Dari Diajak Bobo Sampai Dibohongi, Akhirnya Aku Menemukan Jodoh di Aplikasi Kencan

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku single mom, anakku satu. Rumah tanggaku gagal.  Aku pernah mencoba aplikasi dating sampai menemukan beberapa laki-laki yang memberiku banyak pelajaran. Ada beristri, ada yang sekadar mengajak having sex, ada yang hanya mengobral janji manis untuk menikahiku. Sampai akhirnya  seseorang  yang serius dan kini menjadi suamiku.

Perjalananku untuk menemukan sosok laki-laki yang tepat tidaklah sebentar. Aku sering sekali bertemu dengan mereka yang obrolannya mengarah pada seks. Macam-macam caranya, mulai dari cara halus mengajak having sex sampai yang terang-terangan minta VCS. Biasanya mereka mancing-mancing soal apa yang paling aku sukai sebelum mengarahkan obrolan berbau seksual. Ada juga yang langsung mengajak berhubungan seksual, baru dia berjanji untuk berpacaran denganku. Mungkin karena aku single parent, jadi mereka mencoba-coba. Aku paham betul, cuma perempuan yang akan mendapat banyak kerugian. Rugi perasaan, waktu, belum lagi kalau sampai hamil, tidak ada jaminan laki-laki itu akan bertanggung jawab. 

Sebelum bertemu suami baruku aku sempat dekat dengan seseorang yang ternyata sudah bertunangan. Kami sempat bertemu. Dia sangat pandai, membuatku kagum. Katanya dia sudah punya rumah dan bekerja sebagai wartawan. Dia juga bercerita tentang pendidikannya. Aku pernah dibuatkan semacam surat yang isinya menggambarkan tentang diriku. Dia selalu melakukan hal manis. Ketika hubungan kami semakin dekat, tiba-tiba saja dia menghilang sebulan. Dari sosial medianya aku tahu dia baru saja menggelar acara tunangan dengan pacarnya. Aku mencoba menghubunginya lewat media sosialnya tapi aku diblokir. Tunangannya curiga. Laki-laki itu bilang aku perempuan pengganggu yang ingin menghancurkan hubungan mereka. Aku dan tunangannya sempat berkomunikasi tentang hal ini. Tapi kini mereka sudah resmi menikah. 

Aku belajar pentingnya mencari tahu latar belakang laki-laki yang kutemui di aplikasi dating. Jangan langsung percaya begitu saja. Aku mulai menyeleksi. Pertama, kupastikan terlebih dulu apakah namanya sesuai dengan nama akun media sosialnya. Kedua, cari tahu semua akun sosial medianya. Perhatikan circle pertemanannya, untuk melihat perilakunya. Ketiga, yang paling penting, pastikan dia belum berkeluarga. Jika tidak ada satu pun foto berdua perempuan di sosial medianya, tetaplah cari tahu melalui sosial media teman-temannya. Jika ternyata sudah berkeluarga, jangan lanjutkan. Jangan termakan janji manis akan menceraikan istrinya demi dirimu.

Baca Juga: Financial Abuse : Cara paling ampuh mempertahankan toxic relationships?

Setelah sekitar 2 tahun aku bertemu calon suamiku. Tak butuh waktu lama, setelah berkenalan lewat aplikasi dating kami sepakat untuk bertemu. Langsung terlihat dia benar-benar mencari istri. Kami saling follow sosial media. Tak lama setelah bertemu, dia menandai akun sosial mediaku di postingannya untuk memberitahu teman-temannya bahwa dia sudah bertemu denganku. Tidak ada yang dia tutup-tutupi. Kucari tahu pertemanannya di sosial media, dia mengenalkanku dengan teman-teman kantornya dan keluarganya. Dia datang ke rumah bertemu dengan keluargaku untuk membuktikan keseriusannya. Dua bulan kemudian, kami memutuskan untuk menikah. Ya, ternyata tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa dia memang serius. Dia benar-benar menjagaku.  Keseriusan laki-laki bisa dilihat dari apa yang dia lakukan, bukan kata-kata manis saja.

Tidak masalah jika ingin mencari jodoh melalui aplikasi dating, tapi tetap hati-hati. Kita juga perlu tahu batas berpacaran. Jika saja dia sudah meminta lebih, itu menunjukan dia tidak serius dan hanya penasaran saja. 

Sumber: Diva, 28 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu