Minder karena Penampilan Sempat Membuatku Sulit Berkembang

Minder karena Penampilan Sempat Membuatku Sulit Berkembang

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Aku Rara, 22 tahun, guru SD di daerah Purwokerto, Jawa Tengah. Semasa sekolah dulu aku tidak pernah percaya diri ketika harus tampil di depan kelas. Sekadar bertanya kepada guru untuk hal yang kurang kupahami saja aku tidak sanggup. Aku sangat minder, kuanggap penampilan dan fisikku kurang sempurna. Teman-teman banyak yang mengejek, sampai aku jadi takut bergaul. Padahal ketika itu banyak sekali hal yang aku ingin  coba. 

Sampai di SMA aku mulai bertekad bahwa aku harus berkembang dan tidak bisa terpuruk terus. Untungnya aku punya teman-teman yang selalu mendukung. Aku bahkan memberanikan diri ikut ajang pensi (pentas seni) sekolah setiap tahun dengan bernyanyi.

Tidak kuhiraukan lagi apa kata orang tentang diriku. Aku fokus dengan kemampuan yang kumiliki dan tak masalah jika tidak ada yang mau berteman denganku. Tekadku sudah bulat ingin mengembangkan diri. Aku mulai belajar bagaimana caranya mengalahkan rasa takut dengan menunjukan apa yang aku bisa dan memaksakan diri untuk mencoba. 

Aku sulung dari dua bersaudara, menjadi satu-satunya harapan keluarga untuk bisa meneruskan cita-cita menjadi guru. Inilah salah satu alasan utamanya. Ketika lulus SMA rasa tidak percaya diri muncul kembali karena takut mendapatkan lingkungan yang membuatku tidak nyaman. Banyak sekali pertimbangan jika aku ingin melakukan sesuatu. Dalam renunganku kutanyakan pada diri sendiri: Apakah aku kembali benar-benar tidak bisa mengendalikan diri? Apakah aku harus didampingi orang lain dulu agar berani? Rasanya itu tidak benar.

Awal semester kuliah kucoba memberanikan diri untuk beradaptasi. Namun aku masih tidak percaya diri. Tentunya karena ditambah doa dan usaha kulawan rasa takut yang aku bikin-bikin sendiri itu. Karena sering praktek keguruan selama perkuliahan aku juga banyak berlatih tampil di depan banyak orang. 

Tapi aku berhasil mewujudkan mimpi jadi guru SD dan mengajar di majelis taklim. Segala pengalaman  sangatlah berharga bagiku, sekarang bisa kuajarkan untuk anak-anak didikku.  Aku melatih mereka untuk berani, untuk bertanya dan mencoba. Tidak mudah juga. Banyak dari mereka mengalami apa yang dulu kualami. Dan yang tak kalah penting aku juga mengajarkan untuk tidak mengejek teman yang kekurangan. 

Baca Juga: Usia Bukan Halangan: 3 Wanita Ini Memulai Profesi Baru di Usia yang Tidak Muda

Sekarang aku masih ingin mengembangkan diri. Tahun ini, buku puisi karyaku akan segera diterbitkan. Aku juga membuat podcast di YouTube untuk terus melatih kemampuanku berkomunikasi. Aku sekarang menjadi orang yang percaya diri, karena aku yakin kepercayaan diri adalah salah satu kunci untuk mewujudkan mimpi-mimpiku.

Sumber: Rara, 22 tahun, di Purwokerto, Jawa Tengah

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu