Berusaha Menggunakan Uang THR dengan Bijak, Aku Disangka Pelit dan Terlalu Hemat

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku Nadiva, 25 tahun, karyawan swasta, di Jakarta. Aku bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Aku berasal dari Kalimantan, merantau ke Jakarta untuk mendapat pekerjaan. Karena tidak ada saudara dan aku hidup sendirian, memaksaku harus pandai mengelola keuangan dengan bijak karena gaji yang aku peroleh juga belum besar. Belum lagi, aku harus mengirimkan uang tiap bulan pada keluarga yang ada di kampung halaman. Sering kali aku menunda kesenangan untuk sekedar jalan-jalan atau makan di luar bersama teman-temanku agar bisa berhemat. 

Sudah sekitar 2 tahun aku bekerja di perusahaan yang sekarang. Dua minggu sebelum lebaran, perusahaan sudah membagikan THR satu kali gaji. Sudah dari jauh hari aku sudah memikirkan, kira-kira uang tersebut akan aku gunakan untuk apa. Aku sudah berniat tidak akan menggunakan semuanya untuk membeli baju lebaran saja. Ada beberapa cara yang bisa aku lakukan agar uang THR bisa digunakan dengan tepat untuk hal-hal lain yang penting. 

Pertama, membuat skala prioritas. Biasanya, aku akan membuat list skala prioritas dan budgeting. Ini sangat membantuku dalam mengatur dan mengurutkan kebutuhan Ramadhan. List pertama yang aku tulis adalah tentang pembayaran zakat. Lalu, membuat catatan kebutuhan lebaran dan prioritaskan mana yang paling penting. Misalnya, kebutuhan untuk mudik, kirim parcel pada teman lama dan kolega kerja, membelikan hadiah untuk orang tua, dan menyiapkan amplop lebaran untuk orang tua dan ponakan. Untuk membeli baju lebaran, juga perlu dibatasi. Jangan mudah tergoda dengan berbagai promo Ramadhan, mulai dari promo makanan hingga produk fashion. Biasanya, aku hanya membelikan masing-masing satu baju untuk kedua orangtuaku, adik, dan aku. 

Setelah itu, aku manfaatkan THR untuk membayar cicilan. Jika masih banyak yang tersisa, aku gunakan untuk membayar kos-kosan. Meskipun tidak bisa melunasi secara keseluruhan, paling tidak dana THR bisa aku alokasikan untuk meringankan beban hutang. Lalu yang terakhir, tidak lupa aku bagikan untuk membeli kebutuhan Idul Adha.

Karena setiap aku mendapatkan THR selalu aku buatkan list skala prioritas, mulai dari yang penting sampai yang tidak begitu penting, selalu ada sisa THR yang aku simpan untuk kebutuhan lain di bulan depan walaupun memang jumlahnya tidak banyak. 

Tapi, tak jarang caraku mengelola uang THR ini mendapat sindiran dari saudara-saudaraku yang ada di kampung “kerja di kota kok ngasih THR ke saudaranya masih perhitungan, bukannya gaji di kota lebih lumayan besar ya.” Mereka tidak tahu betapa berusahanya aku mengumpulkan uang agar bisa bertahan hidup di kota, jauh dari keluarga dan orang tua. Aku sangat berusaha agar tidak merepotkan mereka, mengirimkan uang setiap bulan untuk biaya kos dan lain-lain. Sempat ada perasaan bersalah, tapi semakin kupikirkan, aku melakukan semua ini demi mendapatkan masa depan yang cerah. Jika masa depanku baik, tentu aku pasti bisa mengangkat derajat keluarga. 

Baca Juga: Rencana Finansial 2022

Setelah mendapatkan THR, aku mendapatkan gaji bulanan yang aku manfaatkan simpan untuk dana darurat walau tidak banyak hanya sekitar 500 ribu, ini sudah aku sesuaikan dengan penghasilanku dan menambahkan tabungan. Karena THR sebagian sudah aku gunakan untuk membayar hutang, ketika gajian uangnya bisa aku simpan lebih banyak lagi. Jadi, hanya berat di awal, sedangkan di akhir akan terasa ringan.

Jadi, ada baiknya uang THR yang diperoleh tidak dihabiskan seluruhnya. Tapi, tentukan prioritas dan budget untuk masing-masing kebutuhan, termasuk porsi yang ingin diinvestasikan dan ditabung supaya nanti tidak terbuang sia-sia uangnya. Bagi-bagi uang THR juga seperlunya saja, tidak perlu dipaksakan memberikan terlalu banyak apalagi sampai memaksakan kondisi, berujung pinjam sana sini.

Sumber: Aku Nadiva, 25 tahun, karyawan swasta, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu