red flag

Kenali Red Flag Cegah Terjebak Toxic Relationship

Cinta & Relasi, Inspirasi Hati

Urbanwomen – Kekerasan dalam hubungan memang menjadi perhatian yang besar. Apalagi jika merujuk pada statistik kekerasan yang dirilis Komnas Perempuan, yaitu jumlah kasus Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) sepanjang tahun 2020 sebesar 299.911 kasus. 

Lalu minsis, bagaimana agar terhindar dari hubungan yang tidak sehat apalagi merujuk pada abusive

Apa kamu pernah mendengar istilah relationship red flags sist? Itu adalah istilah yang digunakan jika dalam suatu hubungan dengan pasangan sudah menunjukan adanya gejala yang merugikan salah satu pihak.

“Dalam hubungan, red flag adalah tanda bahwa orang tersebut mungkin tidak bisa memiliki hubungan yang sehat dan melanjutkan jalan bersama karena akan berbahaya secara emosional,” Dr. Wendy Walsh, PhD, psikolog klinis spesialis hubungan.

Red flag dalam hubungan bisa terlihat dengan jelas tapi juga bisa sama sekali tidak terlihat. Untuk menghindari hal tersebut kamu bisa perhatikan 5 tanda red flag menurut psikiater Abigail Brenner dan Dr. Jill Weber seorang psikolog klinis.

1. Kurangnya Komunikasi dan Rasa Percaya

Saat kamu membicarakan tentang keseharian, cita-cita serta masa depan yang ingin kamu capai, hingga tempat liburan yang ingin kamu datangi, apakah pasanganmu mendengarkan dan menanggapinya dengan baik? Atau pasanganmu justru menghindar dan mengalihkan topik saat percakapan kalian makin dalam?

Meskipun kamu mungkin awalnya tidak menceritakan rahasia besar, jika pasangan dalam hubungan merupakan pasangan yang cocok, maka dua orang dalam hubungan tersebut akan mudah untuk terbuka satu sama lain. Dan keterbukaan tersebut tidak akan ada tanpa rasa saling percaya. Jika tidak ada rasa percaya maka rasa curiga akan terus ada dan pasangan akan terus menuduh sesuatu yang bahkan tidak kamu lakukan.

2. Teman dan Keluarga Tidak Menyetujui

Jika ada sesuatu yang ‘tidak beres’ tentang seseorang yang akan atau sudah menjadi pasanganmu yang terlihat jelas bagi mereka yang mengenal kamu dengan baik, kamu mungkin perlu mendengarkan apa yang mereka katakan. Seringkali ketika kita berada dalam hubungan baru, kita bisa bersikap defensif pada kritik tentang pasangan baru yang datang dari orang sekitar. Namun, terkadang perspektif orang luarlah yang dibutuhkan. Meskipun kamu tidak perlu selalu menyetir hubungan di bawah arahan teman dan anggota keluarga, namun ada baiknya setidaknya mendengarkan mereka.

3. Perilaku Mengendalikan

Jika pasangan kamu mencoba untuk mengendalikanmu dengan membuat jarak di antara kamu dan orang-orang penting dalam hidupmu, seperti teman dan keluarga, maka itu adalah red flag yang pasti. Dalam hubungan pasanganmu tidak boleh mengontrol ke mana kamu pergi, dengan siapa kamu bergaul, atau membatasi kamu dengan cara apa pun. Pasangan kamu mungkin membungkus perilaku mengendalikan ini, sebagai suatu kebutuhan untuk memilih antara orang lain dan dirinya, bahwa hal tersebut berlandaskan “cinta”, tapi sebenarnya itu adalah perilaku toxic.

“Kamu kok lebih sering habisin waktu sama temen-temenmu dibanding aku? Kamu sebenernya sayang gak sih sama aku?”

“Kamu kan ketemu keluargamu setiap hari, masa weekend bareng aku aja ga bisa gara-gara keluargamu ada acara”

4. Kamu Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Dr. Jill Weber menyatakan bahwa hal terbaik tentang terikat dalam hubungan adalah memiliki seseorang yang benar-benar mengenalmu luar dan dalam, tapi tetap mencintaimu. Perhatikan apakah kamu bisa menjadi dirimu sendiri dihadapan pasangan, atau kamu hanya melakukan hal yang disukai oleh pasanganmu saja karena itu yang dia inginkan. Misalnya kamu sebenarnya adalah orang yang banyak bicara dan ceria, tapi kamu jadi pendiam dan kalem karena pasanganmu tidak menyukai seseorang yang berisik.

“Bisa gak sih kamu diem, lebih kalem gitu loh kaya perempuan-perempuan lain”

 Jika kamu terus melakukan hal tersebut, lama-lama kamu bisa bisa kehilangan dirimu sendiri.

5. Perilaku Kasar

Salah satu red flag yang tidak boleh dirasionalisasi, dimaafkan, atau ditoleransi, itu adalah perilaku kasar. Seperti yang di garis bawahi Abigail Brenner, 

“Segala bentuk kekerasan, dari yang kelihatannya ringan seperti kekerasan verbal, emosional dan psikologis, hingga yang sangat jelas yaitu kekerasan fisik. Bukan hanya merupakan red flag tapi sebuah spanduk besar yang memberitahu kamu untuk segera keluar dari hubungan tersebut dan tidak pernah lagi melihat ke belakang.”

Baca Juga: Silent Treatment: Ketika Diam Itu (Tidak Selalu) Emas

Itu adalah beberapa tanda red flag dalam hubungan yang bisa kamu perhatikan. Apakah calon pasanganmu atau bahkan pasanganmu memiliki salah satu poin diatas? Semoga kita semua dijauhkan dari hubungan tidak sehat ya sister.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu