Bertahan Dalam Hubungan Ini Sama Saja Menyiksa Diriku

Bertahan Dalam Hubungan Ini Sama Saja Menyiksa Diriku

Kisah Utama

Urbanwomen – Saat ini aku berusia 20 tahun, guru les privat, Jawa Tengah. Pernah menjalani hubungan yang rumit. Ketika itu, aku menjalani hubungan LDR tapi sudah pernah bertemu. Ibuku sempat melarang menjalani hubungan ini karena kami berbeda suku. Tapi aku tidak peduli, tetap aku lanjutkan. Aku tipe wanita yang tidak mudah jatuh cinta, cuek. Tapi dengannya aku sangat nyaman, karena dia begitu perhatian selalu memberi kabar. Karena dia suka sekali bermain game, dia masuk grup pecinta game dan sering main bareng dengan wanita lain. Jika hanya membahas game tidak masalah, tapi mereka saling menanyakan kabar dan lain-lain. Seperti berpacaran saja. Awalnya aku tidak mempermasalahkan. Tapi semakin lama, dia mulai berhubungan terus dengan wanita itu. Setelah itu, aku berubah menjadi posesif dan sangat cemburuan. Dia memperlakukanku dengan baik di awal, sering memberikan uang padahal aku tidak meminta apapun. 

Setelah itu, mulai terlihat sifat aslinya. Pernah tiba-tiba dia marah tanpa alasan dan tidak menghubungiku selama 1 minggu. Saat itu aku sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian nasional. Karena terus memikirkan hal itu, aku menjadi tidak fokus membuat pikiranku berantakan. Ia pun berhubungan dengan wanita lain, dan terus terjadi berulang. Tiap dia berbuat salah, entah kenapa aku yang terus memohon agar dia kembali lagi padaku. Lelah sekali menjalani hubungan seperti itu. Lama-kelamaan aku mencoba jujur padanya jika aku merasa tidak dihargai. Dia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Tapi setiap ketahuan berbohong, dia selalu mengelak. 

Dengan semua kelakuannya tersebut, justru aku semakin bucin bahkan kalau sedang rindu bisa jatuh sakit. Hubungan ini tidak saling melengkapi, hanya aku yang banyak berkorban. Perlakukan dia juga semakin kasar. Tiap ingin dihubungi, aku selalu memohon memintanya untuk memberi kabar. Parahnya, dia sering mencaci maki aku mengeluarkan kata-kata hewan, bilang aku bodoh, perempuan murahan, pelacur. Aku hanya bisa menangis saat itu. Dia juga tidak pernah mendukungku. Aku pernah bercerita kalau aku akan melanjutkan kuliah. Bukan mendukung, justru menjatuhkan semangatku “Dih kuliah? Nulis aja kaya gitu sok-sokan mau kuliah, balik aja sana ke TK.” Padahal, aku selalu mendukungnya, tidak pernah meremehkan dia.

Semakin lama, aku merasa kalau hubungan ini membuat aku sering tertekan, menghambat perkembangan diri karena tiap melakukan kesalahan aku maafkan, belum lagi dia sering mengeluarkan kata-kata kasar. Mungkin karena itu dia jadi semakin seenaknya. Aku terus mempertahankan hubungan ini karena takut kesepian, masih berpikir dulu dia juga pernah memperlakukan aku dengan baik. 

Rasa nyaman, juga menjadi salah satu alasan kenapa aku tetap mempertahankannya. Dia juga pendengar yang baik, tiap ada masalah aku selalu cerita dengannya. Akhirnya, kuputuskan untuk berhenti. Aku merasa di sia-siakan, tidak tahan dengan kalimat kasar yang sering dia ucapkan kepadaku. Dia tidak memperlakukanku seperti apa yang kulakukan. Seperti selalu memberi kabar dan mendukung semua hal yang aku lakukan. Lagipula keluargaku juga melarang hubungan ini sejak awal. Dia juga tidak mau berusaha lebih keras mencari pekerjaan untuk tunangan. Saat mendapatkan uang, justru digunakan untuk membeli handphone. 

Baca Juga: Keputusan Dalam Hidup yang Tidak Pernah Aku Sesali

Setelah putus, aku menyibukan diri dengan mengajar les, mendatangi murid yang tidak bisa datang ke rumahku. Mengikuti kegiatan agama, masak-masak, dan membaca novel. Aku sengaja melakukan ini agar tidak terus memikirkannya. 

Pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil tiap melakukan kesalahan. Jangan pernah menggantungkan harapan kita pada orang lain, karena jika orang tersebut pergi dunia berantakan. Jangan menuruti semua kemauannya. Kalau pasangan sudah sering berkata kasar, jangan dimaklumi tapi tinggalkan. 

Sumber: Mei, nama disamarkan, 20 tahun, Jawa Tengah

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu