Merasa Beruntung di Tengah Ancaman Covid19

Gaya Hidup

Sejak ada kejadian epidemi Covid 19 ini pola hidupku pastinya berubah: 
1. Bekerja online
2. Olahraga juga sambal menonton Instagram online atau live
3. Sering mendengarkan berbagi atau berbicara tentang kesehatan tubuh, nutrisi, kesehatan mental, dan juga ikut ceramah-eramah online
4. Selain itu aku juga mengikuti informasi yang baik tentang perkembangan masalah Covid 19 walau sedikit, lalu kubagikan via Instagram Story biar orang lain pun bisa mendapat informasi berguna tersebut.
5. Mulai melakukan olah raga jalan kaki meski berjemurmya saja yang belum dikerjakan dengan penuh.

Alasanku melakukan itu semua? Well, aku sebenarnya tipikal perempuan dominan dengan perilaku ekstrover. Aku harus tetap berhubungan dengan orang lain, tidak bisa tinggal di rumah dan berdiam diri saja. Aku juga tipe kinestetik total – tubuh ini banyak bergerak, audio visual — lebih mudah memahami dengan cara mendengarkan dan melihat, serta gampang menyerap energi. Kurang lebih begitu. Jadi aku berusaha menyeimbangkan kebutuhan itu dengan mengubah pola hidup di saat WFH.

Kondisi sekarang ini menurutku tidak hanya kita semua harus rajin cuci tangan dan menjaga jarak fisik dengan orang lain, tapi kita juga selayaknya tenang, menjaga kesehatan mental selain sambil terus menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh.

Perasaanku sekarang ini, jujur saja, antara tegang dan bahagia. Keluargaku sekarang bisa berkumpul semua di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama, karena biasanya kami jarang kumpul bersama secara lengkap di rumah saja. Aku juga bisa mengikuti kelas olah raga dan seminar secara cuma-cuma melalui Internet atau media sosial. Coba deh kita pikirkan, biasanya semua kegiatan itu membutuhkan jarak, uang, dan tenaga, bukan? Nah, sekarang semua tersedia gratis dan ada di depan kita, jadi kenapa tidak kita manfaatkan saja.

Tidak lupa, kegiatan beragama pun jalan terus, tidak perlu di-skip, bisa online juga. Selain itu sekarang aku juga punya banyak waktu untuk merapikan rumah sekaligus meng-upgrade diri sendiri.

Karena sebenarnya aku juga mudah panik dan merasa stres aku pun berusaha memilih-milih berita yang aku perlu baca. Sebisa mungkin hanya informasi yang positif. Berpikir juga demikian, misalnya: Ketika jalan pagi, selain sudah mendapat udara segar aku juga bersyukur masih diberi napas dan kesehatan oleh Tuhan. Dan… udara lebih bersih sekarang! Lebih bahagialah jadinya aku di pekan-pekan belakangan ini.

Oh iya, aku juga gaptek, gagap teknologi. Tapi sejak ada masalah Covid19 ini aku mulai belajar memakai berbagai aplikasi digital.

Terus terang, masalah Covid19 ini lebih banyak memberi dampak positif bagi diriku sendiri dan alam tanpa membutakan diri terhadap sisi negatifnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu