Manajemen Waktu, Kunci Peran Ganda Menjadi Seorang Ibu dan Pekerja

Manajemen Waktu, Kunci Peran Ganda Perempuan

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Aku ibu 1 anak, umurku 43 tahun dan karyawan bank. Memutuskan tetap bekerja setelah menikah tidaklah mudah. Apalagi ketika itu aku sedang hamil dan suamiku sedang bekerja di luar kota sehingga aku harus lebih mandiri. Sejak awal menikah, aku memang bertekad untuk tetap bekerja. Menurutku tak hanya soal uang. Dengan bekerja aku juga dapat mempelajari hal-hal baru, menambah wawasan, dan membuatku berkembang. 

Awalnya tak mudah bagiku menjalankan berbagai peran. Kesibukan tiap hari membuatku lebih banyak menggunakan waktu untuk pekerjaan kantor. Kata anakku Ravi semasa masih SD, “Kenapa Bunda kerja? Ayah aja yang kerja.” Aku cukup kesulitan untuk menjelaskan pada anak usia SD. “Ibu bekerja kan juga untuk Ravi,” jawabku. Dia bilang ingin membawa bekal ke sekolah seperti teman-temannya. Saat itu baru kusadari aku terlalu sibuk bekerja sampai tidak sempat menyiapkan bekal untuknya. 

Berbagai peran yang kujalani memang tidak selalu seimbang 50:50. Ada kalanya 50: 70. Tapi bukan berarti tidak bisa sama sekali. Cara yang sudah kulakukan adalah dengan menggunakan waktu sebaik mungkin. Pulang tepat waktu, dan sebisa mungkin menghindari jalan-jalan sepulang kerja hanya untuk sekadar ngopi-ngopi. Kupastikan untuk memakai waktu seefisien mungkin. Aku lebih suka makan sendiri di jam istirahat untuk menghindari hanya banyak ngobrol bareng teman-teman sekantor.  Dengan begitu aku tidak perlu menunda-nunda pekerjaan sampai lembur. Ketika weekend tiba tidak ada lagi sisa pekerjaan, kecuali karena keharusan bertemu customer sesuai posisiku sebagai pemimpin kantor kas. Pernah aku sampai membawa anakku ketika sedang bekerja di akhir pekan, kujelaskan pada customer bahwa tidak ada orang yang menjaganya di rumah.

Meski anak tunggal anakku sangat mandiri. Bukan seperti kata orang, anak tunggal itu manja.  Dia tumbuh besar memahami situasi punya ibu yang bekerja. Dampaknya besar, membuat dia menjadi lebih mandiri dan sangat membantu meringankan pekerjaan di rumah seperti cuci piring sendiri setelah makan. 

Akhir pekan juga kupakai untuk me time. Aku suka menulis dan menggambar. Beberapa cerita pendek sudah kumuat di blog pribadi. Sangat sederhana, tapi itu salah satu sumber kebahagiaanku. Selain sebagai penyaluran hobi, menurutku kegiatan itu juga menunjukan bahwa aku sudah mengenal diri sendiri. Banyak sekali orang masih merasa kesulitan menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana. Tak lupa aku puasa Senin-Kamis sebagai cara menenangkan batin dan pikiran, agar aku lebih bisa mengendalikan emosi.

Peran yang kujalani sampai saat ini membuatku terus belajar. Aku senang menikmati prosesnya. 

Baca Juga: Meraih Keseimbangan Hidup Buat Kamu yang Kuliah Sambil Kerja

Saat di rumah jadilah ibu seutuhnya. Manfaatkan waktu bersama anak dan keluarga sebaik mungkin. Dalam peran sebagai perempuan karier bekerjalah secara profesional. Menjalankan keduanya butuh keseimbangan pola hidup.

Sumber: Nuke

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu