Tak menghormati diri sendiri

Menyesal Tak Menghormati Diri Sendiri

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Saat itu umurku baru menginjak 20 tahun. Ya, di umur itu seharusnya aku mendapatkan banyak arahan dari orangtua terutama mengenai pergaulan. Aku belum melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena belum ada biaya cukup untuk melanjutkan sekolah. Keluargaku yang sangat sederhana, aku anak kedua dari 6 bersaudara. Orangtuaku hanya memikirkan cara agar kami bisa makan hari ini.

Aku memutuskan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Jakarta. Oh ya, sebelumnya aku tinggal di Jawa Tengah, kampung halamanku. Aku tinggal dengan Pakde dan Bude di Jakarta. Mereka sendiri memiliki seorang anak, ya semata wayang. Selama tinggal di rumah Pakde selama 4 bulan temanku hanya anak ini saja. Aku kenal beberapa temannya dan sekadar menyapa apabila mereka sedang main ke rumah Pakde.

Kemudian aku mendapatkan teman sepantaran denganku, Irma. Kami jadi teman dekat. Irma juga memiliki banyak teman sebaya dengannya, dengan siapa aku juga berkenalan. Mulailah aku berubah, total. Aku menjadi bebas, rambutku kuwarnai, pakaianku tak keruan dan minum minuman keras. Aku bahkan pernah kabur dari rumah Pakde hanya untuk menonton konser dengan Irma dan teman-temannya.

Bude dan Pakde sebenarnya sangat keras. Ada aturan rumah yang harus kupatuhi, seperti pulang tidak boleh lewat dari jam 9 malam, baju juga harus sopan. Sejak berteman dengan Irma semuanya berubah. Saat itu yang kurasakan hanya kenyamanan. Aku merasa berteman dengan mereka membuatku lebih bahagia. Aku masuk ke pergaulan bebas, termasuk mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk menghilangkan stres.

Itu semua kulakukan tanpa sepengetahuan Bude dan Pakde. Sampai aku bertemu seorang laki-laki, dan aku menjadi hamil. Saat itu aku merasa benar-benar menyesal sudah tidak menghormati diri sendiri, sudah tidak mencintai diri sendiri. Hidupku sudah benar-benar hancur. Aku minta laki-laki itu untuk bertanggung jawab, dan dia mau menikahiku meskipun kedua orangtuanya tidak menyukaiku.

Baca Juga: Pentingnya Inspirasi Modern Wanita Indonesia untuk Kehidupan

Sekarang anakku tiga. Kini aku sadar aku pernah tidak menghormati diriku sendiri, dan membiarkan orang lain merusakku. Tubuhku pernah tercemari minuman keras, obat-obatan, semua yang tanpa kusadari merusak tubuhku sendiri.
Jadi, apapun tindakan yang kita ambil akan berdampak pada diri sendiri, bahkan masa depan kita. Aku tak bisa melanjutkan kuliah. Menyesal, memang aku sangat menyesal. Tapi yang aku bisa lakukan saat ini hanyalah terus berusaha menjalani hidup yang lebih baik, juga agar semua hal buruk di masa mudaku tidak terjadi pada anak- anakku. (*)

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu