Pola Mengatur Keuangan Sejak Menikah

Pola Mengatur Keuangan Sejak Menikah

Gaya Hidup

Semenjak menikah rasanya banyak sekali pengeluaran tak terduga dibanding saat masih single. Ditambah lagi langsung punya anak, cashflow semakin tidak keruan. Gaji habis melulu, itu yang paling sering.. Kadang pengeluaran minus dan jadi tidak bisa menabung. Kenapa ya?

Harus tahu penyebabnya agar bisa dibenahi. Aku tidak bisa menabung karena kebanyakan jajan, jadi aku kurangi jajan.  Sesimpel itu. Ini akan lebih mudah kalau segala pengeluaran dicatat. 

Aku mulai menyadari soal mencatat pengeluaran ini sejak pindah kerja ke bagian finansial. Semua kucatat setiap hari. Saatnya review bulanan kupikir kenapa biaya makan semakin membengkak, biaya laundry juga mahal. Lantas kucoba sesekali masak atau kalaupun harus makan di luar cukup di warteg. Untuk memotong biaya laundry aku mencuci sendiri. Akhirnya bisa juga aku memangkas pengeluaran.

Kebiasan itu berlanjut sampai aku menikah. Tantangan semakin bertambah. Dari semula hidup di kosan berubah ke kontrakan. Mulailah berurusan dengan pompa air, kulkas, kebersihan, dan lain-lain. Tagihan pun bertambah. Ada tagihan listrik, Internet, air, iuran RT, semua bikin pusing.

Walaupun income dari dua sumber tapi sumber pengeluaran pun ikut bertambah. Tetap susah menabung. Padahal baru saja aku menemukan pola yang enak sekali soal keuangan sebelum menikah. Akhirnya perjuangan keuanganku masih berlanjut sampai detik ini. Berbagai cara mengelola cashflow sudah kami coba. Dari semula mengelola gaji masing-masing, sampai minta uang harian atau mingguan saja. Akhirnya kami pakailah jatah bulanan karena aku sering lupa memberikan uang harian atau mingguan. 

Harus bikin anggaran bulanan yang disiplin. Cashflow sudah oke, lanjut ke dana darurat. Ini sangat penting. Kalau teledor bisa minus-minus terus pengeluarannya. Banyak utang juga. Dana darurat itu penting sebagai back-up saat tak terduga. Contohnya ketika dana darurat kugunakan untuk membeli rice cooker baru, beli pompa air, servis laptop, atau beli spare part pompa ASI gara-gara corongnya meleleh karena PRT lupa mematikan kompor.

Jangan lupa juga perencanaan tujuan jangka panjang, dan tidak lupa ketika mau membelanjakan uang. Kalau dirinci memang pasti banyak sekali PR-nya. Tapi kondisi keuangan kita jadi terlihat dan bisa disiapkan.(*)

Sumber: IG @Annisatikap

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu