Bekerja dengan Sepenuh Hati adalah Wujud Terimakasih Kita Pada Tuhan

Blog

Urbanwomen – Tak dipungkiri lagi bahwa pandemi virus Corona memang menyebabkan banyak kerugian di segala bidang, yakni pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Semua dibuat lumpuh oleh wabah ini. Kegiatan pendidikan harus diliburkan, akses terhadap fasilitas kesehatan menjadi dibatasi hingga maraknya PHK di berbagai perusahaan. Semua ini tidak hanya terjadi di ibu kota Negara saja, tapi juga hingga ke daerah di luar ibu kota.

Sepenggal kisah ini bisa menjadi pelajaran untuk tetap berpikir positif

“Rutinitas di tempat kerja berjalan seperti biasa. Membuat dan mengirim laporan melalui email, dan berbelanja kebutuhan kantor hingga menyetor uang ke bank. Protokol pencegahan virus Corona pun sudah diterapkan manajemen perusahaan. Selama Ramadan, saya mendapat tugas untuk menyediakan takjil bagi karyawan dan konsumen lain.

Saya selalu was-was karena dalam situasi pandemi masih harus tetap bekerja di luar kantor dan keluar masuk fasilitas umum yang berpotensi menjadi tempat penyebaran Corona. Namun saya berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan di luar kantor sama baiknya dengan pekerjaan di dalam kantor dan saya yakin bahwa apa yang akan terjadi hanya Tuhan yang tahu, sebagai manusia kita hanya bisa menerima takdir tuhan”.

Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab

Meskipun setiap tugas dan pekerjaan harus dilakukan di rumah maupun di kantor dengan suasana yang jauh berbeda serta berbagai keterbatasan yang ada, akan tetapi kita tetap harus melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Hal ini bukanlah tuntutan yang harus dilakukan setiap karyawan, namun tekad dan tanggung jawab adalah prinsip dasar dalam diri kita untuk bekerja sepenuh hati. Yah, pandemi bukanlah satu-satunya penghalang dalam hidup, jauh sebelum wabah ini ada mungkin kita semua sudah pernah dihadapkan dengan masalah yang juga sulit. Oleh karena itu bersyukur dan yakin merupakan pondasi agar kita selalu kuat menghadapi ujian.

Mematuhi peraturan pemerintah

Mengikuti peraturan pemerintah seperti wajib memakai masker ketika keluar rumah dan rutin mencuci tangan serta menjaga jarak juga termasuk wujud terimakasih kita kepada Tuhan. Karena kita masih diberi kesempatan untuk melakukan pencegahan. Kamu bisa bayangkan jika ketidakpatuhan kita terhadap anjuran pemerintah bisa merugikan diri kita dan orang lain, misalnya “kita terkena wabah ini dan tidak bisa bekerja seperti biasa” tentu saja hal ini akan merugikan kita, dan itu menandakan kita tidak sepenuhnya bersyukur kepada Tuhan.

Menjaga kebersihan dan kesehatan

Hal positif lainnya sebagai wujud terima kasih kita pada tuhan adalah senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan bersama.  Bukan lagi sebuah anjuran dari pemerintah, tetapi memang hakikatnya kita harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dimanapun dan kapanpun.  Dengan kondisi tubuh yang sehat dan lingkungan yang bersih kita bisa melakukan berbagai aktivitas dengan nyaman, termasuk bekerja.

Baca Juga: Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Petik dari Pandemi Covid-19

Ada banyak sekali cara kita bersyukur dan berterima kasih kepada sang pencipta. Di tengah wabah seperti ini tentunya bukan persoalan yang mudah bagi kita yang masih harus bekerja dan memenuhi tanggung jawab keluarga. Pada intinya, tindakan positif apapun yang kita lakukan adalah cara kita untuk senantiasa berterima kasih.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu