dampak-finansial-abuse

Dampak Financial Abuse: Harus Memilih Antara Menjadi Gelandangan atau Terus Dipukuli

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Berdasarkan survey dari The Allstate Foundation, dampak dari financial abuse dapat sangat menghancurkan kehidupan korbannya terutama jika korbannya wanita. Korban menjadi merasa tidak mampu dan tidak percaya diri menjalani hidupnya sendiri karena kekerasan emosional yang menyertai kekerasan finansial. 

Berikut adalah beberapa dampak yang dapat disebabkan karena kekerasan finansial dalam hubungan

  • Rentan Terhadap Kekerasan Fisik

Dalam jangka pendek, financial abuse membuat korbannya rentan terhadap kekerasan fisik. Tanpa memiliki akses ke uang, kartu kredit, dan aset keuangan lainnya, sangat sulit untuk melakukan segala jenis rencana penyelamatan diri.

Misalnya, jika pelaku financial abuse juga melakukan kekerasan fisik dengan sangat kejam dan korban harus pergi agar tetap aman, hal ini akan sulit dilakukan tanpa uang atau kartu kredit karena semua aset dikendalikan oleh pelaku tanpa bisa disentuh korban. 

  • Tidak Bisa Lepas Dari Hubungan Toxic

Karena sebelumnya dibuat sangat bergantung  pada pelaku dengan tidak diperbolehkan bekerja atau mencari penghasilan, saat berusaha melepaskan diri mereka akan pergi tanpa bekal, makanan dan kebutuhan lainnya karena tidak punya uang. Itu adalah alasan nomor satu mengapa wanita bertahan atau kembali ke hubungan yang toxic. Hal tersebut juga terjadi karena korban tak memiliki akses atas keuangannya sendiri, penghasilan, tabungan, dan aset.

  • Sulit Hidup Mandiri 

Jika korban kekerasan finansial harus meninggalkan hubungan selamanya, sulit hidup mandiri dengan mencari penghasilan bahkan untuk menghidupi dirinya sendiri karena sudah dibuat bergantung dengan pelaku, memiliki reputasi buruk karena sering gonta ganti pekerjaan karena perintah pelaku, atau bahkan tak memiliki skill apapun yang bisa digunakan untuk bekerja karena larangan untuk belajar oleh pelaku. Karena itu banyak korban yang tinggal bersama atau kembali menjadi korban karena kekhawatiran tentang stabilitas keuangan.

  • Masa Depan Finansial yang Buruk

Korban kekerasan finansial yang berhasil meninggalkan pelaku kekerasan justru mendapati diri mereka terlilit hutang, tidak memiliki keterampilan kerja yang diperlukan, dan bahkan berisiko menjadi gelandangan.

Bahkan mereka akan sulit untuk mengajukan pinjaman uang atau cicilan kendaraan sampai cicilan rumah, karena memiliki riwayat kredit keuangan yang buruk akibat sering digunakan untuk mengajukan pinjaman atau dijadikan tujuan tagihan hutang oleh pasangannya.

Baca Juga: Tabungan Bersama Digunakan untuk Kepentingan Pribadinya, Kami Batal Menikah

Tanpa adanya sumber daya yang bisa gunakan seperti pinjaman uang untuk memulai kehidupan baru, para korban akan sulit merawat diri mereka sendiri, mencari pekerjaan dan tempat tinggal, atau menabung untuk masa depan. 

Kim Pentico director of economic justice programs, National Network to End Domestic Violence (NNEDV) menyampaikan

“Financial abuse sangat efektif karena seringkali dianggap tidak ilegal, dan itu adalah taktik kekerasan dalam rumah tangga yang tidak terlihat. Perempuan benar-benar dibuat tidak punya uang untuk ongkos taksi, untuk membeli makanan dan kebutuhan hidup lainnya, sering kali hal tersebut memaksa mereka untuk memilih antara menjadi gelandangan atau terus dipukuli. Ini adalah situasi yang membuat para Wanita sangat tidak berdaya.”

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu