Pekerjaan laki-laki

Menekuni Pekerjaan yang Didominasi oleh Pria, Banyak Tantangan yang Kuhadapi

Kisah Utama

Urbanwomen – Profesiku sekarang adalah arsitek. Aku memang ingin sekali mendapatkan pekerjaan sesuai kuliahku sekaligus mewujudkan cita-cita.  

Jurusan kuliahku lebih diminati oleh laki-laki. Aku sering merasa tidak percaya diri karena hanya ada beberapa perempuan di kelasku. Sempat ada keraguan dalam diriku, apakah perempuan pantas menekuni pekerjaan seperti ini? Setelah lulus, sambil menunggu mendapatkan pekerjaan tetap, aku mengerjakan beberapa proyek sebagai freelancer untuk terus berlatih mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja. Ketika melamar pekerjaan, aku beberapa kali mengalami penolakan. Tapi aku tidak menyerah begitu saja, tetap berusaha mendapatkan pekerjaan sebagai arsitek. 

Selama kurang lebih setahun sebagai freelancer suatu ketika aku menemukan lowongan pekerjaan di sosial media dan langsung mengirim lamaran. Penantianku tidak sia-sia, setelah melewati beberapa tahap seleksi akhirnya aku berhasil diterima di bidang pekerjaan yang sudah lama kuimpikan. Senang sekali rasanya.

Tapi semuanya tidak selalu berjalan lancar. Tantangannya cukup berat, aku harus beradaptasi dengan rekan kerja lainnya yang sudah memiliki banyak pengalaman dan kebanyakan laki-laki. Aku sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme pekerjaan yang menuntutku harus bekerja dengan cepat dan teliti.

Setelah beberapa bulan, mulai terlihat hasil kerjaku yang dinilai baik oleh perusahaan. Aku berusaha semaksimal mungkin untuk selalu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Aku mau membuktikan meski aku perempuan dan belum punya pengalaman sebanyak teman-temanku, aku mampu menyelesaikan target tepat waktu.

Perjuanganku tidak sia-sia, atasanku memindahkan aku ke divisi lain. Aku diberi kepercayaan menjadi leader. Namun masih ada saja rekan kerja yang merendahkan kemampuanku sebagai perempuan yang belum berpengalaman. Dianggapnya aku belum tentu mampu mengemban tugas yang diberikan. Tentu aku merasa sedih dan kecewa. Sempat terpikir aku memang tidak berpengalaman. Tapi lama-lama aku menyadari, tidak seorangpun bisa menghentikan langkahku mencapai cita-cita. Aku pun semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa apa yang dia pikirkan tentang diriku salah. 

Kini aku merasa jauh lebih percaya diri. Ini  juga berkat rekan kerjaku lainnya dan orangtua yang selalu mendukungku untuk berkarier menekuni bidang pekerjaan yang kuminati. 

Baca Juga: Mengapa wanita harus saling dukung?

Ketika ada yang meremehkan kita, jangan biarkan itu membuat kita berhenti di jalan. Setiap perempuan sangat berhak dan layak menentukan masa depannya sendiri. Setiap perempuan dapat memilih pekerjaan sesuai aspirasinya, bukan ditentukan oleh perkataan orang lain. Setiap perempuan berhak menjadi dirinya sendiri dan juga menjalani kehidupan yang dia inginkan. Kita berhak bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan mimpi itu.

Sumber: Lia, 24 tahun, nama disamarkan, di Jakarta

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu