merasa insecure

Diriku Pernah Merasa Insecure karena Komentar Orang Lain Tentang Tubuhku

Kisah Utama

Urbanwomen – Namaku Henny, 33 tahun, health and beauty consultant di Jakarta. Ketika berusia 27 tahun aku sempat merasa insecure dengan berat badan yang kurang ideal. Tak jarang orang memberi komentar bahwa aku terlalu kurus. Beberapa orang menyuruhku menggemukan badan. Akibatnya aku terlalu sering mengonsumsi makanan enak namun tidak sehat, seperti gorengan dan makanan cepat saji.

Entah kenapa, semakin lama aku merasa tidak nyaman dengan pipi, lengan, paha, yang semakin membesar. Ketika melihat diri sendiri di cermin aku merasa tidak percaya diri. Awalnya aku tidak peduli dengan orang sekitar yang membicarakan berat badanku yang berubah, tidak masalah aku gemuk asalkan sehat. Ternyata berat badan berlebih sama saja tidak sehat. Aku menjadi sering migrain, lemas, dan mengantuk. Terlalu mendengarkan pendapat orang memberi dampak negatif pada tubuh karena keinginan tidak datang dari diri sendiri. Ketika kesehatan terganggu, apa mereka peduli? Tentu aku sendiri yang harus berjuang untuk menyehatkan tubuhku kembali.

Aku sempat mencoba menjalankan program diet sendiri. Ketika itu kupikir tidak terlalu penting untuk ikut program diet yang didampingi oleh profesional. Tanpa pengetahuan diet yang cukup, aku mencoba mengubah pola makan jadi sehari sekali saja. Aku bahkan pernah tidak makan nasi dan minum teh pelangsing. Aku hanya makan di siang hari demi mengurangi berat badan 3 kg. Tapi, tetap saja tidak ada hasil. Justru aku menjadi sering migrain, hingga membuatku terus minum obat.

Sampai suatu ketika aku melihat teman yang berhasil menurunkan berat badan yang awalnya 89 kg menjadi 64 kg. Dia juga terlihat sangat bugar ketika menjalankan program diet. Ternyata dia mengikuti program transformasi 90 hari (TR90), program yang memfokuskan pada komposisi tubuh yaitu memperbaiki metabolisme, menurunkan lemak, dan menaikkan massa otot. Ada mentor yang mendampingi, jadi bukan hanya sekadar diet viral dari medsos. Terima kasih untuk temanku yang memperkenalkan program itu.

Setelah mengikutinya, aku baru tahu kenapa dulu aku sulit sekali menambah berat badan dan sekarang berat badanku justru cepat sekali bertambah. Faktor usia bisa membuat metabolisme seseorang menurun sehingga menyebabkan berat badan sulit sekali kembali ke berat ideal. Sebagai analoginya, ketika aku masih remaja makan apa saja sulit sekali membuat berat badanku bertambah,  karena metabolisme saat itu masih bagus. Berbeda dengan metabolisme ketika sudah bertambah usia.

Aku juga semakin paham bahwa ternyata tubuh kita terdiri dari komponen seperti lemak, otot, tulang, dan air. Lebih penting mencapai komposisi tubuh ideal dibandingkan hanya sekedar angka timbangan. Setelah dicek menggunakan alat analisa tubuh, tubuhku memiliki presentase lemak 26% yang sudah masuk kategori overweight, sedangkan normalnya 20-22% saja. Masa ototku 27%, normalnya 28%. Pantas saja aku merasa tidak nyaman. Tambah belajar seputar diet aku juga baru tahu bahwa idealnya persentase lemak dalam tubuh harus lebih rendah dari persentase otot. Komposisi tubuh ideal akan berpengaruh pada performa fisik yang fit sekaligus mendapatkan kesehatan dan kebugaran yang berkepanjangan. Sakit migrain yang sering kuderita disebabkan oleh lemak.

Awal menjalani program diet ini aku sempat kesulitan. Aku sudah terbiasa menunda makan,  sedangkan ketika menjalani program aku diarahkan untuk makan tepat waktu, tidak menunda-nunda. Program diet itu tidak menyeramkan seperti yang kupikirkan, aku tetap bisa mengonsumsi makanan dan minuman dengan porsi yang wajar tidak berlebihan. Dan yang paling utama adalah lebih bijak memilih makanan yang akan dikonsumsi. Semakin lama aku terbiasa menjalaninya, dan sangat senang  karena membuat gaya hidupku lebih terarah dan sehat. Berat badanku berhasil turun hingga 4 kg. Tubuhku kini semakin segar, tak perlu lagi minum obat untuk menghilangkan migrain, dan menjadi lebih percaya diri.

Baca Juga: Pasangan LDR Harus Baca Tips and Trick Ini Biar Hubungan Kalian Langgeng

Jadi, ketika ingin diet, mulailah terlebih dulu dari tujuan sebenarnya. Support system juga penting, salah satunya adalah pendamping seperti mentor.  Cari teman satu frekuensi yang bisa saling mengingatkan untuk mengonsumsi makanan yang tidak hanya enak tapi juga menyehatkan. Pola yang enjoyable dan nutrisi yang benar sangat berperan penting. Perbanyak konsumsi protein seperti telur, daging putih seperti ayam dan ikan, serat seperti sayur dan buah, usahakan mengurangi gula, minyak, tepung-tepungan, gorengan, dan makanan cepat saji.   Aktivitas tetap dibutuhkan untuk mendapatkan hasil maksimal disesuaikan dengan kondisi masing-masing.  Bijak dalam memilih program terutama pola diet yang belum tentu aman, dan yang terpenting adalah program yang bisa membantu membentuk pola kebiasaan baik (lifestyle) untuk efek jangka panjang.

Kini aku lebih bisa mencintai diri sendiri dengan menjaga apa yang sudah Tuhan berikan dengan menjaga kesehatan. Fokuslah dengan apa yang bisa kita kendalikan dengan menjaga dan menyayangi tubuh kita sendiri. Jangan biarkan orang lain mengendalikan hidupmu, apalagi memberi komentar negatif tentang tubuhmu sampai membuat dirimu insecure. Lakukan diet demi kesehatan tubuhmu, bukan karena apa kata orang lain yang tidak akan pernah ada habisnya.

Sumber: Henny, 33 tahun, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu