Pemalu yang Belajar Mengembangkan Diri

Pemalu yang Belajar Mengembangkan Diri

Inspirasi Hati

Urbanwomen – Namaku Bulan, 20 tahun. Sejak kecil aku sangat pemalu, tidak banyak bicara. Tak mudah bagiku untuk bersosialisasi. Aku lebih banyak memikirkan perkataan orang lain dibandingkan memikirkan diri sendiri. Meski demikian aku sangat ambisius. Ketika masih sekolah aku selalu ingin mendapatkan peringkat pertama. 

Rasa takut salah dan mengecewakan orang lain, itulah yang sulit dihilangkan dari pikiranku. Tak jarang teman-teman berkata “Percuma pintar kalau tidak bisa bergaul.” Aku akui memang aku lebih suka belajar sendiri ketimbang bareng orang lain. Sampai suatu saat aku terpilih menjadi peserta cerdas cermat mewakili sekolahku. Dalam satu tim yang terdiri dari 3 orang salah seorangnya berkata mempertanyakan bagaimana seseorang seperti diriku terpilih jadi anggota tim.

Sejak saat itu aku bertekad untuk mulai berubah. Aku tidak bisa seperti itu terus, karena aku akan sulit berkembang. Aku mulai memberanikan diri untuk bersosialisasi. Dimulai dengan menjadi moderator presentasi. Meski sangat gemetar bicara di depan umum tapi siapa sangka justru setelah itu banyak yang kagum pada diriku.

Tahap selanjutnya aku memberanikan diri berargumen dalam forum diskusi di kelas. Banyak yang bilang aku berlebihan dan sampai mempermalukan teman sekelasku. Perasaan bersalahku lebih besar saat itu. Ditambah komentar orang. Aku mulai merasa takut lagi untuk bersosialisasi. 

Untungnya aku punyai orangtua yang selalu memberiku dukungan. Mungkin aku kesulitan bergaul di luar rumah, tapi di rumah aku banyak bercerita dan orangtuaku tidak menghakimi sama sekali. Aku bangkit, mulai kembali belajar mengembangkan diri dan tidak terlalu memikirkan perkataan orang lain. Sampai beberapa hari sebelum pengumuman kelulusan SMK aku diberi tawaran bekerja di counter handphone oleh teman ibuku. Awalnya perasaan gugup dan takut mengecewakan orang lain muncul lagi. Aku tidak mau harus berhadapan langsung dengan pembeli dan beradaptasi dengan karyawan lama. Tapi aku tidak menyerah. Aku merasa jika ini adalah proses kehidupan maka aku bertekad untuk meringankan beban kedua orangtuaku. 

Ternyata benar saja, aku banyak berproses. Berawal dari pola pikir yang positif, aku percaya jika aku berniat baik akan diberi kemudahan dan ketenangan. Aku mendapat kepercayaan dari bos, dan mulai meningkatkan kemampuan belajar berbicara dalam berbagai situasi.

Sekarang aku bekerja sebagai customer service dan admin di perusahaan asuransi yang cukup besar. Aku menganggap, melalui berbagai proses itu, aku yang semula sulit bergaul, tertutup, dan hanya punyai sedikit teman akhirnya bisa bergaul dengan orang dari berbagai kalangan usia.

Tak berhenti di situ, aku masih terus mengasah kemampuan berbicara dan berpikir tanpa harus menjadi orang berbeda, suka sekali bicara apa saja. Mulai banyak membaca buku dan menyukai kutipan-kutipan juga menjadi salah satu caraku untuk mengembangkan diri. 

Baca Juga: Mulai Bertekad Jalani Pola Hidup Sehat demi Memulihkan Kesehatanku

Jadi, jangan takut untuk menerima tantangan meski sebelumnya kita belum pernah melakukannya. Memang sulit pada awalnya, tapi jika kita terus mau belajar dan berproses hal-hal sulit itu akan terlewati. Menjadi seorang pemalu bukan alasan untuk menjadi malu dan tidak mengembangkan diri. Dan tidak selamanya seorang pemalu adalah orang yang tidak bisa bergaul. Jadi, jangan malas untuk terus berkembang ya meskipun tak mudah.

Sumber: Bulan, 20 tahun, di Jambi

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu