Buat Apa Perempuan Berpendidikan Tinggi

Buat Apa Perempuan Berpendidikan Tinggi?

Kisah Utama

Urbanwomen – Nama saya Pratiwi, seorang wanita yang baru saja pulang dari sekolah pasca sarjana di luar negeri. Saya sendiri memiliki pengalaman mengenai wanita yang menempuh pendidikan tinggi. Setelah sarjana sayangnya memang masih banyak penilaian yang bersifat tidak mendukung. Apalagi jika kamu tumbuh besar di budaya tertentu (yang saya tidak bisa sebutkan), di mana sebagian besar orang masih mengukur “uang panai” (tanda penghargaan/uang belana untuk meminang perempuan daerah tersebut) dari status pendidikan/ karir/ keluarga perempuan.

Candaan seperti “Wah pasti uang panainya mahal banget, udah S2 di luar negeri pula”. Di lain kesempatan ada juga yang bilang “Aduh sekolah tinggi-tinggi buat apa, toh di dapur juga”. Sedihnya yang bilang ini justru perempuan – perempuan yang dekat dengan saya, bahkan ada juga yang dari pihak keluarga sendiri. Saya tidak menanggapinya karena menghormati dia sebagai keluarga.

Padahal, jika mereka mau bertanya sedikit saja tentang alasan terbesar saya kenapa ingin berpendidikan tinggi dan kenapa penting bagi wanita, saya akan menjelaskannya. Ya, salah satu alasan utama saya karena saya ingin anak-anak saya kelak bangga memiliki ibu yang menjunjung tinggi pendidikan. Bagi saya, generasi yang hebat lahir dari “rahim” ibu yang cerdas dan sekolah lebih tinggi adalah satu dari sekian cara untuk menjadi yang cedas. Sebab, tak bisa dipungkiri kalau ibu adalah guru pertama seorang anak.

Di sini lain, jika seorang wanita punya pendidikan lebih tinggi misalnya S2 atau S3 bisa mengangkat derajatnya di lingkungan sosial, sosoknya akan lebih dilihat dan diperhitunggkan. Hal ini penting untuk meningkatkan kesetaraan gender di banyak sektor bagi perempuan.

Baca Juga: Belanda Menawarkan Sesuatu yang Tak Kubayangkan

Bagi saya pribadi, yang kini menganggap jika pendidikan penting dan sangat mempengaruhi kita di beberapa aspek seperti pola berpikir dan lebih bisa mengendalikan emosi tak hanya memakai perasaan saja. Menempuh pendidikan lanjutan juga merupakan cara saya menunjukkan ke lingkungan saya yang sebagian besar enggan melanjutkan pendidikan, bahwa kita memang tak bisa memilih lahir di mana, tapi kita bisa berjuang untuk tetap sekolah setinggi-tingginya, tak peduli itu perempuan atau laki-laki.

Sumber: Pratiwi Hamdhana AM

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu