Memutuskan-Menikah-di-Usia-35-Tahun

Memutuskan Menikah di Usia 35 Tahun Karena Merawat Ibu Yang Sakit

Kisah Utama

Urbanwomen – Aku guru di Kalimantan. Aku menikah di usia 35 tahun. Sebelumnya banyak orang mempertanyakan. Walau terkadang kesal mendengarnya, aku mencoba maklum karena mereka tidak tahu kondisiku  sebenarnya.  

Selain karena pernah terjebak dalam hubungan toxic, aku juga fokus merawat ibuku yang sakit. Dialah keluargaku satu-satunya. Sebagian besar waktuku kugunakan untuk merawatnya. Ibuku sebetulnya sudah menyuruhku segera menikah. Tapi aku merasa belum siap. Memang bisa saja aku dan suami tinggal serumah bersama ibuku tapi tetap saja aku ragu, takut waktu untuk merawat ibuku terbagi.  

Aku pernah menjalin hubungan, tapi laki-laki itu cuma mau diriku saja, tidak perhatian pada ibuku. Hubungan kami juga tidak sehat, belum menikah tapi sudah banyak larangannya yang membuatku tidak nyaman. Setelah putus darinya, aku sempat terjebak ke dalam hubungan toxic yang semakin membuatku tidak ingin menikah cepat. Dia kasar dan banyak melarang, membuatku tidak fokus bekerja dan merawat ibuku. 

Akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang lebih dewasa dan lebih stabil secara finansial. Dia begitu perhatian pada ibuku, sering berkunjung ke rumah menanyakan keadaan ibuku. Dia sangat mengerti kondisiku. Dia sempat mengajak menikah, tapi aku berusaha berterus terang padanya bahwa aku belum siap. Aku masih ingin merawat ibu sepenuhnya. Dia tidak memaksa. Kami lantas sepakat untuk menunda pernikahan sampai aku merasa benar-benar siap. 

Ketika aku berusia 33 tahun, ibuku meninggal dunia. Hancur sekali rasanya, satu-satunya orang yang paling berharga di dunia ini pergi meninggalkanku. Tapi di satu sisi, aku berpikir mungkin ini jalan Tuhan agar aku segera menikah. Benar saja, pacarku melamar. Aku merasa waktunya tepat. Uang tabunganku juga sudah cukup.

Sekarang kami sudah dikaruniai 2 anak. Aku sangat beruntung memiliki suami yang begitu pengertian. Setelah ibuku meninggal dan aku sudah berusaha semaksimal mungkin merawatnya, Tuhan memberiku sosok pendamping hidup yang begitu baik. 

Baca Juga: Aku Memilih Menunda Pernikahan, Karena Merasa Belum Siap Sepenuhnya

Jangan pernah merasa terbebani dengan orangtuamu. Terutama jika mereka sakit. Jika kamu berusaha semaksimal mungkin untuk bisa selalu merawat dan menjaga di tengah kesibukanmu, Tuhan akan memberimu kebahagiaan, berupa pasangan yang baik dan keluarga yang harmonis.

Sumber: Indri, nama disamarkan, 40 tahun, di Kalimantan

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu