Pentingnya Restu Orangtua

Pentingnya Restu Orangtua

Inspirasi Hati

Saya menikah dua kali. Pernikahan pertama saya tidak direstui oleh orangtua saya. Saya “memaksakan” pernikahan kami. Dan benarlah apa yang dipikirkan oleh orangtua. Kami pun bercerai.

Pastinya pada saat memutuskan untuk bercerai perasaan ini tidak keruan. Sekarang saya bersyukur bisa segera mengakhiri pernikahan yang tidak lagi memiliki misi dan tujuan yang sama dalam membangun rumah tangga. Kami cuma saling menyakiti. Kebetulan ketika itu saya menikah dalam usia yang masih sangat muda. Kami belum sempat dikaruniai anak, tapi dalam mengambil keputusan untuk berpisah kami tetap harus berpikir dan sudah berusaha bertahan selama 3 tahun. Pernikahan kami berakhir dengan damai, tanpa pertengkaran sama sekali, sampai hari ini pun kami masih memiliki hubungan yang sangat baik.

Kemudian saya bertemu dengan laki-laki yang luar biasa bisa mengerti saya, menerima semua kekurangan saya dan bisa melengkapi saya. Sosok laki-laki yang selalu saya harapkan. Tapi, karena sudah pernah gagal, saya harus betul-betul berhati-hati memilih pasangan saya selanjutnya. Saya menyelidiki latar belakangnya, keluarganya, mencoba mengenal pribadinya dengan baik. Apakah saya juga bisa menerima segala kekurangan dia? Apakah saya juga bisa bersepakat dengan diri sendiri untuk bisa menerima apa adanya dia? Buat saya, hal yang mampu membuat kita bahagia itu bukanlah orang lain melainkan diri kita sendiri. Sanggupkah kita menerima segala kemungkinan di masa depan? Kalau ya, kita juga akan sanggup menerima masa depan dengan tenang.

Butuh waktu 2 tahun bagi saya untuk meyakinkan diri bahwa laki-laki itu adalah pilihan tepat sebelum saya dapat mengenalkannya kepada keluarga saya. Saya harus dapat memastikan agar orangtua saya setuju pada pilihan saya kali ini. Ya, dulu orangtua saya tidak merestui pernikahan pertama saya dengan alasan mantan saya kurang mapan dan kurang bisa memikirkan orang lain. Mantan suami saya juga tidak berusaha untuk dekat dengan keluarga saya waktu itu. Mantan suami saya seseorang yang sangat baik, tapi hanya pada saya saja. 

Orangtua saya setuju tanpa syarat begitu melihat calon saya. Begitu pula keluarga besar saya. Respon keluarga dari pihak keluarga calon saya pun sangat positif terhadap kehadiran saya.

Setelah menikah tidak ada perubahan sikap atau perilaku suami baru saya terhadap saya. Tetap romantis, peduli, kami saling dukung. Kami sangat bahagia. Tanpa terasa kami sudah 5 tahun menikah.

Dari pernikahan kedua ini sekarang saya betul-betul menyadari pentingnya restu orangtua. Demi kebahagian saya. Saya sangat bersyukur Tuhan menghadirkan suami baru saya dan menyatukan kami dalam pernikahan, karena sekarang saya dapat mewujudkan  impian akan rumah tangga yang sesungguhnya.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu