Trend-waithood

Mengenal Fenomena Waithood: Ketika Melajang Jadi Trend Global

Cinta & Relasi

Urbanwomen – Istilah waithood pertama kali dicetuskan oleh Diane Singerman, seorang Profesor American University melalui risetnya di akhir tahun 2007 mengenai generasi muda Timur Tengah yang menunda pernikahan bukan karena mereka tidak ingin menikah tetapi karena tidak punya cukup uang untuk hidup mandiri. Riset yang dilakukan oleh Marcia Inhorn dari Yale University mengungkapkan bahwa penundaan pernikahan ini terjadi terutama di antara warga berpendidikan dan perempuan. 

Memasuki abad ke-21 waithood mulai dianggap normal dan diperkirakan akan terus berlanjut. Tak hanya di negara tertentu, waithood jadi fenomena global termasuk di Indonesia, lho urbansis. 

Ada banyak faktor mengapa generasi milenial menunda pernikahan. Tuntutan hidup yang semakin berat terutama dari sisi finansial jadi alasan terbesar. Uang untuk beli rumah, mobil, belum lagi biaya melahirkan hingga pendidikan anak yang semakin tinggi tentu bikin sakit kepala apalagi untuk para sandwich generation. Ingin melanjutkan pendidikan dan fokus berkarir juga jadi alasan merebaknya trend waithood ini. 

Baca Juga: Yuk Ketahui Hal-Hal Ini Sebelum Menjalin Hubungan

Tentu banyak pro dan kontra terkait trend ini namun di sisi lain, ini menunjukan bahwa generasi sekarang mulai menyadari pentingnya kesiapan untuk menikah karena menikah merupakan sebuah tanggung jawab yang besar, bukan? Lalu perlu gak sih, kita mengikuti trend ini? Hmm, menurut minsis sih terlepas dari trend waithood, yang paling penting diingat adalah menikahlah ketika sudah siap dan tentu jangan lupa proses untuk mempersiapkan diri menuju pernikahan itu sendiri

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu