Giat Kembangkan Diri demi Wujudkan Mimpi

Giat Kembangkan Diri demi Wujudkan Mimpi

Perempuan & Karir

Urbanwomen – Umurku 32 tahun dan belum berkeluarga. Di usia ini karierku cukup bagus. Aku pernah menjadi leader pada salah satu media online selama 4 tahun. Dari hanya karyawan biasa, aku bisa ditunjuk untuk menjadi pemimpin divisi baru di perusahaan itu. Meski sempat merasa ragu, aku yakin pada potensi besarku untuk memimpin. 

Pasti awalnya sempat kesulitan mengatur anggota tim. Karakter tiap orang berbeda-beda, sedangkan aku sendiri sangat tegas dan tidak suka basa basi. Tapi aku mulai bisa mengembangkan diri, belajar banyak sekali hal baru. Prosesnya tentu tidak sebentar. Aku harus belajar mengelola waktu dan tim, tahu kapan harus tegas dan menjadi leader yang bisa merangkul timku, mengelola emosi, mengenal diri sendiri, dan mencari ide-ide baru agar terus berkembang.

Menjadi leader di usia yang sudah tidak belia, apalagi untuk seorang perempuan, tentu tak mudah. Banyak orang sekitar, termasuk keluargaku, sebenarnya sudah memintaku untuk menikah dan tidak terus-terusan memikirkan karier. Padahal, semakin hari aku semakin memahami tujuanku dan semakin kenal diri sendiri. Akan selalu ada orang yang mematahkan semangat ketika kita sudah mengetahui tujuan kita dan cara mewujudkannya. Aku sangat ingin sekali membangun perusahaan digital agency. Tapi apakah ada yang mendukungku saat itu? Ada, tapi hanya sedikit sekali.

Sempat orangtuaku mengingatkan soal jodoh. “Sekolah tinggi-tinggi nanti nanti laki-laki takut deketin kamu,” begitu kata mereka. Memang aku tidak terlalu memikirkan jodoh karena ingin fokus pada karier dan aku yakin belum waktunya saja menemukan orang yang cocok. Kucoba membuktikan pada mereka jika menikah bukan menjadi patokan seseorang bisa bahagia. Karena suka sekali ikut seminar bisnis dan industri kreatif aku bisa berjumpa banyak orang dengan kesamaan visi misi denganku untuk terus berkembang. 

Beberapa kali aku sempat mengalami penurunan performa tim. Ditegur atasan sudah biasa, tapi aku terus belajar dari kesalahan. Baca-baca buku tentang leadership juga salah satu caraku untuk mengembangkan diri. 

Kemudian datanglah pandemi. Perusahaan tempatku bekerja ikut terkena imbasnya. Banyak karyawan dirumahkan, tidak dilanjutkan kontrak, dan gaji yang dipotong cukup besar. Anggota tim satu per satu keluar. Aku sendiri memutuskan keluar. Berat sekali, karena akulah yang membangun divisiku dari nol. Aku pun mencari pekerjaan lain, dan diterima di perusahaan besar. Semua yang sudah kupelajari tidak sia-sia dan bisa kuterapkan di tempat kerjaku yang baru, dan kembali merintis karier sebagai pimpinan.

Baca Juga: Hari-Hari yang Dilalui Penderita Bipolar, Aku Selalu Merasa Takut

Sekarang aku bisa membuktikan pada mereka yang dulu meremehkan dan menganggap perempuan yang bekerja terus tidak akan mendapatkan kebahagiaan seutuhnya. Buktinya, masih banyak waktu yang bisa kugunakan untuk mengembangkan diri, mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik, menyiapkan tabungan dan lain-lain, termasuk  introspeksi diri sebelum suatu hari kelak aku menikah. 

Sumber: Aom, nama disamarkan, 32 tahun, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu