Menata Emosi demi Kehidupan yang Lebih Baik

Menata Emosi demi Kehidupan yang Lebih Baik

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Seperti kebanyakan orang bilang, berumah tangga itu tidak mudah. Itu yang kualami.  

Aku berumur 28 tahun, perempuan kantoran, pernah diselingkuhi oleh suamiku. Tanpa sengaja ]\aku bertemu melalui sosmed dengan mantan pacar yang sekarang menjadi suami setelah sama sekali tidak ada kontak selama 14 tahun. Awalnya tak ada yang spesial. Kemudian intensitas bertemu meningkat dan dia selalu mengantarku ke sana kemari. Dia baik dan perhatian. Keluargaku pun tahu tentang dia. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menikah.

Peristiwa perselingkuhan terjadi 8 tahun yang lalu, ketika beberapa orang sering melihat suamiku  bersama perempuan lain. Tak langsung emosi, aku berusaha mengomunikasikannya terlebih dulu dengan suami dan terbuka menerima masukannya tentang kesalahan dan kekuranganku agar bisa diperbaiki. Ketika ku tanya sampai kapan dia mau bermain-main seperti itu dia tidak bisa menjawab. Aku sudah mengizinkannya, jika memang dia mencintai perempuan lain dan perempuan itu juga mencintai anak-anak silakan saja. Namun, sampai saat ini belum juga terjadi.

Banyak yang bertanya kenapa aku tidak bercerai. Nyatanya, memutuskan untuk bercerai tidak semudah itu. Terlebih aku tak mau mengambil keputusan ketika sedang emosi. Masih banyak hal yang kupertimbangkan. Sejauh ini, suamiku sangat bertanggungjawab soal keuangan keluarga, tidak menuntut dalam hal apapun. Mungkin karena merasa bersalah. Suamiku amat mencintai anak-anak kami. Kami juga bukan tipe pasangan yang kerap bertengkar. Kehidupan seks kami sangat baik. Anak-anak tumbuh sehat dan tak ada masalah di sekolah. 

Memang mengelola emosi tidak mudah, butuh banyak pertimbangan agar dapat lebih jernih  memutuskan suatu hal. Faktor ekonomi juga menjadi pertimbanganku. Banyak orang mudah memutuskan bercerai hanya karena emosi sesaat. Setelah bercerai,  kehidupan istri jadi susah sekali, apalagi kalau mantan suami enggan memberi nafkah. 

Aku belajar mengendalikan emosi tiap kali ada permasalahan dalam rumah tangga. Aku memilih untuk mempertahankan pernikahan, sambil belajar investasi dan mengelola keuangan dengan benar. Semua properti kuminta atas namaku, agar sewaktu-waktu terjadi hal yang buruk aku sudah siap. Aku juga memberi kesenangan bagi diri sendiri. Merawat diri lebih baik, bergaul dengan teman-teman baru, hal-hal yang lama terlupakan karena terlalu berfokus pada suami, anak-anak, dan rumah tangga.

Baca Juga: Mengatur Emosi dengan Hindari 3 Tanda Kecil dari Kelelahan Ini

Jadi, pastikan ketika kita memutuskan sesuatu kondisinya benar-benar sudah tenang agar tidak menyesal di kemudian hari. Pertimbangkan hal-hal menyangkut masa depan kita.

Sumber: anonim

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu