7 Strategi untuk Meninggalkan Masa Lalu di Belakangmu

7 Strategi untuk Meninggalkan Masa Lalu di Belakangmu

Blog

Urbanwomen – Semua orang pasti pernah belajar untuk berdamai dengan masa lalu yang manis maupun yang pahit. Namun, terkadang kita masih suka mengenang masa lalu itu padahal sangat menyakitkan. Kita punya pilihan. Kita bisa terus hidup dengan bayang-bayang masa lalu, tapi kita juga bisa memilih untuk melepaskan masa lalu dan melanjutkan hidup kita. Positifnya, kita dapat memilih untuk belajar dari pengalaman kita sehingga kita mampu mengatasi masalah yang sama di masa depan dan menjadi lebih baik lagi. Kamu harus melupakan masa lalu, kamu harus menerima apa yang telah terjadi dan siap untuk berdamai dengan masa lalu. Di bawah ini ada 7 strategi yang ampuh untuk meninggalkan masa lalu jauh di belakangmu.

1. Dengan sadar memutuskan untuk melupakan masa lalu

Kamu mungkin mengira pernyataan ini jelas tetapi sebenarnya tidak. Secara sadar berarti menyadari apa yang telah terjadi padamu dan memahami bagaimana kamu terpengaruh olehnya. Kamu tidak hanya terperosok dalam emosi buta. Membuat keputusan berarti kamu telah mempertimbangkan pilihanmu dan telah memilih untuk mengejar kesadaran dan wawasan.

2. Bertanggung jawab pada dirimu sendiri

Pada akhirnya, terserahmu untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk membantu memajukanmu. Tanyakan pada dirimu sendiri, Apa yang kamu cari dan mengapa? Bagaimana perasaanmu saat bertahan dengan masa lalu? Apakah kamu merasa lebih baik hidup dalam ingatan masa lalu? Atau kamu malah terlalu bersedih-sedih bersama masa lalu? Dengan kata lain, apakah tetap tinggal bersama kenangan masa lalu dapat menjauhkan untuk maju di masa depan? Bersikap jujur mungkin akan membuahkan hasil dalam jangka panjang. Rasa sakit hati, amarah, dan kekecewaan akan berkurang setelah kamu membuka jalan menuju pemahaman yang lebih baik dan lebih realistis tentang situasi tersebut.

3. Terima masa lalu apa adanya

Pikirkan lima tahap kesedihan Elizabeth Kubler-Ross sebagai contoh untuk menghadapi masa lalu di belakang kita. Tentu saja, contohnya mengacu pada kesedihan dan kehilangan atas kematian seseorang, orang yang dicintai. Namun, ada kalanya kejadian masa lalu terasa seperti kehilangan, dan saat kesedihan adalah emosi yang tepat untuk meratapi kehilangan itu. Dalam contoh Kubler-Ross, tahapan kesedihan sebelum penerimaan adalah penyangkalan, kemarahan, tawar menawar, dan depresi. Pada akhirnya, tujuannya adalah menerima masa lalu apa adanya, bukan seperti yang kamu inginkan sebelumnya. Ini adalah penerimaan fakta bahwa keadaan yang dulu tidak lagi berkelanjutan. Ketika kamu menerima kenyataan itu, itu membuka kemungkinan hal-hal baru, perspektif yang berbeda, dan mungkin memiliki kesadaran yang lebih baik.

4. Buatlah rencana untuk masa depan

Tentukan apa yang paling penting bagimu saat ini dan di masa depan. Kamu mungkin tidak tahu seperti apa masa depanmu nantinya, tetapi mengambil langkah kecil pun akan membantumu memasuki masa depan dengan persiapan. Kamu bisa mengatur ulang prioritasmu, sehingga kamu dapat menjelajahi berbagai kemungkinan dan peluang. Cobalah sesuatu yang baru dan keluarlah dari zona nyaman. Yang penting kamu mencobanya, meskipun tidak berhasil. Jika kamu tidak dapat melihat apa yang akan terjadi, tapi kamu dapat membuatnya.

5. Kumpulkan kekuatanmu

Apa hal positif dalam dirimu? Apa bakat, kekuatan, dan asetmu? Di mana kamu bisa membuat perubahan positif dalam hidupmu? Kamu hanya memerlukan perubahan kecil. Tentukan apa yang kamu butuhkan, apa yang membuatmu bahagia, apa yang memberdayakanmu, daripada kamu sibuk mementingkan kepentingan orang lain sampai lupa menyenangkan diri sendiri. Kelilingilah dirimu dengan orang-orang yang mengutamakan kepentinganmu, mereka yang memahami siapa kamu dan mendukung serta mendorongmu.

6. Maafkan dirimu dan orang lain

Memaafkan memungkinkanmu menerima masa lalu meskipun kamu mungkin masih banyak pertanyaan tentang hal tersebut. Seringkali, orang melakukan apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri tanpa bermaksud menyakiti orang lain. Daripada menghabiskan banyak waktu dan energi untuk memahami apa yang terjadi di masa lalu, sebaiknya kamu membiarkan dirimu memaafkan kejadian dan orang-orang di masa lalumu dan melanjutkan hidup ke fase lainnya.

7. Pelajari masa lalumu

Seperti apa pun yang terjadi pada kita dalam hidup, selalu ada hal baru untuk dipelajari bagi diri kita sendiri. Sungguh ironis, tetapi benar bahwa peristiwa yang mengecewakan banyak pelajarannya. Kita akan belajar lebih berhati-hati menaruh harapan agar tidak terjadi kekecewaan. Ketika segala sesuatu tidak berhasil untuk kita, kita mungkin merasa kehilangan apa yang sangat kita inginkan. Kita mungkin merasa ditolak, harga diri kita mungkin terasa jatuh. Namun, dengan menerima untuk mempelajari masa lalumu, kamu akan jauh berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Berdamai Dengan Masa Lalu Demi Masa Depan

Berdamai dengan masa lalu mungkin bukanlah hal yang mudah tapi bisa diusahakan dengan 7 strategi ampuh di atas. Yuk, mulai dari sekarang!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu