Pelecehan Seksual yang Pernah Kualami di Masa Kecil

Pelecehan Seksual yang Pernah Kualami di Masa Kecil

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Sejak kecil saya tidak pernah mendapat edukasi seks dari orangtua. Saya hanya belajar soal reproduksi ketika di SD. Hingga suatu saat saya sadar kenapa orangtua perlu memberikan edukasi seks sejak dini. Sampai saat ini, di usia 24 tahun, saya masih ingat betul kejadian itu. 

Saat itu saya masih SD kelas 6. Ada seorang saudara main ke rumah sepulang kuliah. Orangtua dan saya cukup mengenalnya sebagai seorang laki-laki baik-baik. Hari itu bapak saya sedang pergi bekerja. Saya ditinggal berdua saja di rumah bersama saudara laki-laki saya itu. Awalnya dia minta  dibuatkan teh, kemudian dia juga minta memijat kakinya. Lama-kelamaan dia menyuruh saya untuk memijat bagian organ intimnya. Tanpa rasa curiga saya menurutinya. Sampai akhirnya saya ketakutan, menyadari apa yang terjadi. Saya takut dia melewati batas.

Untungnya beberapa lama kemudian bapak saya pulang kerja. Mungkin malu dan takut saya akan melapor ke bapak saya, laki-laki itu buru-buru berpamitan. Sejak itu saya sangat takut jika ada orang main ke rumah meskipun itu teman bapak saya. 

Pernah juga ada kejadian waktu saya sedang ke warung yang jaraknya agak jauh dari rumah bersama  teman perempuan, tiba-tiba saja ada laki-laki paruh baya berhenti di dekat kami. Awalnya kami tak curiga, karena dia menanyakan sesuatu yang kami tidak pahami. Namun beberapa lama kemudian teman saya menyadari jika laki-laki itu berniat tidak baik terhadap kami. Setelah meninggalkannya, teman saya bilang bahwa laki-laki itu membuka ritsleting celananya untuk menunjukkan alat kelaminnya. Kami cukup beruntung karena kami tidak disentuh. 

Baca Juga: Siapa Sosok Terbaik untuk Memberikan Pendidikan Seks Sejak Dini?

Ketika di SMA barulah saya  menceritakan kejadian-kejadian itu pada kedua orangtua. Saya lama menyembunyikan pengalaman-pengalaman itu karena malu. Padahal, sesungguhnya adalah karena saya tidak pernah diberitahu apa yang harus dilakukan jika bertemu orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Bagaimanapun juga, seharusnya orangtua dapat memberikan edukasi seks sesuai tahapan usia anak-anak agar kejadian yang saya alami itu tak terjadi pada anak-anak lain. Pendidikan seks itu ibarat imunisasi, wajib diberikan pada anak untuk melindunginya dari perlakuan seks yang menyimpang.

Sumber: anonim

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu