Mengembalikan Energi Positif yang Dulu Hilang

Mengembalikan Energi Positif yang Dulu Hilang

Blog

Urbanwomen – Umurku 25 tahun, lajang, saat ini bekerja di salah satu perusahaan yang cukup besar di Indonesia. Hampir setiap hari aku disibukkan jadwal kegiatan yang begitu padat. Aku bahkan pernah lupa merawat diri. Berat badan yang awalnya sudah turun, karena tak sempat berolahraga, naik drastis. Tuntutan pekerjaan dan belum bisa membagi waktu membuatku jarang sekali berkomunikasi, sekedar ngobrol-ngobrol dengan keluarga. 

Aku mengerjakan pekerjaan kantor hingga larut malam, setelah itu langsung tidur. Lama-kelamaan kusadari itu tidak baik bagi kesehatan mentalku. Bukannya bertambah semangat, justru aku semakin tidak bergairah dan tidak bersemangat tiap harinya. Terlebih ketika pandemi datang, rasa cemas meningkat karena lebih banyak bekerja di rumah dan tidak bertemu banyak orang. Pernah terbesit dalam pikiran untuk resign dari pekerjaan. Tapi bagaimana dengan perjalanan karier yang sudah kucapai? 

Sampai suatu ketika aku menemukan video di YouTube yang isinya berkaitan dengan kondisiku saat itu. Aku jadi tahu betapa penting selalu menjaga pola pikir kita tetap positif, bahagia, optimis, dan bersyukur.  Mulai dari situ, aku memperbaiki diri perlahan agar tidak hanya berfokus pada pekerjaan saja. Langkah awal adalah menulis jurnal. Memang terlihat sepele, tapi ketika melakukannya aku bisa menuliskan semua yang kupikirkan, termasuk mengelola emosi dan stres yang mungkin kualami.  

Kutuliskan terlebih dulu apa saja yang sudah kulakukan seharian. Waktu itu, aku sempat tidak fokus bekerja sehingga ada satu pekerjaan yang tidak diselesaikan dan aku ditegur oleh atasan. Tapi ketika kutuliskan di jurnal ternyata masih banyak sekali hal lain yang bisa kukerjakan dengan baik. Seperti datang tepat waktu, sempat sarapan, bisa menyelesaikan pekerjaan lainnya, dan malamnya banyak berbincang dengan keluarga. Aku mulai menyadari bahwa aku terlalu sering berfokus pada satu kesalahan saja, tidak melihat hal lainnya yang berhasil kukerjakan dengan baik.

Aku juga sadar aku sudah terlalu berlebihan mengevaluasi diri. Aku sering merasa tidak mampu. Sekarangi aku belajar mengganti kalimat yang lebih positif untuk diucapkan pada  diri sendiri, misalnya “Aku mampu melewati hari ini, dan aku sudah melakukan yang terbaik”.  Jika melakukan kesalahan, kukatakan pada diri sendiri “Tidak masalah, hari esok belajar lagi.”

Kemudian, ada kebiasaan yang kumulai kembali. Kebiasaan yang dulu hilang karena terus mengutamakan pekerjaan, yaitu berolahraga. Aku selalu menyempatkan waktu untuk rutin berolahraga lari tiga kali seminggu selama 30 menit. Karena awalnya masih sangat malas, kucoba mengajak temanku. Sampai lama-kelamaan menjadi kebiasaan dan tak masalah jika melakukannya sendiri. Ini sangat membantuku untuk menjadi lebih fokus, lebih positif, dan menjaga kesehatan mental. Bangun lebih pagi juga menjadi cara utama agar lebih produktif menjalani semua kegiatan dengan menyenangkan. 

Baca Juga: Menjadi Orangtua Tunggal yang Tangguh

Kebiasaan-kebiasaan sederhana yang sudah kulakukan itu sangat membantu untuk menjaga kesehatan mental dan mengelola perasaan. Sekarang aku lebih produktif dan mampu menghadapi kesulitan sehari-hari. Memang awalnya sulit, membutuhkan waktu tidak sebentar. Tapi dampaknya sangat besar bagi kehidupanku, terutama kesehatan mentalku.  

Sumber: Azalia

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu