MENGURUS SI GERALD SELAMA SOCIAL DISTANCING

Keluarga

Halo, nama saya Stephanie. Saya seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Sehari-hari saya juga bekerja membantu usaha suami saya. Sejak diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial karena wabah Covid19 yang paling sulit bagi saya adalah mengurus anak saya, si kecil Gerald. Dia aktif, senang bertemu orang, dan mudah bosan. Dengan semua orang diharuskan berada di rumah Gerald menjadi mudah sekali merasa bosan. Belum lagi sekarang saya harus membagi waktu dengan baik antara mengurus rumah, tetap bekerja dari rumah, juga mengurus Gerald secara full time karena dia tidak bisa ke sekolah sementara ini.

Jadi apa yang saya lakukan supaya rumah tidak terasa seperti kapal pecah? 

Pertama, saya harus lebih fleksible, setiap saat bisa menghentikan pekerjaan saya untuk menghibur si kecil. Dibawa santai saja, ikuti kemauan anak, jadi dia pun bahagia dan tidak mudah bosan.

Kedua, untuk jadwal belajar juga saya buat lebih fleksibel. Kalau biasanya Gerald mempunyai jam jam belajar tertentu, sekarang dia boleh melakukan aktivitas lain dulu sampai hatinya gembira sebelum belajar dan mengerjakan PR.

Ketiga, di rumah saya lebih sering bercanda dengan Gerald. Kadang2 dia bahkan saya perbolehkan main siram-siram air bersama saya.

Keempat, dalam menyiapkan makan pun saya berusaha menyediakan bermacam pilihan buat Gerald. Bukan saya memanjakan anak, tetapi memang anak-anak sesusia Gerald mudah bosan dan merasa bad mood kalau tidak bisa keluar dan bermain dengan teman-temannya. Jadi saya berusaha membuat perasaan dia tetap positif walaupun tidak boleh keluar rumah dan man dengan teman.

Kelima, Gerald sering saja ajak videocall dengan tantenya, omanya, dan teman-temannya, sehingga walau tidak bertemu masih bisa bercanda bersenda gurau bersama.

Dan keenam, yang tidak kalah pentingnya, saya ajak Gerald melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga seperti bersih-bersih rumah, memasak, dan lain-lain. Tujuannya satu: Supaya dia  tidak terlalu sering main game di HP.

Lalu suami saya bagaimana? Ya saya termasuk perempuan yang cukup beruntung. Suami tidak menuntut banyak, bahkan bersedia berbagi tugas-tugas di rumah sehingga semua pekerjaan bisa selesai dengan baik dan saya tidak terlalu capek juga. Suami saya kebetulan bisa masak, pandai membersihkan rumah, suka bercanda, bisa juga merapikan jemuran.

Saya sebagai istri juga harus pintar-pintar menyikapi pikiran dan perasaan saya. Jadi saya berusaha jaga hati, jangan stres atau waswas tapi tetap selalu waspada. Kalau sudah capek mengurus anak dan kerja saya istirahat sebentar mencoba resep-resep baru atau mendengarkan musik. Atau nonton video dan sesekali jalan-jalan di taman. Bisa sendirian, bisa dengan si kecil Gerald. Dan kalau sudah bosan sekali kami ke luar rumah juga berkeliling dengan mobil ke pasar dekat rumah. Kalau ada yang perlu dibeli suami saya saja yang turun.

Bukannya saya tidak merasa capek lho! Capek dan harus beradaptasi dengan keadaan baru itu tidak gampang. Hanya saja saya melihat sisi positifnya. Saya belajar lebih sabar. Selama keluarga saya sehat saya bahagia. 

 

Oh iya, lama tinggal di rumah sekarang ini saya jadi lebih sering memasak. Itu juga poin tambahannya. Semoga ibu-ibu lainnya yang juga bisa mengatur situasi di rumah dengan lebih baik lagi ya! (*)

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu