Pendidikan Membuka Jalan Tuk Peroleh Kebebasan Finansial

Pendidikan Menuju Kebebasan Finansial

Kisah Utama

Urbanwomen – Saya Sarah, ibu rumah tangga mantan karyawan kantoran selama kurang lebih 5 tahun dan lulusan  PTN terbaik. Saat ini waktu saya sebagian besar dihabiskan di rumah untuk momong anak dan pekerjaan rumah tangga. Tapi hampir tiap minggu saya mendapat penghasilan besar sebagai freelancer.

Tulisan ini tidak saya maksudkan sebagai self bragged. Buat saya penting bagi perempuan untuk punya pendidikan tinggi. Saya tidak memasak, waktu sudah tersita kesibukan freelance dan momong anak. Banyak ibu rumah tangga menjalankan tugas domestik sambil nge-blog, jadi penerjemah, pengajar online, atau jualan online. Cara penjualannya pun pakai strategi marketing yang bagus. 

Pendidikan berperan penting bagi perempuan. Buat saya, pendidikan membuka jalan untuk memperoleh kebebasan finansial meski sudah menjadi ibu rumah tangga. Saya tak perlu menunggu uang suami untuk belanja kebutuhan saya sendiri. Saya juga punya kuasa dalam mengambil keputusan rumah tangga. Hal kecil yang saya sukai, ketika suami saya terkadang minta tolong saya untuk rumus Excel yang sulit dan memercayakan pencatatan keuangan pada saya dengan Google Sheet agar bisa diakses bersama.

Itu saja membuat saya punya bargaining position. Bahwa sebagai istri saya juga bisa menjadi partner kerja suami dan punya peran manajerial yang amat penting, dengan tidak mengabaikan peran suami sebagai leader. Akan terasa berbeda sekali kondisinya pada ibu rumah tangga yang pendidikannya tidak tinggi. Misalnya, beberapa orang tidak punya kesempatan bersuara di rumah dan suami menganggapnya hanya sebagai pengurus dapur. 

Banyak contohnya. Ada pula ibu yang tidak punya rekening bank. Bahkan ada yang harus mencuri-curi uang suami untuk membeli skincare. Banyak yang menghabiskan waktunya dengan mengomentari akun gosip. Kalau diingatkan, tetap saja mereka tidak peduli. 

Karakter saya juga lantas terbentuk, emosi lebih terkendali karena tak hanya pakai perasaan saja melainkan juga logika. Maka dari itu perempuan juga harus well educated ya, apapun peran yang  dijalani. (*)

Sumber: Sarah Annisa

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu