Menemukan Kebahagianku Di Dalam Liburan.

Inspirasi Hati

Bekerja, mengurus rumah dan rutinitas lain yang sangat menyita waktu serta energi kita merupakan hal yang setiap hari kita lewati. Hasil akhir  dari rutinitas tersebut memang membuat kita senang dan bahagia, namun terkadang kita bosan dan jenuh melakukan hal yang sama. Waktunya untuk… Liburan.. Waah mendengar kata Liburan itu saja pasti dapat membuat semangat di dalam diri kita menggelora ya, apalagi nih untuk kita para ladies yang memiliki kesibukan yang luar biasa. Tapi apakah ketika kita tidak liburan kita tidak bahagia? Nah disini Saya ingin membagikan sedikit pengalaman liburan saya yang luar biasa dan tidak akan terlupakan karena dari situ saya bisa memaknai kebahagiaan didalam liburan saya. Perkenalkan nama saya Agnes dan berikut pengalaman saya.

Semua bermula dari rasa jenuh saya terhadap pekerjaan dan lingkungan sekitar yang tidak dapat dibendung lagi. Seperti yang saya sudah sebutkan bahwa rutinitas sehari-hari tersebut dapat membuat kita bosan. Saya merupakan seorang wanita karier yang bekerja disalah satu perusahaan di Jakarta dan cukup memiliki persaingan yang sangat ketat. Saya sudah mengabdi kepada perusahaan tempat saya bekerja selama 10 tahun. Saya memang pribadi yang ambisius dalam menggapai sesuatu yang saya ingingkan, salah satunya di dalam karier pekerjaan. Masih segar ingatan saya bagaimana saya bersemangat ketika pertama kali bekerja, namun setelah sekian tahun berjalan saya merasa sesuatu yang ganjal terjadi pada diri saya. Banyak yang mengatakan bahwa mungkin karena faktor usia tapi saya merasa tidak bergairah dalam bekerja, saya malas bergaul dengan teman-teman saya dan banyak hal yang terjadi yang membuat saya lemah. Saya beranggapan bahwa itu hanya jenuh sesaat dan tidak akan memakai jatah cuti saya untuk liburan ataupun sakit jika tidak dalam keadaan terpaksa. Saya ingin maksimal dalam bekerja keras, mendapatkan hasil yang banyak dan hidup pasti akan terjamin. Namun tanpa saya sadari obsesi saya dalam bekerja semakin terus meningkat, hingga tibalah sampai saat saya jatuh sakit.

Pada akhirnya saya memutuskan bercerita dengan keluarga dan teman terdekat tentang apa yang saya rasakan karena selama ini saya jarang mengekspresikan perasaan. Mereka memberi saran agar mengambil waktu istirahat karena selama ini saya terlalu mendorong diri untuk sukses hingga tidak menyadari apa yang dibutuhkan diri sendiri. Saya pun merenungkan dan mengambil keputusan untuk memakai jatah cuti saya yang cukup banyak untuk berlibur. Akhirnya saya mulai menentukan destinasi dan merencanakan semuanya agar sesuai dengan yang saya mau, dan saya tidak berekspetasi apa-apa terhadap liburan ini.

Singkat cerita saya berlibur ke salah satu daerah di Indonesia yang akhirnya bikin saya penasaran setelah saya mencari berbagai macam destinasi liburan. Pedesaan dan jauh dari kota merupakan tujuan saya, tetapi di hari pertama saya menginap di tempat terdekat dekat kota. Lalu esoknya saya mengunjungi tempat peninggalan bersejarah, tempat kuliner dan pertunjukan khas penduduk desa tersebut. Tidak sedikit turis yang kesini untuk menginap, tetapi kepala desa membatasi jumlahnya setiap minggunya agar turis dan penduduk lebih asri. Disana saya bertemu orang-orang baru dan mendapat banyak informasi-informasi yang baru saya ketahui seperti budaya di daerah tersebut dalam menyambut orang baru, resep masakan yang luar biasa rasanya, dan kehangatan warga sekitar yang membuat saya bahagia dan terharu.

Kebahagiaan yang saya dapat didalam liburan ini bukan diukur dari kemewahan dan materi justru dari hal-hal sederhana seperti saya menjadi pribadi yang terlahir kembali. Dimana saya diajarkan memasak kuliner khas daerah, dimana saya belajar bahasa daerah tersebut, dimana kami makan dan melakukan aktivitas bersama. Hal-hal tersebut yang membuat saya bahagia dan bersyukur. Tidak terasa sudah hampir 2 minggu saya berada di tempat tersebut karena saya sangat menikmatinya, hingga tanpa saya sadari tersisa 2 hari lagi waktu liburan saya.  Di hari terakhir waktu liburan, saya mengunjungi salah satu rumah warga penenun kerajinan tangan karena ingin mengenal kerajinan tangan asli dari daerah ini.

Bapak Adi adalah orang yang mengajarkan saya kerajinan tangan ini, walaupun sudah berusia lanjut namun dia masih sangat apik dalam mengajarkan saya dan melalui beliau saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Bapak Adi sudah menjadi penenun kerajinan tangan dari tahun 1999, yaitu 20 tahun. Saya pun terkesima karena sungguh waktu yang panjang untuk bekerja. Setelah saya belajar dan melihat-lihat, saya juga bertukar pikiran dengan beliau, seputar kerajinan tangan hingga mengenai perjalanan hidup. Semua cerita tersebut mengalir begitu saja apa adanya. Lalu ketika waktunya saya pamit, Pak Adi memberikan saya nasihat yang masih membekas dipikiran saya. Beliau berkata “Segala sesuatu dibawah kolong langit ada masanya, Tuhan menciptakan segala sesuatu sesuai dengan tujuan diberikannya hal tersebut. Ketika Tuhan memberikan kita berbagai macam anugerah gunakanlah anugerah tersebut sesuai dengan porsinya. Sama seperti ketika Tuhan memberikan kita Tubuh jasmani yang lengkap dan sehat maka jagalah sebagai ungkapan rasa syukur kita”. Saat itu hati saya terenyuh, saya merasa disadarkan kembali dari segala proses perjalanan hidup yang telah saya lewati. Apa yang saya cari selama ini? Apa yang saya khawatirkan selama ini?

Melalui perjalanan liburan ini saya mendapatkan banyak pelajaran dan perubahan di dalam hidup saya yaitu :

1. Mencintai diri itu harus! Seperti kutipan dari Jonathan Van Ness “ Self-care is the non-negotiable. That’s the thing that you have to do” ya mencintai diri sendiri itu bukanlah hal yang bisa di negosiasi. Banyak bentuk dalam mencintai diri kita. Seperti menjaga tubuh jasmani kita dari makanan yang tidak baik, menjaga pikiran kita dari hal yang menganggu dan masih banyak yang lain.

2. Hidup saya lebih bahagia, bukan karena liburan saya menjadi bahagia, namun melalui liburan ini saya menemukan perubahan di dalam diri saya yang membuat saya menjadi lebih bahagia. Perubahan yang saya dapat di dalam diri saya adalah membuang sumber-sumber “ toxic” yang ada di dalam hidup saya seperti kekuatiran yang berlebih, tidak memandang orang-orang sekitar saya dan ambisius yang tidak sesuai dengan porsinya.

3. Memperluas wawasan dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang luar biasa, dari liburan ini saya banyak mendapatkan pelajaran di dalam kebudayaan maupun pelajaran hidup. Bertemu orang-orang baru dan berinteraksi dengan mereka membuat pikiran saya lebih terbuka dan semakin mencintai budaya-budaya yang ada di negara saya.

Setiap kita memiliki makna liburan tersendiri ya ladies, semoga cerita pengalaman liburan ku kali ini dapat menginspirasi ladies untuk menciptakan “ liburan “ yang kalian inginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Baca Juga

Menu