Perempuan Tangguh, Perempuan yang Berani Mendobrak Impian

Kewanitaan

             Hallo Urbanesse….  kali ini sedikit saya ingin berbagi cerita mengenai perjalanan hidup saya menjadi “Seberapa Tangguh Kita Sebagai Perempuan”. Ini adalah sebuah pelajaran hidup, dimana kita sebagai perempuan harus bisa menentukan jalan hidup kita sendiri dan berani mengeksplore diri dan berkata YA SAYA BISA ! Karena di jaman millenial ini, tidak ada lagi kata-kata bergantung. Hanya ada kata keberanian dalam berkata tidak ataupun iya.

              Pada saat itu saya masih duduk di bangku kuliah, saya mengambil jurusan “Bioteknologi” di salah satu Universitas di daerah Jakarta Selatan. Waktu itu saya masih naif, untuk mengikuti apa kata orang tua. Saya masih naif, untuk tidak mengikuti apa kata hati saya. Di umur yang masih mentah saya terus mencari jati diri, dan pada akhirnya saya tersadar di dalam diri saya memiliki darah seni yang begitu pekat. Saya merasa terseret saat itu, merasa terpaksakan. Seiring waktu, di akhir study saya yang hampir 5 tahun, saya mendapat suatu kesempatan emas yaitu menunjukan dan menjadikan impian saya menjadi nyata, saya diminta memberikan suatu hiburan untuk acara seminar yang akan diadakan. Ya, saya akui saya kurang baik dalam akademis, tetapi di paruh waktu sejalan saya menyusun skripsi saya ingin memberikan kesan yang baik, walaupun saya kurang berprestasi tetapi dalam non-akademis saya memiliki kemampuan yang tidak kalah baik. Saya cukup antusias dengan kesempatan berharga yang ingin saya gunakan dengan sebaik mungkin, dan saya mempersembahkannya dalam bentuk karangan tari yaitu pertunjukan seni Sendratari, karya ini ditujukan untuk para dosen dan peserta kala itu. Puji syukur Alhamdulillah.. banyak yang mendukung hal ini, saya bekerja sama dengan alumni dan juga adik-adik kelas. Sangat baik responnya. Mereka ikut berpartisipasi, dan memberi kekuatan pada saya. Saya tidak percaya, kekuatan saya pun bertambah. Keraguan dan ketakutan saya hilang, Keberanian saya meningkat, saya maju dan menunjukan karya terbaik. Dan diakhir acara, saya pun terharu. Kesan yang selama ini saya nanti-nanti kan pun berhasil. Banyak yang mendukung dan banyak juga yang memuji. Sekian lama saya memiliki passion dalam bidang ini, pada hari itu pun terjadi. Saya tidak bisa berkata apa-apa, dan saya bersyukur. Hal ini begitu memuaskan dengan keberanian saya dalam berkarya, impian pun tercapai.

         Hal ini pun saya alami kembali pada saat saya selesai dari bangku perkuliahan, pekerjaan begitu susah saya dapatkan. Dan pada suatu hari saya menemukan passion baru yaitu menulis, saya mencoba untuk melamar di salah satu agency untuk bagian copy writer. Sedihnya saya tidak mendapatkannya, saya malah mendapat bagian Account Executive. Saya pun berpikir kembali, daan saat itu saya menahan diri lalu mengikuti alur yang telah diberikan. Di perempat jalan, saya masih bertahan. Cukup lelah dengan pekerjaan ini, akan tetapi banyak orang yang bergantung apalagi tidak banyak karyawan yang berkerja pada saat itu. Saya lelah, hati ini memang tidak bisa dibohongi. Beberapa bulan pun berlalu, saya angkat tangan, tetapi sejujurnya saya takut. Hanya saja sampai kapan? Sampai kapan saya harus menahan kalau memang tidak nyaman dan bukan passion saya? Saya berpikir, lalu siapa lagi yang bisa membantu diri saya kalau bukan saya sendiri? Siapa yang bisa berkata “tidak” kalau bukan saya sendiri. Setelah saya berpikir terus menerus, saya pun mencoba untuk tidak takut dengan hal apapun, dan saya mengajukan pengunduran diri. Akhirnya saya keluar, dan kelegaan pun meliputi diri setalah sekian lama. Tuhan memang adil, kemudian tidak berangsur lama, saya ditawari pekerjaan baru sebagai guru part time untuk mengajar dalam bidang seni. Alhamdulillah dengan penuh keberanian yang saya miliki waktu itu, hal ini pun terjadi. Masih banyak jalan yang terbaik yang akan kita temui dan impian pun akan semakin dekat. Saya pun mulai menjalani hal yang saya idamkan sebagai penulis lepas. Sekarang perlahan-lahan  tanpa di sadari impian menjadi penulis lepas tercapai.

              Dalam kisah ini dapat diambil hikmahnya, menjadi wanita yang berani mengejar impian adalah suatu hal yang tak ternilah harganya. Bagaikan memerdekan diri sendiri dari hal yang membelenggu, dengan begitu kita akan terus dapat berkembang. Impian lah yang membuat perjuangan terjadi, impian lah yang membuat perempuan menjadi tangguh ! Dan dengan impian apapun akan bisa diterjal baik badai maupun rintangan sekali pun. Jadilah perempuan tangguh demi impian kita masing-masing, karena kita sebagai perempuan berhak bahagia dan berhak berkarya.

BACA JUGA : Perempuan Tangguh, Bukan Perempuan Yang Keras

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed

Menu