Menikmati Hidup Dengan Caraku

Menikmati Hidup Dengan Caraku

Inspirasi Hati

Dunia ini dipenuhi berbagai hal menarik dan kita selalu berhak memilih jalan mana yang hendak kita arungi dalam kehidupan. Meski terlahir sebagai perempuan nyatanya sejak kecil aku menaruh minat pada hal-hal yang umumnya disukai oleh laki-laki. Pada dasarnya aku suka dengan tantangan yang dapat memacu adrenalin. 

Lahir di kota Bandung, masa remajaku sangat berwarna. Aku mencoba banyak hal, di antaranya adalah bermain drum, skateboard, dan traveling bersama teman-teman mengingat kota Bandung punya banyak tempat indah yang patut dijelajahi. Keseruan itu terus kurasakan sampai aku kuliah. Aku bahkan sempat menjadi drummer  band beraliran Pop Alternatif kala itu. 

Memilih jurusan perhotelan di salah satu universitas negeri di Bandung aku berhasil merampungkan pendidikan S1 dan sempat  bekerja menjadi guru SMK swasta. Namun setelah 3 tahun aku memutuskan untuk mengikuti tes CPNS. Tanpa disangka-sangka aku pun diterima sebagai PNS di satu instansi di kota Bandung. 

Beberapa orang di sekitarku sempat bingung pada pilihan-pilihan karierku, mengingat aku nampak menyimpan bakat serta minat besar di olahraga dan seni. Bagiku, itu semua adalah hobi yang akan terus kulakukan untuk mengembangkan serta menyenangkan diri, bukan sebagai mata pencaharian utama. Bagaimanapun, aku merasa butuh pekerjaan dengan pendapatan yang relatif stabil. 

Dengan kondisi seperti ini aku bisa tetap bebas menjalankan hobiku di luar jam kerja. Bahkan pada tahun 2008 aku membuat band beraliran metal hardcore bersama beberapa teman. Aku vokalisnya, setelah merasa menguasai teknik bernyanyi scream dan growl. Aku merasakan energi luar biasa ketika bisa tampil lepas di atas panggung. 

Dua tahun belakangan aku juga mulai tertarik pada aktivitas motocross. Topografi wilayah Bandung yang berhutan dan berbukit membuat kegiatan ini sangat menyenangkan dilakukan di waktu senggang. Aku juga masih kerap mendaki tebing tinggi untuk menemukan inspirasi dalam berkarya. 

Kecenderunganku melakukan aktivitas menantang yang mungkin tidak lazim dilakukan oleh perempuan tentu saja membuat orang-orang yang mengenalku kebingungan. Termasuk di mata keluarga suamiku. Sebelum bisa mengantongi restu untuk menikah kami sempat kesulitan mencuri perhatian orangtuanya dikarenakan aktivitasku di luar bekerja. Namun akhirnya aku bisa meyakinkan diri bahwa meski terlihat garang aku bisa menghargai suamiku kelak. 

Aku juga dapat membuktikan kepada mereka bahwa meski banyak melakukan aktivitas menantang aku adalah perempuan yang selalu menjaga diri. Aku tidak bersikap sembarangan menghadapi teman-teman lawan jenis. Aku juga tetap bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan baik. Hal itulah yang akhirnya meluluhkan hati mertuaku. 

Bagiku sebenarnya tidak ada aktivitas yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki atau hanya untuk perempuan. Karena menurutku sejatinya perempuan dan laki-laki itu setara, meski bukan berarti bisa menggantikan satu sama lain. Jadi apa yang salah jika perempuan sepertiku punya jiwa yang keras dan suka tantangan? Kenyataannya aku bahagia dengan kehidupanku sekarang, beserta apa yang kumiliki serta kujalani saat ini. (*)

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu