Cinta Sejati Rela Melakukan Apapun

Cinta Sejati Rela Melakukan Apapun. Kata Siapa?

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Kita seringkali disuguhkan oleh narasi-narasi tentang cinta bahwa cinta sejati itu rela melakukan apapun demi pasangan. Apa benar seperti itu? Karena cinta yang tidak didasari oleh logika justru akan menghasilkan hubungan yang tidak sehat bahkan mengakibatkan hal-hal yang fatal hingga merugikan orang lain. 

1. Bucin Berujung Kriminal

Sepasang kekasih, S dan A diamankan Polsek Cakung karena bekerjasama melakukan perampokan. Korbannya adalah M,selingkuhan dari A. Saat itu, A berpura-pura mengajak M berkencan kemudian mencuri sepeda motornya

Cinta sih, tapi…

Pikirkan baik-baik sebelum bertindak. Tidak semua yang dilakukan pasangan harus didukung, ko. Kamu berhak menolak jika tindakan pasanganmu justru mengarah pada hal yang tidak baik. Cerita S dan A bisa jadi contoh kalau pasangan melakukan hal yang ga baik, kamu ga usah ikut-ikutan ya!

2. Cinta Ditolak Nyawa Melayang

Rasa cinta mendalam membuat R kecewa ketika mengetahui N menolak perasaannya. Apalagi ketika N mengetahui jika R baru menikah dengan wanita lain. Dibutakan oleh perasaan, R mengirim makanan yang sudah diracuni kepada N. Makanan tersebut justru memakan korban lain yaitu anak pengemudi ojol yang memakan makanan tersebut

Cinta sih, tapi..

Tanyakan lagi pada hati kecil kita, apakah benar cinta kalau mencelakai orang yang kita sayangi? Cinta ditolak bukan akhir dunia. Wajar jika merasa sedih tapi akan lebih keren kalau kita jadi terpacu untuk jadi lebih baik lagi. 

3. Cinta Atau Obsesi?

J mulai tidak nyaman ketika pasangannya, T membatasinya secara berlebihan. Kesana kemari harus lapor. Komunikasi juga diawasi. Lama-lama J harus berbohong hanya untuk main bersama teman-temannya. T marah dan mengancam bunuh diri. Akhir-akhir ini T bahkan mengikuti J secara diam-diam

Cinta sih, tapi…

Kalau terlalu berlebihan namanya sudah terobsesi.  Menjadikan pasangan hanya untuk kita seorang tanpa boleh bergaul dengan siapapun. Curiga berlebihanpun jadi makanan sehari-hari. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog jika kamu merasa perasaan cintamu sudah tidak sehat.

Baca Juga: Untuk Kamu Yang Menganggap Pasanganmu Paling Romantis

Beberapa cerita di atas mungkin ekstrem ya, Urbanesse. Namun, bisa jadi pengingat bahwa narasi-narasi tentang cinta tidak selamanya benar. Jangan sampai rasa cinta menghilangkan akal sehat kita. Mencintai sewajarnya dan tentu saja, jangan lupa cintai dirimu juga ya, Urbanesse!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu