investasi mulai dari mana

MAU INVESTASI, MULAI DARI MANA?

Gaya Hidup

Urbanwomen –

Halo Sister!

Tentunya kamu sudah familiar dong dengan yang namanya Investasi? Sebuah upaya untuk menyisihkan sebagian uang yang kita punya di masa sekarang dengan harapan nilainya akan naik di masa depan.

Memangnya kenapa harus naik?

Karena adanya inflasi yang terus menerus menurunkan nilai uang yang kita punya. Ingat kan waktu bakso masih seharga 5000 rupiah per mangkok di tahun 2000an? Sekarang harganya sudah belasan bahkan puluhan ribu! Ditambah lagi kebutuhan dan keinginan kita yang semakin bertambah setiap tahunnya. Karena itu Investasi menjadi penting untuk kita lakukan.

Bagaimana cara memulainya?

Yang pertama adalah menetapkan Tujuan Keuangan. Misalnya Dana Hari Tua atau Dana Pendidikan Anak. Investasi perlu untuk dilekatkan pada Tujuan Keuangan agar terukur dan terarah. Investasi yang dilakukan secara serampangan cenderung hanya “hit and run”. Sudah dapat untung, lalu bingung mau diapakan, akhirnya seluruhnya digunakan untuk hal yang konsumtif. Bukannya tidak boleh, tapi perlu dibatasi agar sebagian keuntungan dari investasi dapat menjadi tambahan modal yang akan memperbesar hasil investasinya kelak. Istilahnya adalah Compounding Interest atau bunga jamak atau bergulung. Imbal hasil investasi menjadi modal tambahan yang akan terus memperbesar hasil dari investasi. Inilah yang akan mempercepat tercapainya tujuan keuangan. Dengan memfokuskan investasi pada Tujuan keuangan, maka kita akan tahu kapan harus masuk dan keluar dari investasi tersebut.

Yang kedua adalah menggunakan uang dingin atau uang yang bisa digunakan tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari. Alokasi anggaran yang bisa digunakan adalah 40-30-20-10, atau dari 100% pendapatan, 40%nya untuk kebutuhan hidup, 30%nya untuk keinginan, 20% untuk tabungan dan simpanan, 10% untuk sedekah. Nah uang dingin bisa diambil setengah dari 20% tersebut. Misalnya pendapatan 10 juta, maka 2 juta adalah untuk tabungan dan simpanan yang bisa dipecah menjadi dua, yaitu 1 juta untuk Dana Darurat dan 1 juta untuk Investasi.

Yang ketiga adalah memulai dari sekarang. Jangan ditunda-tunda lagi. Urutan penggunaan dana dan alokasi waktu yang ideal adalah:

  • Jumlah besar dan rutin. Misalnya 5 juta per bulan.
  • Jumlah kecil dan rutin. Misalnya 500 ribu per bulan.
  • Jumlah besar dan tidak rutin. Misalnya 10 juta per tahun atau kalau ada bonus.
  • Jumlah kecil dan tidak rutin. Atau disebut juga semampunya, walaupun harus tetap dipaksakan. Misalnya 50 ribu kalau ada sisa uang. Pada tahap ini, pembiasaan menyisihkan uang jauh lebih penting berapapun jumlahnya.

Yang keempat adalah cari Accountability Partner. Bisa pasangan, sahabat, keluarga, atau komunitas yang bisa senantiasa “meluruskan” ketika kita tergoda untuk berjalan di jalan yang salah.

Baca Juga: Solusi Permasalahan Wanita dalam Berinvestasi di Era Masa Kini

Untuk instrumennya, rekomendasi yang sering disarankan adalah Reksa Dana. Kenapa? Karena Reksa Dana dikelola oleh para profesional yang memang sudah resmi, jadi mereka akan “memutar” uang yang dititipkan ke Investasi yang juga resmi. Hati tenang, uang berkembang.

Nah, ternyata ada lho perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal Investasi. Kalau laki-laki cenderung agresif dan berorientasi jangka pendek. Keputusan keuangan yang diambil biasanya cepat dan berisiko tinggi. Kelebihan laki-laki adalah mereka hampir selalu jadi pionir dalam mencoba sesuatu yang baru, sehingga ada kemungkinan dapat untung besar (walaupun tidak jarang rugi :)). Sedangkan perempuan lebih konservatif dan berorientasi jangka panjang. Keputusan keuangan yang diambil biasanya lambat dan risiko rendah. Perempuan cenderung ketinggalan dalam hal Investasi. Tapi jangan salah, justru kehati-hatian inilah yang menjadi sisi positif. Menurut studi Fidelity Investment di tahun 2017, secara rata-rata, perempuan mendapatkan imbal hasil investasi yang lebih tinggi dari laki-laki.

Itulah cara memulai Investasi: Menetapkan Tujuan Keuangan, menggunakan uang dingin, memulai dari sekarang, dan mencari Accountability Partner. Untuk produknya, bisa pilih Reksa Dana Pasar Uang supaya aman tapi uang tetap berkembang.

Jadi, sudah siap untuk Investasi?

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu