Berhemat & menabung dari kecil

Berhemat & Menabung dari Kecil

Gaya Hidup

Boleh dibilang saya cukup beruntung terbiasa menabung sejak kecil. Setiap kali ada kelebihan uang jajan saya akan tabung di dalam celengan babi hasil prakarya di sekolah. Pikir saya kalau uang jajan kurang saya bisa ambil dari situ. Hasil membuka celengan itulah awal mula saya punya tabungan di bank. Lumayan kaget juga saya waktu membuka celengan babi itu. Ratusan ribu. Jumlah yang lumayan banyak di zaman itu.

Dari perjalanan hidup saya menabung amat membantu di saat-saat bermasalah. Kita tidak tahu kapan dan seberapa besar masalah itu datang.  Tapi saya tahu biasanya masalah seringkali memerlukan biaya untuk penyelesaiannya.

Contoh, waktu saya kuliah di Amerika. Orangtua saya tipe yang suka memaksakan kehendak tanpa alasan tepat. Kalau saya tidak ikuti kemauan mereka saya bisa diancam tidak dikirimi uang bulanan. Padahal sekolah di Amerika itu mahal, hidup mahal, dan tiket pulang pun mahal. Jadi saya hidup irit, dan menabung, agar bisa memenuhi kebutuhan selama satu tahun sekaligus mencari kerja. 

Sepulang dari Amerika saya tetap menabung gaji saya. Saya hidup sendiri di kos atau di apartemen murah. Sampai akhirnya saya bisa beli apartemen sendiri secara tunai. Mengapa memilih punya apartemen sendiri? Saya perempuan, berpikir suatu saat saya pasti berpasangan. Selain agar tidak tergiur melihat rumah orang lain saya juga tidak ingin salah memilih pasangan hanya karena saya menginginkan benefit seperti rumah, uang, dan harta lainnya. Saya tidak takut kalau-kalau suatu saat nanti tidak punya atap bernaung saya bisa menilai laki-laki yang mendekati saya secara objektif. Dari tabungan pula saya bisa membayar biaya asuransi yang meng-cover sampai jumlah miliaran. Kalau sampai sakit saya tidak perlu keluar uang puluhan sampai ratusan juta karena saya berinvestasi di asuransi kesehatan dan jiwa dengan nominal yang lebih kecil. Jadi buat saya menabung itu sangat berguna untuk “mengaspal“ lubang-lubang dalam perjalanan kehidupan sehingga bisa berjalan lebih mulus. 

Menabung paling tidak 50% dari gaji adalah cara berhemat yang efektif. Cara yang paling mudah adalah dengan menganalisa apa yang benar-benar perlu dan apa yang membuat kita nyaman atau yang kita mau. Contoh kalau mau minum kopi, yang penting kopinya, kan? Kopi sachet-an lebih baik dibanding pergi ke Starbuck beli Frapuccino walau saya punya kelebihan dana untuk belanja. Beli yang kita butuh, bukan yang trendi atau cuma demi lifestyle

Kedua, jangan beli atau pakai fasilitas-fasilitas yang tidak benar-benar perlu digunakan. Misalnya, saya terbiasa di rumah tidak pakai AC dan lampu pada siang hari. Cukup saya semua jendela, duduk dekat jendela supaya terang, dan tidak memakai pakaian yang tebal.

Hidup ini tidak perlu high maintenance. Kita tidak bakal kesulitan untuk berbahagia.  Kalaupun ada masalah paling tidak kita tahu kita punya tabungan untuk masa-masa hujan. Mudah bahagia dan jarang terpuruk dalam hidup itu tujuan saya berhemat dan menabung. (*)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu