Menjaga Kondisi Finansial Tetap Stabil di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

 

Hai Urbanesse, Saya Nia, urban women dari Lampung. Saat ini saya menjalankan bisnis sendiri dengan waralaba jasa kurir pengiriman barang di Tangerang dengan modal yang saya dapatkan dari ibu saya.

Sebenarnya saya lulusan fakultas pertanian. Sulit dapat kerja akhirnya saya setuju dan ikut saran Mami buat buka agen jasa kurir. Selama dua tahun menjalani usaha in saya dapatkan hasil yang lumayan, apalagi saya juga masih lajang. Saya pernah berpikir untuk tidak perlu cari kerja karena penghasilan dari usaha ini saya anggap mencukupi. Usaha saya adalah layanan jasa ekspedisi atau pengiriman barang. Umumnya pelanggan adalah PT terdekat yang membutuhkan pengiriman dokumen atau contoh produk.

Begitu wabah Corona mulai masuk ke Banten barulah saya menghadapi masalah. Sejak Maret pengiriman dokumen dan paket sangat sepi. Beberapa pelanggan menerapkan arahan pemerintah daerah untuk WFH. Para pelanggan dari perusahaan yang biasanya mengutus karyawan untuk menitipkan dokumen dan barang satu per satu tidak pernah muncul lagi.

Menurut informasi beberapa pelanggan, karena harus kerja di rumah, maka dokumen sementara dikirim dalam bentuk softcopy terlebih dahulu. Sedangkan beberapa yang lain memutuskan sementara waktu menggunakan layanan Pick Up dari kurir ekspedisi ini untuk keperluan social distancing dan keamanan. Jadi sebagian pelanggan sekarang memilih cara pengambilan paket dan dokumen secara langsung dari kantor cabang besar di Tangerang.

Secara keuangan tentu saya sangat rugi. Tapi, apa boleh buat. Saya tidak boleh berhenti cukup sampai di sini. Saya yakin Corona akan habis pada waktunya.

Mengenai masalah keuangan saat ini saya melakukan beberapa cara untuk menutupi kekurangan dari penghasilan utama saya. Sambil tetap melakukan usaha di agen kurir ini saya melakukan beberapa cara supaya keuangan saya tetap terjaga. Pertama saya memanfaatkan hobi jual-beli secara daring. Bisa dibilang selama ini kebutuhan saya semua didapat melalui belanja daring.

Saya coba melakukan dropship dari berbagai marketplace. Meskipun tidak mendapatkan untung besar tetapi saat ini hampir selalu ada order masuk setiap hari. Kuncinya, saya harus aktif dan cepat merespon.

Kedua, saya membantu ibu saya menjualkan produk perawatan gigi secara daring. Ibu saya tinggal di Lampung. Meskipun tidak mudah, namun satu transaksi bisa memberikan untung yang cukup lumayan.

Cara ketiga, saya memanfaatkan keadaan sekitar tempat usaha yang jauh dari counter. Sambil jual pulsa, token listrik, dan pembayaran tagihan listrik. Saya memanfaatkan salah satu aplikasi fintech tanah air untuk transaksi. Keuntungannya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan memasok pulsa dari agen. Untuk pulsa atau paket data senilai 10.000 Rupiah biasanya akan dijual dengan harga 12.000 Rupiah.Melalui aplikasi tersebut saya mengeluarkan modal sebesar 9.000 Rupiah.

Meskipun masih dalam kategori cukup memprihatinkan namun setidaknya saya bisa tetap bertahan dengan kondisi keuangan yang serba kritis. Apalagi Banten sekarang sudah masuk 5 besar zona merah berstatus darurat. Semoga Corona cepat berlalu ya, Urbanesse! (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu