Belajar Mengakrabi Tubuh Sendiri

Belajar Mengakrabi Tubuh Sendiri

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Sejak entah kapan dalam sejarah panjang umat manusia keberadaan alat kelamin perempuan dianggap hanya sebagai sarana reproduksi atau pro-kreasi. Padahal, kalau vagina kita sangkutkan dengan seks, fungsi seks sendiri bukan cuma soal pro-kreasi, melainkan juga pro-rekreasi atau cara menyenangkan diri. Seorang perempuan zaman purba memahami vaginanya hanya sebagai alat alamiah untuk perkembangbiakan – berkembang biak penting sebagai upaya survival. Kita, perempuan modern, sepertinya tidak jauh beranjak dari pemahaman manusia purba nenek moyang kita itu menyangkut vagina.

Tapi OK lah, kita bicara saja tentang seberapa jauh kita kenal alat vital kita sendiri itu. Kita mulai dengan nama atau julukan yang kita sematkan untuknya: Miss V adalah pilihan yang kita anggap modern, untuk menggantikan sebutan lain yang ditanamkan ke dalam benak kita sejak kita kecil. Banyak dari nama atau julukan atau sebutan itu diciptakan atas dasar “norma”, atau “sopan santun”, agar tidak terdengar “porno” atau bahkan “jorok” karena kenyataannya banyak juga sebutan lain yang memang terkesan mendiskreditkan vagina sehingga kita risih mendengarnya. 

Berapa banyak dari kita yang merasa biasa-biasa saja mengeksplor vagina sendiri? Memeriksanya dengan cermin untuk melihat lekuk liku anatominya, merasakan perbedaan tekstur kulit, mengenali aromanya, dan lain-lain, dan sebagainya? Berapa banyak dari kita masih menganggap darah menstruasi sebagai “darah kotor”? Dari hal yang paling umum sajalah: Berapa banyak dari kita peduli cara mencuci panties atau celana dalam demi kebersihan dan kesehatan vagina, bukan sekadar karena agar panties kita awet?

Oleh sebab berbagai hal kita menganggap vagina bukan buat diri kita sendiri. Tentu ada pengaruh norma sosial, yang bila dicermati lebih lanjut akan kembali lagi pada kepentingan yang diciptakan bagi kita bukan demi tubuh kita sendiri. Harus bersih, harus wangi, demi pacar atau demi suami. Harus keset, tanpa kehadiran pelumas alami yang dianggap “becek” dan oleh karenanya tidak bagus, demi kenikmatan seksual yang dirasakan pacar atau suami. Produk pembersih vagina mencantumkan dan mengedepankan “kepentingan-kepentingan” itu, termasuk bagaimana biar area sekitar vagina jadi indah dipandang oleh orang lain. 

Kasihan, bukan? Vagina adalah kekhasan utama seorang perempuan. Vagina juga unik, seperti kekhasan dan keunikan masing-masing sosok dan pribadi perempuan yang tidak mungkin sama satu sama lain. Vagina, beserta seluruh perangkat reproduksi termasuk rahim sudah barang tentu, adalah penanda tubuh keperempuanan yang paling utama, tapi sekaligus juga paling sering kita anggap memalukan – itu sebabnya ada istilah “kemaluan”. Malu ditimbulkan oleh, antara lain, tabu yang diciptakan entah sejak kapan dan dipelihara dari zaman ke zaman tanpa kita pernah tahu apa alasannya. Kita malu bicara soal vagina karena ada tabu, kita malu pada diri sendiri menyangkut vagina sendiri juga karena tabu. Padahal, sama seperti kita selalu ingin mengenali eksistensi diri sebagai perempuan, kita juga harus kenal dan akrab dengan tubuh kita sendiri. 

Sebagai organ tubuh yang kita anggap sebagai “alat vital”, vagina juga private. Tapi saking dianggap private, kita jadi terasing dari vagina sendiri. Letaknya yang “ada di bawah situ” menyulitkan kita untuk bisa melihatnya dengan mudah sehingga seakan kian tersembunyi jugalah organ itu. Padahal urusan private itu adalah perkara “kerahasiaan” terhadap orang lain, sesuatu yang pribadi sifatnya, tidak untuk dibuka kecuali di hadapan dokter spesialis ginekologi atau dokter SpKK – Spesialis Kulit dan Kelamin, termasuk pada pasangan. Dan saking tidak kenalnya, kita juga jadi lupa pada arti kata “alat vital”: Vagina memang vital, penting sekali, bagi diri kita sendiri… bukan karena vital buat orang lain. Rasa tidak enak atau apalagi bila sampai muncul rasa sakit sebagai akibat aktivitas seks yang kurang nyaman, misalnya, harus dibicarakan dengan pasangan karena rasa itu penting bagi kita, sebagai penanda ketidakberesan fisik maupun rasa hati.

Baca Juga: Belajar dari Kesalahan Besar

Jadi… mari lebih jauh kenali dan akrabi tubuh sendiri, termasuk sampai vagina. Sebagai manusia kita punya seperangkat alat atau organ vital kehidupan seperti jantung, paru-paru, otak, lambung, dan lain sebagainya yang kita jaga sepenuh hati. Sebagai perempuan kita juga punya perangkat lain yang sama vital atau sama pentingnya untuk menggenapi fungsi keperempuanan kita: Payudara beserta kelenjar air susunya, dan sudah barang tentu juga vagina. Jaga kebersihan dan kesehatan vagina demi diri sendiri. Kenali fungsi sekaligus keunikannya sebagai pengetahuan bagi diri sendiri. Sebelum bisa berbangga bahwa vagina kita berguna atau bahkan menyenangkan bagi orang lain (pacar, atau suami), berbanggalah terlebih dulu bahwa kita mengenali betul organ tubuh yang vital itu… sebagai milik kita sendiri. (*) 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu