Pandangan Pria tentang Kesetiaan sebuah keharusan atau pilihan?

Pandangan Pria
Urbanesse, tema Urban Women bulan ini tentang “Kesetiaan itu sebuah Keharusan atau Pilihan?” menggelitik kita sebagai perempuan tentang memahami apa itu kesetiaan bagi pribadi kita. Kesetiaan di dalam suatu hubungan, kesetiaan dalam pekerjaan, dan di berbagai hal yang berhubungan dengan kehidupan kita. Lantas bagaimana ya arti kesetiaan di mata laki-laki? Menjadi keharusan atau pilihan?
Kali ini Urban Women melakukan wawancara singkat dengan rekan Ali yang bekerja di HRD salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Simak pendapatnya mengenai “Kesetiaan: Keharusan atau Pilihan?” .
Menurut kamu, apa arti kesetiaan? Mungkin dapat dijelaskan secara umum terlebih dulu.
Menurut saya kesetiaan adalah salah satu sikap baik yang ada dalam diri manusia. Kesetiaan itu pasti terdapat di semua aspek kehidupan kita, di dalam suatu hubungan sudah pasti, di dalam pekerjaan, di dalam bergaul, pertemanan yang sudah terjalin, dan juga di dalam sebuah keluarga.
 Seberapa penting kesetiaan di mata kamu, sebagai seorang laki-laki?
Buat saya pribadi kesetiaan itu sangat penting. Jika diukur seberapanya mungkin tidak ada ya, intinya buat saya kesetiaan itu penting. Seperti contoh di dalam suatu hubungan, antara saya dan pasangan masing-masing harus setia, karena kalau tidak yaa amburadul hubungannya.
Jika dilihat dari fenomena yang sering terjadi, Laki-laki pasti selalu dikaitkan dengan kesetiaan. Misalnya seperti contoh “mengapa laki-laki sulit untuk setia?” Bagaimana tanggapan kamu tentang hal ini?
Mungkin agak sedikit deep ya kalau gender laki-laki sebagai objeknya, karena kesetiaan adalah persoalan perempuan dan laki-laki. Tapi saya tidak menampik jika laki-laki lebih sering dipertanyakan kesetiaannya. Menurut saya hal ini tergantung pada pribadi si laki-laki. Selingkuh? Menurut saya banyak faktor yang bisa menyebabkan perselingkuhan, bisa terjadi karena hormonal, faktor yang kedua bisa dari dalam hubungannya dengan pasangan, misalnya komunikasi tidak terlalu lancar atau salah satu di antaranya terlalu cuek, bisa juga karena pasangannya terlalu mengekang, dan sebagainya. Faktor yang ketiga menurut saya kualitas setiap pribadinya. Jika memang seorang laki-laki  menganggap selingkuh sebagai hal yang biasa atau bahkan keren, ya memang ada yang salah dengan pemikirannya. Sedikit tips buat para perempuan, pintar-pintarlah memilih pasangan. Memang sulit. Namun jika prosesnya dijalani dengan bijaksana pasti akan dapat yang terbaik. Jangan lupa selalu minta petunjuk Tuhan. Oleh karena itu saya percaya adanya “sebuah proses”. Proses pasti membawa kita menemukan apa yang terbaik sesuai dengan diri kita.
Menurut kamu kesetiaan sangat diuji dalam hal apa? (misalnya dalam hubungan, pekerjaan ataupun pertemanan)
Menurut saya hal yang sangat menguji kesetiaan itu faktor lingkungan. Lingkungan keseharian kita. Contohnya bagaimana mengenal orang-orang baru di lingkup pekerjaan, atau di lingkup pertemanan, melihat teman kita melakukan hal ini-itu yang kita tidak senang tentu menjadi faktor kesetiaan itu diuji.
Apakah kamu pernah punya pengalaman seputar kesetiaan? Bisa ceritakan?
Sebelum memutuskan untuk menikah saya laki-laki yang cukup banyak berpengalaman dalam berpacaran. Bisa dibilang tidak pernah berstatus single. Pernah suatu ketika dalam salah satu pengalaman berpacaran, kalau tidak salah hubungan sudah 7 bulan, kantor saya kedatangan partner kerja baru dan saya harus bekerja sama dengan dia dalam suatu event. Dia perempuan. Awal kerja bareng sih tidak ada apa-apa, semua berjalan seperti biasa saja. Masuk 2 bulan kami selalu kerja bareng saya melihat perempuan ini adalah pribadi yang cerdas dan juga cekatan, membuat saya kagum. Tanpa saya sadari kekaguman berubah jadi perasaan lebih dan kami berselingkuh. Hubungan itu berjalan kurang lebih 6 bulan. Akhirnya pacar saya tahu dan terjadilah pertengkaran besar. Ketika itulah ego saya sebagai laki-laki tinggi sekali. Saya tidak mau kehilangan pacar tapi juga tidak sudi melepas yang kedua. Sikap yang sangat buruk sekali? Sangat. Seiring banyak proses yang saya lewati, saya belajar melepas sikap-sikap buruk itu sampai akhirnya saya bertemu perempuan yang bisa melengkapi saya dan saya memutuskan untuk berumah tangga dengannya. Oh iya, sedikit tambahan, pasti sudah sering dengar “laki-laki akan mengubah kebiasaan buruknya jika bertemu perempuan yang tepat”. Itu benar, namun tidak menjadi patokan kebenaran 100%. Menurut saya perubahan itu tetap harus berasal dari dalam diri sendiri.  Jika kemudian memang bertemu perempuan yang tepat maka itu adalah bonus dari Tuhan untuk segala usaha dan proses yang sudah dijalani.
Menurut kamu kesetiaan itu keharusan atau pilihan? Dan apa alasannya?
Kalau ditanya adalah saya yang dulu maka jawabannya pilihan. Tapi sekarang saya berani bilang keharusan, karena menurut saya kesetiaan adalah suatu hal yang baik. Dalam memulai segala sesuatu jika diawali dengan hal baik maka yang kita dapatkan pasti baik. Sebaliknya jika dimulai dari ketidaksetiaan maka ke depannya tabiat buruk seperti itu akan berlanjut terus. Saya percaya soal tabur-tuai, apa yang kita tabur maka itulah yang akan kita tuai.
Adakah tips khusus dari kamu untuk menjaga kesetiaan?
Sedikit tips dari saya:  Menurut saya ada 3  poin penting yaitu Saling Menghargai, Komitmen, Kejujuran. Jika 3 poinn ini sudah ada di dalam diri kita maka kesetiaan kita di setiap keadaan yang kita jalani seperti dalam hubungan dengan pasangan, pekerjaan, lingkaran pertemanan, keluarga akan tetap terjaga dan juga poin-poin kebaikan lainnya akan mengikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu