Corona Bikin Dompet Oleng Laki-Laki Masa Kini!

Pandangan Pria

Saya sedang merintis usaha agensi untuk mengejar mimpi kaum milenial atau bahkan semua orang pada umumnya. Punya tempat tinggal nyaman, mobil ber-AC, dan kebutuhan sehari-hari tercukupi rasanya pas untuk 5 tahun ke depan. Saya perantauan di Jakarta sejak berkuliah sembilan tahun lalu. Hidup di ibukota kadang tidak menentu, ada saja tantangan dalam usaha rintisan. Naum sebenarnya hidup saya nyaman-nyaman saja dan saya syukuri.
Semuanya berubah setelah berkembangnya wabah Covid19. Aktivitas perkantoran dan korporasi harus diliburkan sehingga klien-klien juga tidak bisa mengambil proyek pada saya (kepikiran saja mungkin tidak). Penghasilan saya untuk menyambung hidup turun sampai 90% lebih! Tapi apa daya? Virus Corona dampaknya memang bukan hanya pada saya saja.
Namun secara khusus menurut saya Covid19 berdampak begitu besar bagi para laki-laki. Semua aktivitas pekerjaan yang sehari-hari dikerjakan harus dihentikan sementara waktu oleh perusahaan. Akibatnya pengeluaran yang semakin menipis membuat kami kaum Adam harus berusaha keras untuk dapat mememuhi kebutuhan dan membayar cicilan-cicilan.

Dampak Positif Virus Corona untuk Saya

Saya harus beradaptasi. Tidak lagi mendapatkan dukungan finansial dari orangtua membuat saya harus pintar-pintar melihat peluang. Akhirnya saya berjualan masker non medis dan memulai Trading Forex dan Komoditas sebagai sumber penghasilan sementara.
Dengan demikian saya tidak sertamerta menyesali wabah ini. Dampak positifnya adalah saya menjadi lebih fasih dalam dunia Trading! Trading Forex dan Komoditas menyambung kehidupan saya beberapa bulan belakangan ini, membuat saya giat berlatih dalam analisa.

Cara Bumi untuk regenerasi
Satu lagi, sebagai tambahan (salah satu pemikiran “liar” saya gara-gara wabah ini), menurut saya wabah penyakit ini adalah cara Bumi kita untuk meregenerasi ataumenyembuhkan dirinya dari pemanasan global, polusi, dan hal-hal lain.

     BACA JUGA : Covid Membuat Saya Hidup Sehat

Gambar: Suasana Jalan Gatot Subroto di Jakarta saat masa Karantina akibat Virus Corona.
Sumber: Liputan 6

Sebagai contoh, lihat saja foto di atas. Pernahkah Jalan Gatot Subroto Jakarta sekosong itu kecuali saat libur Lebaran? Saya juga yakin tingkat pencemaran udara menjadi lebih rendah sehingga bumi bisa “beristirahat” dari pekatnya polusi yang selama ini terjadi.

Pembaca, semoga kita semua sehat selalu di manapun berada. Mari kita berdoa dan lakukan yang terbaik dalam masa-masa karantina seperti ini. Tetap positif dan mencari kebaikan! (*)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu