Hubungan-jarak-jauh

LDR Selama 4 tahun, Kami Terus Belajar Saling Beradaptasi Hingga Menikah

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku Sisca, 27 tahun, karyawan swasta di Bali. Aku menjalani hubungan LDR selama 4 tahun dengan suamiku sekarang. Kami tinggal di Bali tapi berlainan kota. 

Sejak awal aku sudah menegaskan padanya aku ingin hubungan yang serius. Jika dia hanya mau main-main lebih baik beritahu saja atau mundur. Ternyata dia juga ingin serius karena merasa sudah cukup dewasa untuk membina rumah tangga. Setelah beberapa bulan masa pendekatan lewat virtual, kami memutuskan untuk saling bertemu, saling bertukar cerita, mengenal satu sama lain. Aku lebih muda 4 tahun. Perbedaan jarak yang cukup jauh membuat kami beberapa kali bertengkar karena masalah komunikasi, sering salah paham karena belum tahu jadwal kegiatan sehari-hari. Kami pernah bertengkar ketika pesan dariku tak kunjung dibalas olehnya, sampai aku menghubungi keluarganya dan ternyata dia sedang tidur. 

Kami jadi sama-sama belajar, beradaptasi satu sama lain lagi, kapan butuh waktu sendirian, bekerja, berkumpul dengan teman. Dengan memahami jadwal kegiatan pasangan, kami juga berusaha saling percaya. Aku yakin jika dia melakukan hal yang tidak seharusnya, berarti dia bukan jodohku. Tidak perlu memusingkan diri, memikirkan apakah dia selingkuh atau tidak. Berdua sepakat untuk tetap menjaga privasi masing-masing. Kami tidak pernah saling melarang berhubungan dengan lawan jenis. Karena masing-masing sibuk, kami ncari waktu yang tepat untuk ngobrol setiap malam di telepon. Sesibuk-sibuknya, paling tidak sekadar memberi kabar sekali dalam sehari itu penting. Bukan sekadar menanyakan sudah makan atau belum, tapi kami bercerita tentang kegiatan sehari-hari dan mendengarkan keluh kesah setelah seharian bekerja. Kadang kami juga bicara tentang pernikahan, mulai dari finansial, cara mendidik anak, dan yang paling penting mencari kesepakatan setelah menikah mau tinggal di mana. Dengan begitu topik pembicaraan kami tidak membosankan. Kami berusaha untuk saling terbuka, jujur dalam segala hal. Terus belajar bersama untuk saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan ini butuh proses yang cukup lama. 

Kami sepakat setelah menikah kami harus tinggal bersama, tidak lagi LDR walau kantor tempat kami bekerja berjauhan. Karena dari awal sudah saling berkomitmen untuk berhubungan serius, setelah hubungan berjalan 4 tahun dia mengajak menikah. Sesuai kesepakatan, kami mencari tempat tinggal bersama, agar tidak tinggal bersama orangtua. 

Kami sudah setahun menikah. Tidak mudah membangun pernikahan yang harmonis. Ada saja ujiannya, entah itu masalah finansial, atau ada beberapa sikap pasangan yang baru kita ketahui. Tapi itu semua bukan masalah, karena kami sudah sering berdiskusi mengenai hal-hal penting apa saja yang perlu diketahui dalam hubungan. Sejauh ini kami bisa saling mengatasinya. Yang paling penting adalah bekerja sama.

Baca Juga: 6 Tips untuk Menjaga Cinta Tetap Hidup Dari Pasangan Tertua di Dunia

Agar hubungan LDR langgeng dan bahagia, perlu ada kepercayaan sepenuhnya pada pasangan, saling memahami kesibukan masing-masing, tidak berpikir yang bukan-bukan. Sempatkan bertemu walau hanya dua minggu sekali dan cari waktu yang tepat agar komunikasi tetap terjaga setiap hari tanpa mengganggu kegiatan. Tak perlu merasa takut pasangan selingkuh ketika menjalani hubungan LDR, karena ketika dia melakukannya itu sudah menunjukan bahwa memang bukan dia yang terbaik untuk kita. Dengan begitu, kita tetap bisa menjalani hobi masing-masing dan hubungan menjadi lebih menyenangkan.

Sumber: Sisca, 27 tahun, di Bali

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu