupan pribadi saja. Selalu libatkan Tuhan, dan berbuat baik untuk sesama menjadi salah satu usaha agar mendapatkan keseimbangan dalam hidup. 

Sumber: Rachel, 41 tahun, CEO, ibu rumah tangga

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu