Mengatur Emosi dengan Hindari 3 Tanda Kecil dari Kelelahan Ini

Mengatur Emosi dengan Hindari 3 Tanda Kecil dari Kelelahan Ini

Blog

Urbanwomen – Dapat mengatur dan mengelola emosi dengan baik memberikan manfaat dan perlu diketahui agar kamu dapat menghindari kelelahan. Di tengah-tengah pandemi seperti ini, bahkan seorang profesional yang kuat, berprestasi, dan brilian juga berjuang untuk tetap produktif, positif, dan percaya diri. Kenali tanda-tanda kelelahan otakmu dan nilai diri sendiri. Kapan waktu yang tepat untuk mengisi energimu? Bagaimana caramu mengatur emosi ketika kelelahan melanda? Bagaimana kelelahan dapat mempengaruhi energi fisik, mental, emosional, atau spiritual mu sehingga kamu memiliki kapasitas lebih untuk menangani tantangan yang sedang berlangsung? Mulailah dengan kesadaran diri. Berikut 3 tanda kecil yang merupakan waktu untuk mengisi energi dan memulihkan dirimu dari kelelahan.

  1. Kamu menjadi orang yang menghakimi

Ketika kamu sedang merasa kelelahan atau merasa percaya diri, kamu akan lebih kritis terhadap diri sendiri dan orang lain. Karena sedang pandemic seperti ini, kita juga dikelilingi oleh orang-orang yang suka menghakimi (seolah-olah menilai orang lain atau diri kita sendiri membuat kita menjadi lebih ‘benar’ atau aman?). benar, penegasan penegasan penuh perhatian selalu penting, tetapi penilaian cepat jarang membantu pemikiranmu yang lebih baik atau untuk dunia. Bagaimana jika kamu menyadari saat kamu lebih banyak menilai dan menanyakan apa yang kamu butuhkan untuk merasa lebih welas asih dan kolaboratif? Bentuk energi apa yang kamu butuhkan saat ini?

  1. Kamu ragu-ragu

Mungkin kamu mengelola beberapa keputusan besar, tetapi berakhir dengan kebingungan karena kamu tidak dapat memutuskan apa yang akan kamu makan untuk makan malah atau menghabiskan separuh malammu untuk memutuskan apa yang akan ditonton? Lobus frontal-mu adalah alat pengambilan keputusan dan ketika energinya tertantang, kamu menghemat dengan menangani beberapa keputusan kemudian terjebak pada yang lain. Bagaimana jika kamu hanya menggunakan perasaan stuck sebagai ukuran yang kamu perlukan untuk mengatur ulang? Coba cari tahu, apa yang sedang kamu butuhkan? Apakah itu istirahat, nutrisi, hidrasi, atau bersosialisasi, dan kamu akan kembali menjalani hari dengan otakmu yang lebih cerdas.

  1. Perspektifmu telah dipersempit menjadi “hitam dan putih”

Pernahkan kamu bercakap-cakap dengan seseorang yang merasa terjebak di antara dua pilihan, saat kamu begitu mudah melihat mereka kehilangan berbagai kemungkinan yang lain? Kita semua pernah ada di posisi itu bukan? Itulah inti dari pengembangan diri. Secara alami, stress atau kelelahan mempersempit perspektifmu, membuat dunia lebih hitam/putih, baik/buruk. Otakmu mencoba untuk membuatmu tetap aman dengan menilai masukan sebagai ancaman/bukan ancaman. Yang hilang adalah kapasitas kreatif lobus frontal-mu dan kemampuannya untuk melihat zona abu-abu dan menemukan solusi. Bagaimana jika kamu mulai memperhatikan ketika kamu merasa buntu dan bertanya pada diri sendiri apakah kamu memiliki lobus frontal terisi penuh dan onboard? Apa yang kamu butuhkan untuk mendorong kreativitas dan mengembalikan kemampuanmu untuk melihat kemenangan zona abu-abu?

Baca Juga: 5 Tanda Bahwa Kamu Berkencan dengan Orang yang Tidak Dewasa Secara Emosional

Dengan mengetahui kapan harus mengisi energimu, kamu pun akan lebih mudah dalam mengelola dan mengatur emosi dengan baik. Tentunya akan banyak keuntungan untuk dirimu sendiri. Semangat!

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu