Ketika Aku Gagal Mencoba Beralih ke Lain Hati

Ketika Aku Gagal Mencoba Beralih ke Lain Hati

Inspirasi Hati

Saya punya pacar dan hubungan kami sudah berjalan sekitar 5 tahun. InsyaAllah tahun ini kami menikah. 

Tiga tahun lalu hubungan kami tidak direstui oleh keluarga pacar saya. Keluarga kami berbeda latar belakang sosial. Keluarga besar pacar saya kebanyakan pegawai negeri dan abdi negara, sedangkan ayah saya hanya mantan atlet yang sudah kehilangan masa jayanya sehingga kerja seadanya dan ibu saya guru TK.

Saya merasa hancur. Bahkan hampir mengakhiri hidup. Bagaimana bisa berpisah dengan dia sedangkan kami sudah melakukan hubungan badan. Hubungan itu terjadi karena kebodohan saya, percaya pada janjinya untuk tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu  asal saya mau melakukannya dengan dia. Memang kemudian terbukti dia berubah dan lepas dari masa lalunya yang kelam..

Saat hubungan kami tidak direstui kami sudah melakukan banyak cara namun hati keluarganya tidak kunjung luluh. Saya pun menyerah dan meninggalkannya. Padahal dia justru selalu berusaha agar kami tidak berpisah. Saya pun membuka hati untuk laki-laki lain, dengan berbagai cara, sampai kemudian dekat dengan empat laki-laki yang pada awalnya kesemuanya mengajak serius.

Laki-laki pertama adalah mantan pacar lama. Dia posesif berlebihan. Dia pemarah, pencemburu, dan pemaksa, melarang saya bergaul dengan laki-laki selain dirinya, dan memaksakan hubungan badan. Saya tinggalkan dia, padahal ibunya sudah membicarakan rencana pernikahan kami. Laki-laki kedua dikenalkan oleh teman, kelihatannya taat beragama, tinggal di kota lain. Suatu ketika saya dinas luar ke kota tempat tinggalnya kami memutuskan bertemu, Dia mendahului dengan datang ke hotel tempat saya menginap. Saya sudah melarangnya datang, dan keluarlah sifat buruknya. Sekembali dari dinas saya putuskan hubungan dengannya. Selang beberapa waktu yang cukup singkat dia punya kekasih baru. Sangat menyesal saya sudah mengenalnya. 

Laki-laki ketiga dan keempat saya kenal melalui aplikasi kencan. Dengan yang ketiga ada penghalang berupa perbedaan agama, meski dia baik sekali dan kami saling menyayangi.. Keluarga saya menentang keras hubungan kami, saya pun meninggalkan dia dengan berat hati. Karena memang tulus menyayangi, dia masih selalu ada untuk saya ketika saya membutuhkan dia. Sementara yang keempat, dengan usia jauh lebih tua dibanding saya, hanya baik di permukaan saja. Belum-belum sudah berani pinjam uang. Ketika saya tagih utangnya dia mengajukan banyak alasan bohong dan cuma mau berhubungan badan. Saya merasa bodoh sekali. Saya tinggalkan dia.  Belakangan saya tahu dia sering berhubungan dengan perempuan tidak baik, yang menyebabkan dirinya membawa penyakit kelamin. Saya takut sekali sudah tertular, dan mengusahakan untuk berobat sampai yakin saya bersih. 

Sebetulnya selama berhubungan dengan keempat laki-laki itu saya masih menggantungkan status dengan pacar saya. Dia sendiri tidak kunjung memberi kepastian.  Tapi, berdasar pengalaman buruk dengan keempat laki-laki lain itu, akhirnya saya menyadari bahwa tidak ada yang lebih baik dibanding pacar saya ini. Saya menceritakan seluruh pengalaman bersama  keempat laki-laki itu pada pacar saya, sementara dia sendiri tidak sekalipun pernah menjalin hubungan dekat dengan perempuan lain. Saya sempat merasa saya  jahat sekali  terhadapnya. Saya sengaja berhubungan dengan banyak laki-laki namun dia tetap setia. Sama sekali dia tidak pernah bertanya soal kesemua laki-laki itu. Dia terima saya kembali apa adanya diri saya. Katanya, “Sudah ya, cukup main-mainnya. Jangan pergi lagi,” Kami menangis berdua. Saya menyadari sudah salah mengambil langkah dan malah terjerumus dalam serangkaian hubungan tidak tulus, yang cuma berdasar pada nafsu. Tidak  seharusnya saya meninggalkan dia.

Kami kembali berdua. Kami saling memperbaiki diri masing-masing, termasuk tidak lagi melakukan hubungan seks. Kami lebih taat beribadah, sampai akhirnya Sang Pencipta menunjukkan hasil kesabaran kami. Keluarganya mulai bisa menerima saya dan keluarga saya apa adanya. Untuk menambah kebahagiaan kami, saat kami sudah merencanakan pernikahan saya juga lolos seleksi penerimaan pegawai negeri. Semakin indahlah semuanya.

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu