Bertekad untuk Tidak Mengulang Kesalahan

Bertekad untuk Tidak Mengulang Kesalahan

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Saya seorang perempuan berusia 24 tahun, saat ini bekerja di perusahaan startup di Indonesia. Saya punya masa lalu yang tidak baik semasa kuliah: Berhubungan seks dengan beberapa laki-laki yang saya kenal dari internet. 

Saya baru di semester pertama ketika itu, kos di Jakarta. Sepulang kampus saya tidak punya kegiatan apa-apa selain main medsos. Sampai akhirnya saya mencoba mengunduh aplikasi pencari jodoh dan berkenalan dengan beberapa laki-laki. Hubungan kami makin dekat hingga suatu hari salah seorangnya ingin main ke kos saya dan saya izinkan. Itu pertama kali saya melakukannya. Merasa ketagihan, esok harinya saya diajak ke hotel oleh laki-laki lain. Semua dilakukan dengan alasan suka sama suka.

Saya ganti mengunduh aplikasi lainnya yang serupa. Lama-kelamaan saya minta bayaran untuk uang jajan. Saya dibayar 500 – 700 ribu tiap pertemuan. 

Sampai suatu kali saya panik karena telat haid. Saya menemui seorang psikiater yang menyarankan saya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hasilnya negatif.  Tapi saya kena omelan si dokter kandungan karena sering bergonta-ganti pasangan. Dia menjelaskan tentang penyakit seksual menular. Jujur saja, saya tidak tahu sama sekali tentang itu. Orangtua juga tak pernah memberitahu saya. Tiap kali berhubungan seks pasangan-pasangan saya tidak selalu pakai kondom karena ada yang merasa tidak nyaman ketika memakainya. 

Selain takut hamil, saya juga memikirkan bagaimana jika saya terkena penyakit kelamin. Akhirnya saya cek kesehatan. Saya sudah menyadari bahwa yang sering saya lakukan itu salah. Sambil menunggu hasil cek saya merasa cemas sekali. Beruntungnya, hasilnya saya tidak terkena penyakit apapun.

Dari situ saya bertekad untuk tidak menerima ajakan berhubungan seks dari siapapun lagi. Baru terpikir oleh saya ketika itu, bagaimana jika kelak tidak ada orang yang mau menikahi saya karena masa lalu saya. Ketika itu saya berhenti kuliah terlebih dulu karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Aplikasi pencari jodoh saya buang. Cukup sulit memang melepaskan kebiasaan buruk itu. Tapi, karena arahan dari dokter tentang berbagai risiko yang didapat, saya berniat kuat untuk tidak melakukannya kembali

Tak sampai di situ, sekarang saya juga rutin cek kesehatan. Sudah beberapa tahun saya belum punya pasangan lagi, tapi saya mencoba menyibukan diri dengan ikut beberapa seminar untuk mendukung potensi saya dalam bekerja. 

Saya beruntung karena masih diberi kesempatan oleh Tuhan tidak tertular penyakit seksual. Pesan saya, baiknya kita memiliki pengetahuan dulu soal seks untuk mengetahui konsekuensi ketika melakukannya. Bila perlu konsultasikan ke dokter langsung seperti apa cara melakukan hubungan intim yang aman.

Sumber: Anonim

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu