Meninggalkan Lingkungan yang Meracuni

Meninggalkan Lingkungan yang Meracuni

Kisah Utama

Urbanwomen РNamaku Sarah Jayson, 23 tahun, mahasiswa dan pekerja kantoran di Indonesia. Bagiku lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan diri kita. Seperti peristiwa yang pernah kualami. 

Bulan Agustus 2020 aku memutuskan untuk meninggalkan semuanya. Ya, nyaris seluruh  pertemanan, mengundurkan diri dari kantor maupun pekerjaan sampingan lainnya. Juga kebiasaan buruk yang hanya merusak diri. Aku tersadar, ternyata berada di lingkungan pertemanan yang buruk akan membuatku buruk juga. Ketika itu, saat masih berada di lingkungan macam itu, aku merasa hidupku stagnan, tidak berkembang karena hanya nongkrong sampai malam dan hanya membahas topik-topik percintaan. Dan mereka juga suka sekali bergosip. Selama itu aku merasa kurang nyaman dan hanya senang sesaat-sesaat saja.

Bagaimana rasanya ketika aku meninggalkan lingkaran yang toxic atau meracuni itu? Sangat lega. Perasaan takut kesepian terkalahkan dengan kenyamanan diri ketika meninggalkan lingkungan yang buruk. Buat apa hanya sering-sering hang-out tanpa mendapatkan hal-hal yang bermanfaat? Sesudah terlepas dari lingkungan macam itu rasanya bagai menjadi kapten kapal yang terombang-ambing ombak yang tinggi. Tapi aku selalu menemukan matahari yang membuatku yakin bahwa, ya, aku adalah kapten dengan tujuan kesuksesan!

Aku nekat menebar relasi ke jenjang yang lebih tinggi. Aku bertemu dan cukup sering berbagi pikiran dengan orang-orang hukum, pebisnis, atau bahkan dosen-dosen dari universitas lain. Itu mendorongku untuk mau maju dan sukses seperti mereka. Pikiran semula hanya soal selesai kuliah langsung main ke tongkrongan berubah menjadi diskusi politik atau terus belajar menjadi orang yang mengikuti perkembangan dunia.

Ketika berbincang dengan orang-orang baru itu aku jadi mampu menyesuaikan posisi dengan mereka — bukan seperti guru dan murid tapi sebagai sesama orang dewasa. Bahkan, untuk memilih kata atau omongan dan topik obrolan aku menjadi lebih teratur. Salah satu pengaruh yang cukup terlihat mungkin adalah gerak-gerik dan cara berbicaraku yang berubah.

Ketika kalian stuck atau terjebak dalami lingkungan yang tidak membuat kalian berkembang lebih baik keluarlah segera dan berkelana sendirian. Banyak hal tidak terduga yang akan menghampiri atau tinggal dalam hidup kita. Dipikir-pikir ya, kalau saat itu tidak meninggalkan lingkaran itu, aku tak akan pernah berjumpa orang-orang hebat yang secara tidak langsung mengubah kepribadianku menjadi lebih baik.

Ya, aku sendirian tapi aku selangkah lebih maju dari yang lain. 

Baca Juga: Lakukan 5 Langkah Ini Ketika Terjebak dalam Lingkungan Toxic

Kuncinya adalah: Buatlah keputusan, bukan untuk menghilangkan risiko melainkan mengecilkan risiko. Aku kehilangan hampir seluruh temanku, tapi… itu ganjaran yang cukup pantas untuk menyesuaikan diri dengan kelas sosial baru.

Sumber: Sarah Jayson

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu